Indahnya Indonesia Dari Sabang Sampai Merauke

Negeri dimana aku dilahirkan dan dibesarkan disini pula aku mendapatkan kehidupan, negeri yang kaya. kaya akan hasil bumi dan hasil hutan negeri yang terdiri dari beribu ribu pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke, negeri yang kaya akan budaya dan suku bangsa, dimana setiap suku dan budaya punya ciri masing masing. negeri yang subur hijau membentang walaupun sudah banyak hutan yang ditebang, hamparan laut yang luas dan beribu ribu pantai yang indah dan elok bagai hamparan permadani yg luas.

keindahanmu membuat semua bangsa didunia ini iri, hingga bayak dari mereka ingin menghancurkanmu, namun engkau tetap berdiri kokoh diantara hantaman badai yang menerjang.engkau tetap menjulang tinggi walau banyak orang yang merusakmu, engkau tetap menjadi sumber penghidupan bangsaku, bahkan bangsa bangsa diduniapun banyak yang mencari penghidupan disini dinegeriku yang indah indonesia. walau banyak yang membencimu mencibirmu tapi engkau tetap negeriku yang indah. dan tak satupun ada yang menyamaimu didunia ini. hanya satu kata untukmu bagaimanapun keadaanmu kau tetap negeriku indonesia yang indah bak zambrud katulistiwa dan aku akan tetap mencintaimu dan aku bangga jadi bagian darimu indonesia
kalau saya menerawang dan memvisualisasikan kata INDONESIA...
yang terbayang adalah deretan pulau yang membentang dengan indahnya dari barat ke timur...
SEMPURNA!!!

rasanya saya belum pernah menemukan negara dengan bentuk seindah INDONESIA...
kalaupun ada itu ada buatan, BUKAN ALAMI...!!!

belum lagi dengan segala keindahan karena keanekaragaman Budaya, bahasa, suku, agama dan ras.seolah INDONESIA adalah lukisan yang kaya warna...
pelangi yang elok karena semburan warna yang beragam...
apakah kita..warga negara INDONESIA tidak pernah sadar dengan segala kelebihan yang kita miliki??!!

sampai kapan kita biarkan INDONESIA dalam keadaan terpuruk...terjerembab dalam lumpur permasalahan yang melekat erat??!!

kebanyakan orang bermalasan...ingin mendapatkan 'EMAS' tanpa harus menggali??
kebanyakan orang tidak perduli dengan keadaan sekitarmembuang sampah sembarangan, melanggar tata tertib, memakan hak orang lain dan perilaku buruk lainnya?!!
mau sampai kapan?
sampai INDONESIA tidak lagi dimiliki orang INDONESIA??!!
huuuuuuhh...

JANGAN SAMPAI !!!
kita harus berubah...
ke arah yang lebih baik...menjadikan INDONESIA kembali bersinar...bertahta dalam singgasana puncak...
kembali menunjukkan tajam tajinya laksana sang GARUDA...dan berani menggelorakan semangat MERAH PUTIH...!!!

INDONESIA tidak mendapatkan keMERDEKAan secara GRATIS!!!INDONESIA kudu berjuang...melawan semua yang mengekang INDONESIA untuk bebas...

apakah BISA??!!
iya...jawabannya jelas...BISA...!!!
kita BISA...
INDONESIA BISA!!!

INDONESIA BISA BERUBAH ke arah yang lebih BAIK mulai dari diri ANDA, mulai SEKARANG, selamanya dan siap memimpin DUNIA...!!!
amin3x!!! yarobbalamin
SABANG - INDONESIA

Dinding pembatas ini adalah batas akhir daratan Indonesia bagian barat.
DARI SISI SEBELAH KIRI TUGU KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA TERLIHAT PEMANDANGAN KE ARAH SAMUDERA HINDIA, DARI KEJAUHAN TERLIHAT PULAU BREUEH.
KILOMETER NOL REPUBLIK INDONESIA, SABANG-NANGGROE ACEH DARUSSALAM
ZERO KILOMETER AT SABANG-NAD
KILOMETER NOL SABANG-NAD
CORAL REEF AT SEA GARDEN OF RUBIAH ISLAND-SABANG
Pulau Weh, yang disebut dengan Sabang, oleh penduduknya, dikelilingi oleh pantai yang indah dan lokasi menyelam yang mempesona. Tiga lokasi untuk menyelam terletak di Gapang, Iboih, dan pulau Rubiah, tempat di mana Taman Laut Nasional berada.Pulau Weh memiliki spesies ikan yang langka seperti paus hiu, ikan pari, penyu dan lumba-lumba. Keindahan terumbu karang lautnya menjanjikan pengalaman snorkeling yang mengesankan bagi yang bukan penyelam.Pulau Weh adalah sebuah pulau yang indah terletak di ujung Barat Laut pulau Sumatera. Ini adalah lokasi terbarat dari Kepulauan Indonesia - kepulauan terbesar di dunia yang menghampar hingga 4000 km ke timur. Selain pantai, banyak lokasi menarik lainnya seperti air terjun, gunung berapi, mata air panas juga Monumen Kilometer Nol, Benteng Perlindungan Jepang peninggalan Perang Dunia ke II, makam bersejarah, Durian Keramat, dan kota Sabang.

Belanja di Sabang adalah pengalaman menarik yang lain. Pusat belanja terletak di pasar tradisional. Di sini anda dapat membeli buah segar dan makanan tradisional seperti dodol, keripik, kue dan roti Sabang. Anda juga dapat membeli cindera mata yang terbuat dari batang dan tempurung kelapa.
Dalam waktu dekat pengunjung Pulau Weh mulai dapat menggunakan bandara udara baru. Namun untuk sekarang Pulau Weh dapat dicapai melalui Banda Aceh dengan kapal feri penumpang dengan jadwal dua kali perjalanan dan feri barang satu kali perjalanan dalam sehari. Transportasi di Pulau Weh terdiri dari mini bus, sepeda motor, becak dan mobil sewaan.
SABANG - INDONESIA
GAPANG

Gapang adalah pantai yang tenang dan mempunyai banyak karang untuk snorkeling dan menyelam. Di sini juga tempat yang baik untuk melihat penyu. Gapang menawarkan beragam fasilitas seperti hotel, cottage, kafe, restoran, dan pusat untuk menyelam. Gapang lokasi yang paling popular bagi banyak wisatawan.
SABANG - INDONESIA

IBOIH

Lokasi laut lain di Sabang yang mempesona adalah Iboih, yang dikenal karena tempat menyelam dan snorkelingnya yang luar biasa karena warna warni dan keindahan terumbu karangnya. Terkadang anda dapat melihat hawkbill seekor penyu langka di Iboih. Di sini juga ada beraneka ragam fasilitas yang cocok bagi penyelam dan backpacker termasuk kafe outdoor dan bungalow.

PULAU RUBIAH
Pulai Rubiah adalah harta terpendam bagi snorkeling dan penyelam karena keelokan terumbu karangnya. Taman lautnya benar-benar surga bagi pecinta terumbu karang.
Selain itu, pulau ini mempunyai sejarah yang menarik karena sebelumnya pernah digunakan sebagai tempat karantina jemaah haji Indonesia. Untuk berkunjung ke Pulai Rubiah, anda dapat menyewa kapal dari Iboih.
SABANG - INDONESIA

AIR TERJUN

Sungai Pria Laot berhulu dari Gunung Sarung Keris. Di tengah-tengah hutan, teidak terlalu jauh dari desa Pria Laot, sungai tersebut berubah menjadi air terjun bertingkat yang menakjubkan. Disana Anda dapat berenang di bawah air terjun, atau sekedar menikmati suasanan hutan lindung dengan kupu-kupu yang bertebaran di sekelilingnya. Air terjun tesebut terletak 1,7 km dari jembatan Pria Laot.

MONKEY ROAD
Monyet di Pulau weh menyapa kedatangan para wisatawan di perjalanan menuju Monumen Kilometer 0. Berikan mereka pisang dan bersahabat dengan mereka selamanya.
Sabang, very beautiful lots of jungle and mountain

GUNUNG BERAPI
Gunung berapai di sabang sangat kecil namun masih layak untuk dikunjungi. Pergilah ke Jaboi dan belok ke kiri setelah melewati desa, lalu ikuti jalan tersebut hingga tidak bisa naik lebih tinggi lagi. Anda perlu jalan kaki sepanjang 200 meter di jalan setapak yang mengarah ke kanan. Mungkin akan sedikit sulit untuk menemukan jalur tersebut, jadi ikuti saja bau asap belerang dari gunung berapi tersebut.
Pulau Rondo Sabang

Pulau Rondo ini merupakan pulau paling utara dari wilayah RI dan merupakan bagian dari wilayah kota Sabang, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pulau ini berada di sebelah Utara dari pulau Weh dengan koordinat 6° 4′ 30″ LU, 95° 6′ 45″ BT.
Banyak pemandangan laut yang indah di Pulau Weh yang menawarkan keindahan matahari terbit dan terbenam dari banyak sudut sekeliling pulau atau bahkan dari suasana hangat dan romantic dari sudut bungalow Anda.
SABANG FAIR
Pulau KLah

Pantai Sumur Tiga

Pada saat mengunjungi Pulau Weh, anda kan merasakan kehidupan masyarakat dengan budaya tak berubah sambil terus bergerak menuju abad ke 21. Kota Sabang memiliki suasana pedesaan yang menawan. Pulau ini akan menarik perhatian anda dengan gaya dan kehidupan yang asli dan sangat nyata.
Krueng Teunom Aceh

Krueng Teunom adalah salah satu sungai besar yang berada dalam wilayah Nanggroe Aceh Darusalam tepatnya (80 %) berada di wilayah Kabupaten Pidie selain sebagian hilirnya masuk dalam wilayah Aceh Jaya. Sungai dengan total panjang lebih 70 km ini berasal dari 3 (tiga) Sub Daerah Aliran Sungai utama yaitu Krueng Geumpang, Krueng Tangse dan Krueng Sikuleh yang mengairi 3 Kabupaten di Nangggroe Aceh Darussalam yaitu Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Jaya.
Air Terjun Kuta Malaka

04 May

Kategori Wisata Alam Kabupaten Aceh Besar, Wisata Kabupaten Aceh Besar

Air Terjun Kuta Malaka
Air Terjun Kuta Malaka Aceh

Air Terjun Kuta Malaka Aceh

* Lokasi:

berada di Kuta Malaka, Kecamatan Samahani, Kabupaten Aceh Besar, Nanggro Aceh Darussalam.

* Ketingian Air Terjun:

lebih kurang 600 m dpl, yang bertingkat-tingkat.

* Keterangan:

Konon kata masyarakat setempat mencapai 8 tingkat dan ada yang mengatakan 20 tingkat.Untuk menuju ke lokasi kita harus menempuh perjalanan sejauh 30 km dari pusat kota Banda Aceh
Pantai Ujong Batee Aceh

Pantai Ujong Batee terletak di Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, jaraknya menuju lokasi sekitar 17 ( tujuh belas ) kilometer dari kota banda aceh menuju Pelabuhan Malahayati.

Dan di sebelah kanan dari posisi pantai ujong batee hanya ada pulau weh di laut bebas persis di pintu masuk Selat Malaka. Sementara sebelah kirinya Pulau Aceh di samudera Hindia.
Objek Wisata Genang-Gedong

Objek Wisata Genang-Gedong merupakan salah satu tempat wisata alam yang berada di Gampong Putim Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Bentuk dari Genang-Gedong ini adalah danau yang dikelilingi oleh pepohonan. Jarak tempuh ke lokasi Genang-Gedong ini ± 20 Km dari arah kota Meulaboh menuju Banda Aceh Via Geumpang. Luas genangan air ini meliputi 3 desa atau ± 7ha. Rimbunnya pepohonan akan membuat siapa saja yang datang merasa segar santai dengan tiupan lembut angin Genang-Gedong. Bila anda ingin santai di tempat yang asri, datanglah ke Genang-Gedong, atau bila anda hobi mancing, Genang-Gedong adalah tempat mancing sambil santai bareng keluarga tercinta dengan menikmati softdrink dan lantunan musik Jazz or R&B. Disekitar lokasi Genang-Gedong telah berdiri beberapa buah café yang dikelola oleh masyarakat Gampong Putim. Di sekitar lokasi ini juga terdapat arena balap MotorCross GrassTrack. Betapapun indahnya Genang-Gedong ini belum banyak orang yang tahu, belum banyak orang yang mau datang ke sana, kenapa? Ini merupakan “PR” bagi kita semua agar Genang-Gedong bisa menjadi objek wisata yang benar-benar dapat memberikan masukan bagi daerah Aceh Barat.
Pantai Lanaga Aceh

antai Lanaga

Objek Wisata Pantai Lanaga berada di Kabupaten Aceh Barat, dan berlokasi di desa Peunaga, Provinsi Aceh. Jarak tempuh sekitar 5 km dari kota Meulaboh (ibukota kabupaten Aceh Barat). Di kawasan wisata Pantai Lanaga tersedia sarana olah raga air seperti Jet sky dan juga di pantai ini sering diadakan acara perlombaan perahu dengan desain yang unik dan menarik.
antai Lhok Bubon Aceh

Objek Wisata Pantai Lhok Bubon berada di Kabupaten Aceh Barat yang berlokasi di desa Bubon,Provinsi Aceh. Jarak tempuh ke Pantai Lhok Bubon sekitar 8 km dari kota Meulaboh. Pantai Lhok Bubon ini terkenal sebagai daerah penghasil makanan laut, dan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya yang datang untuk menikmati segarnya makanan laut sekaligus menikmati alam pantainya. Selain merupakan tempat tujuan pariwisata, tempat ini menjadi lahan penambahan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.
Air Terjun SKPC Aceh

Air Terjun SKPC dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan salak pondoh milik transmigrasi setempat itu terlihat indah meski belum tertata rapi. Obyek wisata yang berada sekitar delapan km dari pusat Kota itu ramai dikunjungi masyarakat setiap hari libur. Lokasi air terjun SKCP yang berada di kawasan kampung SKPC Kecamatan Penanggalan, tidak begitu jauh dari pusat kota itu bisa dijadikan tempat rekreasi karena alam sekitarnya indah dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan salah pondoh milik masyarakat setempat. Subulussalam berada diperbatasan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kota ini baru definitif dan terpisah dari Kabupaten induk Aceh Singkil. Komoditi dominan daerah kelapa sawit, di samping pertanian. Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam kini sedang giat membangun berbagai fasilitas publik, sehingga terlihat indah pusat kota “transit” yang berbatasan dengan Aceh Singkil,Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Provinsi Sumut itu dinilai strategis prospeknya ke depan.

Kota ini menjadi alternatif bagi warga masyarakat sejumlah kabupaten lain seperti Aceh Barat Daya (Abdya) dan Nagan Raya, terutama mereka yang bertolak ke Medan. Jadi, kota yang definitif bersama Pidie Jaya tersebut diharapkan cepat berkembang karena sering dilalui warga daerah lain. Oleh karena itu, pembenahan berbagai infrastruktur publik termasuk obyek wisata air terjun perlu mendapat perhatian serius Pemko sebagai upaya memperbesar penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) untuk mempercepat program pembangunan. Keindahan obyek wisata air terjun yang dihiasi tanaman kelapa sawit dan salak pondoh itu merupakan anugerah Allah SWT. Keindahan alam sekitarnya ini hendaknya ditata baik sehingga menjadi daerah tujuan wisata (DTW) bernilai ekonomi bagi Pemko Subulussalam.
Danau Aneuk Laot

Danau Aneuk Laot ini berada ditengah-tengah Kota Sabang , kata Aneuk Laot dalam bahasa Aceh, yang berarti Anak Laut, dengan panorama yang indah untuk dinikmati di siang hari, karena tempatnya sejuk dan bila senja tiba kita juga bisa menikmati sunset yang mempesona, dan jika malam tiba cahaya dari lampu-lampu dari atas bukit kota Sabang meneranginya. Danau ini merupakan sumber mata air bagi seluruh penduduk Pulau Weh. Cara menuju lokasi yaitu bisa menggunakan kendaraan pribadi, sewa, ataupun transportasi umum.
Pulau Seulako Sabang

Pulau Seulako merupakan objek wisata yang dikenal sebagai tempat menyelam. Berada tidak jauh dari Pulau Rubiah, Kota Sabang Aceh. Dan memang sudah ditetapkan sebagai Taman Laut oleh Pemerintah Indonesia.
Pulau Rubiah Aceh

Berwisata ke Pulau Rubiah sama dengan menikmati suasana yang tertib dan penuh kekeluargaan Apa kelebihan Pulau Rubiah? Sama dengan Bunaken atau Nusa Penida, Rubiah memiliki taman laut yang memaksa mata tak berkedip. Melalui boat berkaca yang mengelilingi Rubiah, kita bisa menyaksikan aneka ikan tropis, terumbu karang, kerang raksasa, karang yang rusak karena tsunami, serta terumbu karang buatan yang ditanam di sekitar perairan Rubiah. Bahkan ikan hiu biasanya muncul pada bulan pertama atau kedua setiap tahun. Konon, tak semua kawasan bahari ini disapu gelombang tsunami pada 26 Desember 2004.
Harga sewa boat sekitar Rp 250.000-300.000 hingga kembali ke daratan di Iboih. Jika berkelompok, tentu ongkos sewa boat ini tidak terlalu berat, sebab setiap boat bisa menampung 10 penumpang. Sepanjang perjalanan, wisatawan pasti akan terlena menyaksikan melalui kaca bening, ikan-ikan, karang yang hancur karena tsunami, serta dasar laut yang bersih dari sampah-sampah kaleng atau lainnya. Maka rasa lelah pun pasti terbuang dan larut ke dasar Taman Laut Rubiah.

Bagaimana menuju Pulau Rubiah? Begitu tiba di Banda Aceh, bergegaslah ke Pelabuhan Ulee Lheue. Setiap hari, dua kali feri cepat (hanya mengangkut penumpang) dan sekali feri lambat (untuk penumpang dan kendaraan roda empat) berangkat dari Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan, Sabang. Feri cepat berangkat sekitar pukul 09.30 WIB dengan waktu tempuh sekitar satu jam, sedangkan jika dengan feri lambat, menghabiskan waktu sekitar dua jam dengan jam keberangkatan 10.30 WIB.
Lalu dengan minibus umum, wisatawan menuju Pantai Iboih sekitar sejam perjalanan dengan kondisi jalan sudah beraspal. Dari Pantai Iboih, sewalah boat ke Rubiah dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Sebaliknya, feri dari Sabang ke Banda Aceh berangkat tiap hari pukul 16.00 WIB. Lazimnya, wisatawan menghabiskan semalam di Kota Sabang dan pada siangnya langsung ke Dermaga Balohan.
Jika sudah di Sabang, inilah kesempatan untuk melangkah ke kilometer nol–searah ke Pantai Iboih–sebagai tanda dihitungnya jarak Indonesia. Pemerintahan Sabang menyediakan sertifikat sebagai bukti sudah pernah ke kilometer nol, sebagaimana lagu dari Sabang sampai ke Merauke
Pantai Kasih Kota Sabang

Objek Wisata Pantai Kasih adalah pantai berpasir putih yang letaknya dekat dengan pusat Sabang. Karena letaknya yang tidak jauh dari dari Pusat Kota Sabang, masyarakat setempat sering menikmati waktu sore hari untuk sekedar berjalan-jalan disekitar pantai ini. Jika diakhir pekan ataupun hari libur pantai ini juga banyak dikunjungi warga setempat. Disekitar pantai ini juga terdapat perumahan penduduk.
Pantai Ujung Kareung

Pantai Ujung Kareung merupakan pantai indah yang terletak di desa Ie Meulee, Pulau Weh. Pantai Ujung Kareung yang berpasir putih dengan panorama alam yang begitu mempesona.Pantai ini banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing, selain itu banyak olahraga pantai yang disediakan seperti diving dan snorkling. Banyaknya fasilitas yang ditawarkan membuat pantai ini banyak dikunjungi wisatawan.
Pantai Sumur Tiga

Pantai Sumur Tiga merupakan objek Wisata pantai yang indah disalah satu Provinsi Aceh, terletak di Desa Ie Meulee, Pulau Weh. Pantai Pantai Sumur Tiga yang berpasir putih dengan panorama alam yang begitu mempesona.Pantai ini banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing, selain itu banyak olahraga pantai yang disediakan seperti diving dan snorkling. Banyaknya fasilitas yang ditawarkan membuat pantai ini banyak dikunjungi wisatawan.
Pulau Klah

Pulau Klah masih sangat mempesona, dari mata para pengunjung terutama saat melewati jalur Sabang Kota menuju Paya Seunara karena dari jalur itulah pulau yang sempat di jadikan area mercusuar oleh belanda yang sampai saat ini masih di manfaatkan oleh Navigasi itu terlihat jelas pancaran panorama alamnya dan asset pariwisata yang tidak terhingga.

Beberapa bungalow juga sudah tertata rapi di pulau tersebut termasuk dermaga dan jalur menuju puncak juga sudah tersusun rapi , namun kembali sangat disayangkan belum ada sentuhan wisata pendukung lainya untuk terus mengembangkan aset yang tergolong unik ini, karena selain panorama alamnya pulau yang satu ini juga mempunyai cerita unik serta terdapat bangunan sejarah peninggalan Belanda.

Berawal dari sebuah pelabuhan yang cukup ramai sejak tahun 1914 lalu keberadaan Teluk Sabang mulai di kenal oleh hampir seluruh negara maju di dunia, bahkan sebuah pulau di Teluk Sabang itupun sempat dijadikan sebuah lokasi penimbunan logistic bagi mereka yang merapatkan kapalnya di Sabang.

Sejak itu keberadaan Pulau itu semakin menjadi sorotan warga setempat saat hampir setiap tahunya sejumlah bahan logistik termasuk pakaian dan beberapa mainan sering di bagikan pada penduduk setempat, namun karena jadwal pembembagian bantuan tersebut hampir bertepatan pada malam tahun baru dan natal maka warga setempat memberikan nama pulau itu dengan sebutan pulau sinterclaus yang turun untuk memberikan hadiah setiap tahunnya.

Untuk menuju ke Pulau Klah hanya bisa ditempuh dengan perahu atau boat kecil yang disewakan dari Kota Sabang atau daerah lainnya di sekitar teluk Sabang.
Pantai Paradiso

Pantai Paradiso merupakan tempat favorit masyarakat Sabang untuk sekedar menghabiskan waktu sore sambil menikmati matahari terbenam (sunset) di sore hari. Dari pantai ini kita dapat melihat kapal-kapal yang melintasi lautan. Pantai paradiso terletak tidak jauh dari pusat kota, jarak tempuh sekitar 10 menit dari pusat kota Sabang. Kita bisa menggunakan transportasi umum seperti becak motor, kendaraan roda empat ataupun kendaraan roda dua.

Di sepanjang pantai yang telah disediakan tempat duduk yang terbuat dari beton, kita bisa menikmati makanan yang dijual di sekitar pantai. Ada satu jenis makanan yang mungkin jarang ditemui di tempat lain yaitu sate gurita, juga ada mie kepiting khas Aceh, dan aneka makanan lainnya. Di lokasi ini juga Sabang Fair berada , yaitu gedung yang digunakan untuk tempat promosi berbagai ragam barang yang dihasilkan oleh tiap kabupaten dan kota yang ada di Aceh
Wisata Pantai Gapang

Objek Wisata Pantai Gapang (yang kurang dari 5 menit dengan mobil sebelum Iboih) memiliki pantai pasir lebih besar dari Iboih. Terletak di bagian paling barat Indonesia mendekati KM 0, tepatnya di Jalan Sabang – Iboih KM 21, Kota Sabang. Memiliki dua bungalow yang sangat menawan dan Steffen Laut Olahraga (menyelam pusat dengan cabang lain di Coral Bay, Pulau Perhentian Kecil, Malaysia) di jalan dari jalan utama ke pantai. Di pantai Pantai Gapang ada juga beberapa bungalow sederhana dan murah, dan Lumba Lumba, sebuah sekolah menyelam dikelola oleh pasangan Belanda. Lumba Lumba memiliki 7 bungalow dupleks modern dan tinggi standar (20-25 €) dengan lebih dalam pembangunan. Bungalow adalah untuk penyelam tetapi jika masih ada ketersediaan, mereka tidak akan mengirim Anda pergi sebagai non-penyelam.
Pantai Pantai Gapang sangat sibuk pada akhir pekan dengan penduduk setempat. Menyediakan snorkeling sangat baik dan pengalaman menyelam juga, kanan pantai.
Pantai Teupin Layeu

Objek Wisata Pantai Teupin Layeu merupakan salah satu pantai yang ada di Aceh, tepatnya terletak di Desa Iboih Km 23 dari Kota Sabang menuju Kilo Meter 0 Indonesia, Kota Sabang. Pantai Teupin Layeu merupakan pantai andalan di Sabang sebagai tempat wisata pantai, cocok untuk snorkling maupun berenang.
Krueng Cunda

Apa itu Krueng Cunda? Krueng Cunda adalah aliran laut yang memisahkan daratan Lhokseumawe dengan daratan pulau Sumatera. Namanya berasal dari bahasa Aceh “Krueng” artinya sungai dan “Cunda” adalah nama wilayah yang dialiri oleh sungai ini. Krueng Cunda sebenarnya adalah selat, bukanlah sungai.
Fungsi Krueng Cunda ini adalah tempat budidaya ikan air asin oleh penduduk sekitar, karena selain airnya cukup bersih juga tidak ada ombak atau riak besar yang dapat merusak keramba atau penampungan ikan milik penduduk yang rata – rata dibuat dari kayu dan bambu.
Pulau Seumadu

Pulau Seumadu berada di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe,Lokasi wisata ini sekitar 10 kilometer arah timur Kota Lhokseumawe. Jika sampai di depan komplek perumahan PT Arun, maka berbeloklah ke kiri. Lurus. Ikuti jalan itu. Sekitar 100 meter dari Jalan Medan-Banda Aceh, tepat di depan Kompleks Perumahan PT Arun, akan ditemui lokasi wisata pantai itu.
Kawasan Wisata Kuala Langsa Aceh

Salah satu daerah wisata yang ada di Kota Langsa adalah kuala langsa,yang banyak sekali dikunjungi oleh para wisatawan baik dalam maupun luar negri dan merupakan kawasan wisata yg terdiri dari:

* Pelabuhan/Dermaga

Daerah ini sebagian merupakan kawasan hutan lindung sebesar 2706,62 Ha (10,31 %), sedangkan untuk kawasan budi daya kehutanan 5879 Ha, budi daya pertanian 10399,20 Ha. Dan budidaya perkotaan 7256,2 Ha.

* Kawasan hutan mangrove

Adalah kawasan hutan lindung yang berada di sekitar jalan menuju pelabuhan, yg di gunakan sebagai tempat bersantai, dan tersedia kafe- kafe yang menjual berbagai macam makanan dan minuman.

* Belanja makanan laut

Penduduk di sekitar kuala Langsa adalah mayoritas nelayan, disini pengunjung bisa menikmati berbagai macam makanan laut yg segar seperti udang, tiram, kerang, dan berbagai jenis ikan.

* Tempat pemancingan

Disini disediakan juga sarana tempat memancing, cukup dengan menyewa sampan yg telah disediakan.
Sabang beach and the wild terrain of central Palawan
View towards Sabang village from Blue Bamboo Resort
Keindahan Indonesia: Pantai Ngurbloat/Pantai Pasir Panjang di Tual Maluku Tenggara

Selain itu, warna pasir Pantai Ngurbloat ini putih cerah dan sangat lembut. Dalam kondisi mendung pun, pasir pantai tetap terlihat berkilau dan cukup menyilaukan mata. Pada saat kondisi panas terik, pasir pantai ini tidak ikut menjadi panas seperti pasir-pasir pantai pada umumnya. Kelembutan pasir yang ada di Pantai Ngurbloat diyakini masyarakat hanya dapat ditandingi oleh kelembutan tepung. Kondisi itulah yang membedakan Ngurbloat dengan pantai lainnya.

Bagi wisatawan yang membawa anak balita, jangan lupa membawa peralatan untuk bermain pasir. Butiran pasir pantai yang halus menjadikan kulit terasa nyaman saat bersentuhan dengannya.

Di kawasan itu juga orang bisa berenang. Lokasinya cukup aman dan luas karena Pantai Ngurbloat landai. Pulau–pulau kecil yang terletak berhadapan dengan pantai itu membuat ombak laut di pantai tersebut tidak terlalu besar dan arusnya pun tidak terlalu kuat.

Sejumlah kamar di beberapa penginapan di sekitar situ disediakan untuk wisatawan yang ingin bermalam di tepi pantai. Penginapan–penginapan tersebut umumnya berupa rumah panggung ala tropis yang terbuat dari kayu.

Pantai Ngurbloat yang terletak di pesisir barat Pulau Kei Kecil berjarak sekitar 20 kilometer dari Tual, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah itu dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan ataupun angkutan umum yang berpangkalan di Pasar Ohoijang, Langgur. Perjalanan dari Tual ke Pantai Ngurbloat ditempuh sekitar satu jam. Terdapat sejumlah perkampungan kecil yang letaknya terpencar–pencar di antara hamparan padang belukar.

Tanah di Pulau Kei Kecil yang berupa batu karang menyebabkan hanya tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh di sana. Jarang sekali ditemukan pohon–pohon besar dan rimbun.

Untuk ke Maluku Tenggara sendiri, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang ataupun kapal laut dari Ambon. Perjalanan dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, menuju Bandar Udara Dumatubun di Langgur ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat berbadan kecil. Hampir setiap hari terdapat penerbangan dari Ambon menuju Langgur dengan maskapai yang berbeda–beda.

Bagi yang gemar menggunakan angkutan laut, perjalanan dapat dilakukan dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, menuju Pelabuhan Tual. Perjalanan ini berlangsung sekitar 18 jam dengan menggunakan kapal penumpang milik PT Pelni. Waktu tempuh tersebut termasuk singgah sekitar dua jam di Pelabuhan Banda Naira. Namun, perjalanan laut ini biasanya hanya satu kali dalam satu minggu.
rangkumannya :

Pantai Ngurbloat,pantai dengan pasir putih paling halus di dunia atau lebih dikenal oleh penduduk kota Tual dengan Pantai Pasir Panjang.

terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil.

di sini kita bisa menikmati ribuan pohon kelapa yang terhampar dipinggir pantai, air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang akan membuat anda betah berlama-lama ditempat ini gan,dan tentu saja,hamparan pasir putih yg membentang sejauh 5km.

Pasir pasir di pantai ini putih cerah dan sangat lembut ,bahkan di waktu mendung,dan di saat panas terik,pasir tersebut tidak menjadi panas seperti pasir2 lain pada umumya
GUNUNG LEUSER ( 3.381 mdpl )

Raksasa di Serambi Mekkah

Taman Nasional Gunung leuseur ( TNGL ) adalah salah satu hutan lindung yang ditetapkan sebagai taman yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Taman nasional ini terletak di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam ( Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Timur dan Aceh Singkil ) dan Propinsi Sumatera Utara ( Kabupaten Langkat dan Karo ) dengan luas 80.000 hektar. Aceh menempati tiga perempat luas taman nasional tersebut. Secara spesifik kawasan gunung Leuser terdiri dari Suaka Margasatwa ( SM ) Kluit 20.000 ha, SM Gunung Leuser 416.500 ha, SM Kappi 142.800 ha, SM Langkat Selatan 82.985 ha, SM sikundur 60.000 ha, Taman Wisata Lawe Gura 9.200 ha, TW Sikundur 18.500 ha, dan hutan lindung serta hutan produksi terbatas seluas 292.707 ha.
Temperatur minimum di sana yaitu 21,1-27.5 derajat celcius dengan curah hujan rata-rata 1.300-4.600 mm pertahun - pada musim kemarau curah hujan tidak lebih dari 100 mm/bulan dengan kelembaban nisbi 80-100%.

AKSES KE SANA
Dari terminal Pinang Baris - Medan, pendaki dapat naik bis berukuran besar seperti Garuda, Pinem atau selian menuju Kutacene yang berjarak 233 km, dengan memakan waktu kira-kira 10-12 jam. Dalam perjalanan tersebut pendaki akan melewati brastagi dan Kaban jahe. Kutacane merupakan ibukota Aceh Tenggara. Daerah ini membentang diantara jalan raya yang menghubungkan Banda Aceh dengan Bakingan, yang membentang sepanjang 508 km.
Selain melalui Medan, Kutacane juga dapat ditempuh melalui Banda Aceh dengan mengendarai Colt L-300. Selanjutnya dari kutacane naik angkutan lokal ( Loser, MArmas ) Jurusan Blangkajeren ke Desa Angusan, atau dapat mencarter langsung ke Desa Kedah Penosan.

PERIZINAN
Selain medan yang membahayakan, juga karena keadaan keamanan di NAD belum sepenuhnya stabil maka pendaki diharapkan mengurus segala perizinan mulai dari Pemda TK I,Kadit Sospol,Kapolres Aceh Tenggara,Basarnas di KKR Polonia Medan,TNGL Aceh Tenggara, Surat keterangan dari organisasi pendakian dan juga surat keterangan dokter.

PENDAKIAN
Telah banyak yang melakukan pendakian menuju Gunung Leuser. Berbagai Jalur Sudah Dirintis. Sekarang sudah terdapat 4 jalur yakni jalur Normal, meruakan jalur pertama yang dibuka oleh Wanadri. Jalur ini mengambil start dari Desa Kedah Penosan Kuta Panjang Aceh Tenggara. Tiga jalur lainnya terdapat pada pendakian Gunung Leuser melalui jalur selatan. Ketiga jalur tersebut yakni jalur Peulumat yang dibuka oleh UKM PA Leuser Unsyiah pada tahun 1994, yang startnya dimulai dari Desa Peulumat Kecamatan Labuhan Aceh Selatan, jalur Rika Vandayana yang dibuka pada tahun 1990.Perintisan jalur tersebut gagal dan hilang, karena saat rombingan menyebrangi Sungai Kerueng MEukek dilanda air bah, yang mengakibatkan tewasnya Rika Vandayana yang juga merupakan Anggota Wanadri. Beberapa waktu kemudain jalur ini dirintis kembali oleh tim putri Jeumpa pada tahun 1995 yang mengambil start dari Desa Jambo Papeun KEcamatan Meukek Aceh Selatan. Jalur ini kemudian diberi nama jalur Putri Jeumpa. dan jalur Manggeng yang dirintis oleh anggota gabungan Wanadri dan Brimob Polri pada bulan Mei 1994 melalui kecamatan Manggeng Aceh Selatan.

GREEN SINEBUK ( KEDAH ) - SIMPANG ANGKASAN
Dari jalur Kedah Aceh Tenggara, puncak gunung yang dituju tidak kelihatan berbeda dengan gunung-gunung lain yang ada di Jawa. Green Sinebuk merupakan pos terakhir berupa Bungalow yang berada pada ketinggian 1555 mdpl. Vegetasi di sekitar daerah ini merupakan daerah perkebunan masyarakat dan hutan herogen dengan keadaan alam yang berupa perbukitan dataran tinggi. Setiba di daerah ini pendaki akan diserbu oleh para guide yang memasang tarif antara Rp. 800.000 s/d Rp.1.000.000 per pendakian.
Disekitar area ini terdapat 7 etnis penduduk yang mendiami seputar ekosistem Leuser yaitu Gayo, Aceh, Melayu, Alas, Singkil, Karo dan Pakpak. Untuk menuju puncak gunung Leuser diperlukan waktu selama 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Maka secara total pulang - pergi, pendakian memakan waktu kira -kira 14-16 hari. untuk mencapai puncak gunung Leuser pendai harus melewati 7 gunung lagi sebagai persyaratannya.
Hutan pertama yang ditemui kondisinya masih cukup rimbun dan berlumut yang menyebabkan jalan setapaknya sangat licin. karena lebatnya hutan di daerah ini, sinar mataharipu tidak samai ke tanah sehingga kelembabannya menjadi abadi. Menurut penduduk setmpat, daerah di sekitar ini terdapat " persimpangan siluman " yang merupakan sebuah persimpangan menuju perkebunan ilegal " perkebunan daun surga " yang di kelola oleh oknum - oknum tertentu. Disinyalir harimau Sumatra masih berkelian di sekitar daerah ini. dan di sepanjang jalan akan disajikan pemandangan hewan - hewan yang langka.
Menuju Simpang Angkasan diperlukan waktu normal pendakian 9-10 jam, itupun jika di dukung cuaca yang bersahabat.

SIMPANG ANGKASAN - JAMBUR
Simpang Angkasan terdapat disebuah pegunungan yang berada di ketinggian 1525 mdpl. Vegetasi di sekitar adalah hutan heterogen dan hutan yang telah hangus terbakar.Banyak terdapat jenis burung dan tumbuhan pemangsa binatang ( kantong semar ). Didaerah ini pendaki diwajibkan waspada karena terdapat percabangan lintasan yang cukup membingungkan. Untuk itu diperlukan Orientasi dan navigasi yang jitu dan tepat agar pendaki dapat meneruskan perjalanan menuju jambur. Lintasan menuju Jambur mulai nanjak dan berat dengan lebatnya vegetasi yang di dominasi oleh juluran pohon rotan. Diperlukan waktu 2-3 jam menuju JAmbur.

JAMBUR - PUNCAK ANGKASAN
Jambur merupakan sebuah pos pendakian yang berupa tanah terbuka dan disekitar terdapat genangan air yang dapat digunakan sebagai keperluan memasak bagi para pendaki. Untuk menuju puncak Angkasan diperlukan waktu 3-4 jam dengan lintasan yang tetap menanjak.

PUNCAK ANGKASAN - SIMPANG JI'IT
Puncak Angkasan berada pada ketinggian 2891 mdpl. Disini pendaki dapat menjumpai beberapa jenis fauna. Perjalanan kesana ditempuh dengan menyusuri sebuah punggungan yang berhutan sangat lebat. Perjalanan kira-kira memakan waktu 2-2.5 jam dengan panjang lintasan 3.4 km.
Simpang JI'IT biasa dikenal juga dengan simpang 21. Selepas area ini lintasan tetap landai. Sekitar 1 km kemudian pendaki akan memasuki area hutan kayu manis. Selanjutnya pendaki harus benar- benar kembali menentukan orientasi medan yang tepat karena lintasan banyak tertutup oleh semak. Untuk sampai lintasan Badak pendaki perlu menempuhnya selama 3.5 - 4 jam dengan lintasa menanjak.

LINTASAN BADAK - BLANGBEKE
Lintasan Badak merupakan area camp yang berada didekat Bukit Perpanji. Biasanya pendaki berada disini jika telah memasuki hari kelima. Setelah itu lintasan menuju Blangbeke sangatlah panjang yang memakan waktu pendakian 8-10 jam. Untuk itu pendaki dianjurkan menimbun logistik sebagai cadangan m,akanan saat turun kelak.
Medan menuju Blangbeke lebih terbuka dan banyak vegetsi semak perdu.

BLANGBEKE - KOLAM BADAK
Selepas area Blangbeke kondisi medan mulai memasuki daerah berhutan lebat dan pepohonannya diselimuti lumut tebal. Vegatasi sepanjang lintasan ini sangatlah beragam mulai dari pohon berbatang keras dan lebat hingga semak dan benalu yang menempel apada pepohonan besar tersebut. Namun sepanjang lintasan ini belum dapat ditemui edelweis. Selepas area tersebut pendaki akan menyebrangi tiga buah sungai kecil dan sangat jernih dan dingin, dan sebuah sungai yang cukup besar dengan luas penampang mencapai 10m, yang bernama sungai Alas 2 . sekitar 3 jam kemudian, pendaki akan tiba di Camp Kolam Badak.

KOLAM BADAK - BIPAK
Dinamakan kolam badak karena tempat ini sering digunakan berkubang oleh Badak-Badak Sumatera. Panorama disekitar kolam badak ini sangatlah indah bila cuaca cerah. Karena lokasinya sangat terbuka sehingga memungkinkan pendaki untuk menyaksikan area di kawasan bawah. selain itu di tempat ini juga terdapat genangan air yang menyerupai sebuah danau. Ditempat yang cukup terbuka dengan sinar matahari yang cukup ini pendaki dapat menyempatkan diri menjemur segala perlengkapan pendakian yang basah.
Selepas area kolam badak medan yang akan dilalui pendaki kembali menanjak dan sesekali menurun dengan pemandangan yang sangat indah. untuk mencapai Camp Bipak perlu waktu 5.5-6 jam.

BIPAK - BIPAK KALENG
Bipak kaleng merupakan sebuah pos yang berasal dari kata bivoak atau bivak. Tempat ini berada disebuah puncak bukit kecil yang tak bernama, biasanya pada hari ke 7 pendaki akan tiba disini. Puncak Leuser belumlah menampakan dirinya. Untuk sampai ke bipak kaleng memakan waktu selama 5-6 jam pendakian dengan medan yang hampir sama dengan sebelumnya, yakni naik turun melewati perbukitan dan lembah.

BIPAK KALENG - BIPAK BATU
Dinamakan bipak kaleng karena diarea ini terdapat bekas kaleng sisa makanan yang didrop dari helikopter kepada rombongan yang kehabisan perbekalan. untuk sampai ke bipak batu hanya memerlukan waktu 30-45 menit.

BIPAK BATU - PADANG SABANA
Dinamakan bipak batu karena di tempat ini banyak terdapat batu berserakan dengan dikelilingi vegetasi semak dan nyaris tidak terdapat pepohonan. Dari area ini puncak Gunung Leuser masih belum tampak. Selepas area ini lintasan landai dan tidak begitu menanjak. Ditengah pendakian dapat di temui sebuah sungai kecil yang membentang, airnya jernih. Untuk mencapai padang sabana diperlukan waktu 4-4.5 jam.

PADANG SABANA - PUNCAK LOSER
Padang sabana merupakan padang rumput yang sangat luas dan indah. Area ini dapat digunakan pendaki sebagai tempat summit attack untuk keesokan harinya menuju puncak Loser. Lintasan menuju puncak loser tidaklah begitu menanjak dan hanya membutuhkan waktu selama 1.5 jam.
Puncak Loser merupakan yang tertinggi dari puncak Leuser. Puncak ini mempunyai ketinggian 3404 mdpl, dan hanya berdampingan dengan puncak gunung Leuser yang merupakan rentetan Bukit Barisan yang memanjang di sepanjang pulau Sumatera.
Kemudian perjalanan dapat dilanjutkan menuju Puncak Leuser yang membutuhkan waktu pendakian 5-6 jam, dengan melewati beberapa punggungan. Setiba di Puncak Leuser pendaki dapat menyaksikan indahnya Taman Nasional Gunung Leuser yang berbukit -bukit bergelombang seluas 950.000 ha dan dihiasi oleh deburan ombak nun jauh di sisi selatan diantara kabut tipis yang melintas, yang menyadarkan betapa kecilnya umat manusia.
GUNUNG DEMPO

erletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Apabila anda dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di Lahat.

Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari.

Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 km dari terminal. Di pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.

Meski gunung ini cukup tinggi, tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah sungai kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama Puncak Api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir di sini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.

Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan propinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusuun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana
Nirwana di Lembah Parapuyang

Gunung api strato ini secara administratif terletak di Kecamatan Pagar Alam, Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, Gunung ini masih merupakan aliran bukit barisan yang dikelilingi oleh bukit yang menjulang tinggi seperti Bukit Dingin ( 2026 mdpl ), Bukit Payung ( 1570 mdpl ) dan Gunung Merapi. Selain banyak penduduk desa yang naik ke puncak baik sekedar menikmati alam atau mencari kayu, banyak juga pendaki-pendaki yang berkunjung ke gunung ini pada akhir minggu, khususnya pendaki dari Bengkulu, Palembang , Lampung dan sekitarnya.

AKSES KE SANA

PALEMBANG – PAGAR ALAM-PTPN III ( BAPAK ANTON )

Dari ibu kota Sumatera Selatan, Palembang atau tepatnya di Terminal Palembang yang terletak di bawah jembatan Ampera, pendaki dapat menggunakan mini bus menuju Pagar Alam yang memakan waktu 7 jam. Selepas Kota Lahat jalanan beraspal mulai menanjak dan berliku dengan jurang yang menganga di sepanjang bibir aspal hingga mencapai Kota Pagar Alam yang sangat dingin dan indah. Sesuai dengan namanya, kota ini dipagari oleh rentetan Pegunungan Bukit Barisan. Yang tertinggi dibukit itu adalah

Gunung Dempo.

Penduduk Pagar Alam sangat majemuk. Selain terdapat beberapa suku asli seperti suku Pasma, Gary, Lintang juga terdapat suku pendatang dari jawa yang mewarnai roda kehidupan di kota ini. Perjalanan menuju PTPN III yang berjarak 15 km dapat ditempuh dengan naik angkutan pedesaan selama 1 jam. Disini pendaki akan melewati perkebunan kopi.


PENDAKIAN


PTPN III - KAMPUNG EMPAT

Perjalanan menuju Kampung Empat memakan waktu selama 1 jam dengan melewati vegetasi perkebunan teh.


KAMPUNG EMPAT - PINTU RIMBO

Kampung Empat ini berada di ketinggian 1200 mdpl dan merupakan tempat tinggal bagi karyawan pemetik teh yang mayoritas berasal dari daerah Jawa. Pendaki dapat menyiapkan perbekalan air dari kampung ini, tetapi untuk kebutuhan logistik sbaiknya dipenuhi dari bawah karena di tempat ini persediaan kurang memadai. Selepas Kampung Empat pendakian di lanjutkan menuju Pintu Rimbo yang memakan waktu 30 menit. Pendaki akan tetap melewati hamparan kebun teh dan hamparan Bukit Barisan.


PINTU RIMBO - POS I

Pintu Rimbo merupakan batas vegetasi antara perkebunan teh dengan hutan Raya Gunung Dempo. MEnuju pos I lintasan sangat licin dan terjal. Bahkan sesekali pendaki akan dipaksa berpegangan pada akar-akar pohon demi menggapai lintasan selanjutnya. Menuju pos I membutuhkan waktu selama 2 jam.


POS I - POS II

Di pos I terdapat sumber air. Pendakian menuju pos II membutuhkan waktu 2 jam dengan rute yang tetap menanjak ( melalui jalur air ) dan sangat licin diwaktu hujan. Di tengah lintasan pendaki akan menemui sebuah tanjakan curam yang di kenal dengan sebutan Tanjakan Dinding Lemari.


POS II - MAKAM PUYANG HERLAN

Pos II ini berada di ketinggian 2600 mdpl. dan terdapat mata air pada sisi kanan lintasan pendakian. medan tetap menanjak dengan jarak tempuh 2.5 jam hingga puyang herlan.


MAKAM PUYANG HERLAN - PUNCAK DEMPO

Pos Makam Puyang Herlan berada pada ketinggian 2950 mdpl. Selepas daerah ini lintasan mulai memasuki vegetasi Cantigi ( Penduduk setempat menamai tanaman ini dengan sebutan kayu panjang umur). Waktu tempuh menuju puncak Dempo adalah 30 menit.

Puncak Dempo merupakan dataran kecil yang berada di ketinggian 3173 mdpl. disini pendaki dapat melihat pemandangan dengan leluasa karena daerah ini sangat terbuka.
Gunung Kerinci masuk dalam bukit barisan, yang secara administratif terletak diantara Propinsi Sumatera Barat dan Jambi tepatnya di kabupaten Kerinci. Gunung yang masih aktif ini juga masuk dalam pangkuan Taman Nasional Kerinci Seblat yang luasnya mencapai 1.484.660 ha. Taman nasional ini membentang membentuk bukit barisan hingga 4 propinsi. Sebagian besar dari taman nasional ini masuk dalam Propinsi Jambi. Taman nasional ini ditetapkan sebagai daerah Konservasi pada 14 Oktober 1982 yang melindungi fauna seperti Harimau Sumatera, Wau-wau, Siamang, Ungko, Simpei, dll.

AKSES KE SANA

BANGKO-SUNGAI PENUH KAYU ARO ( KERSIK TUO )
Selain dari Bangko, Sungai penuh dapat juga ditempuh dari kota Padang. Selepas Bangko pendaki akan menjumpai jalan aspal yang sempit dan berliku dipagari oleh tebing-tebing raksasa yang diselimuti oleh hutan hujan tropis, jurang-jurang yang menganga pada setiap tepi jalan, dan bentangan sungai Batang Merangin dengan panduan air terjunnya. Pemandangan tersebut dapat disaksikan selama 4 jam perjalanan menuju sungai penuh. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Kayu Aro selama 2 jam. Pemandangan yang tersaji tetap indah yang terdiri dari bukit-bukit, perkebunan teh dan ladang sayuran di dataran tinggi yang sangat luas. Turun di Kayu Aro, Dusun kresik tuo atau tepatnya simpang macan yang merupakan tugu Harimau Sumatera. PENDAKIAN KERSIK TUO ( TUGU MACAN ) - R SEPULUH Daerah Kersik Tuo terletak di ketinggian 1400 mdpl. Tempat ini terletak di 49 km sebelah utara Kabupaten Kerinci. Mayoritas penduduk disini adalah keturunan Jawa, sehingga bahasa yang digunakan pun bahasa Jawa. Pendakian dari Kersik Tuo menuju Puncak Kerinci membutuhkan waktu kira-kira 10-12 jam. Untuk menuju R Sepuluh dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 45 menit atau dapat juga dengan naik ojek. Selama perjalanan ke R sepuluh pendaki akan melewati hamparan luas perkebunan teh yang ditanam sejak masa kolonial, tepatnya tahun 1923. Daerah ini cukup landai. R SEPULUH - PINTU RIMBO R Sepuluh merupakan tempat pendaftaran sekaligus pos pendakian awal. Selepas daerah tersebut pendaki akan melewati ladang penduduk, dengan jalan masih tetap beraspal dan landai. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, pendaki akan sampai di Pintu Rimbo. PINTU RIMBO - PESANGGRAHAN I Pintu Rimbo merupakan pintu masuk yang sekaligus sebagai batas vegetasi antara ladang penduduk dan rimba raya Kerinci. Disini pendaki dapat menemui mata air yang terletak di sisi kiri lintasan. Selepas itu pendaki akan melewati lintasan setapak, landai dan dikelilingi oleh hutan yang lebat dan pepohonan berukuran raksasa. Sekitar 10 menit kemudian pendaki akan tiba di pos Pesanggrahan I

PESANGGRAHAN I – PESANGGRAHAN II

Pesanggrahan I merupakan sebuah pondok. Selepas daerah ini lintasan tetap landai hingga pesanggrahan II. Ditengah lintasan, pendaki akan menemui batu lumut. Tidak jauh dari tempat tersebut terdapat aliran sungai, yang berada di sisi kiri lintasan.

PESANGGRAHAN II – PESANGGRAHAN III ( POS I )

Keadaan pondok di pesanggrahan II ini menyerupai pondok sebelumnya. Menuju pos pesanggrahan selanjutnya lintasan tetap landai.

PESANGGRAHAN III ( POS I ) – POS II

Total waktu tempuh dari Pintu Rimbo hingga pso I ini kira-kira 3-4 jam. Pos I ini terletak pada ketinggian 2700 mdpl. Selepas pos I lintasan mulai menanjak dan terjal dengan sesekali diselingi hamparan jurang yang menganga pada sisi-sisi lintasan. Beratnya lintasan ini membuat pendaki sesekali juga harus memakai akar-akar pepohonan untuk dapat mencapai pos II yang dapat ditempuh selama 2-3 jam. Pada lintasan ini pendaki akan melewati batas vegetasi antara hutan hujan tropis dengan daerah tundra yang di tumbuhi tanaman khas sub alpin yang mempunyai ketinggian maksimal 2 meter. Sepanjang lintasan ini angin biasanya berhembus sangat kencang karena daerahnya cukup terbuka.

POS II – POS III

Di pos II terdapat sumber air pada sisi kiri bawah lintasan. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu 30 menit. Biasanya di pos inilah para pendaki melakukan summit attack untuk keesokan harinya. Menuju pos III lintasan tetap menanjak yang memaksa pendaki sesekali memanjat akar pepohonan sebagai syarat untuk dapat melangkah ke pos berikutnya. Waktu tempuh menuju pos III adalah 1 jam.

POS III – PUNCAK KERINCI
Pos III merupakan daerah perbatasan antara tumbuhan sub alpin dengan bentangan area padang pasir yang terjal. Di sekitar area ini adalah tempat yang sangat berrbahaya untuk mendirikan tenda, karena hembusan anginya sangat kencang dan temapat ini sangat terbuka.

Satu jam selepas pos III akan ditemui Tugu Yudha yang teletak pada ketinggian 3600 mdpl. Selepas tugu tersebut medan semakin menanjak dengan bebatuan vulkanik yang mudah longsor. Satu jam kemudian pendaki akan tiba di puncak tertinggi Kerinci yang berbentuk triangulasi pada ketinggian 3805 mdpl, yang juga merupakan puncak tertinggi se-Sumatera dan Jawa. Pada puncaknya yang masih aktif akan ditemui kawah dinding yang berwarna hijau kekuningan yang berukuran 600x1000 meter persegi.

Dipuncak ini pendaki dapat menyaksikan dengan leluasa pemandangan yang berserakan di bawah. Tampak Samudera Hindia di sisi barat, Gunung Situjuh dan daerah-daerah di kaki-kaki Gunung Kerinci seperti Lubuk Gadang, Muara Labu, dan lain-lain yang lebih menawan dan indah.
Danau Gunung Tujuh terletak pada ketinggian 1.950 m dari permukan laut (dpl). Dengan ketinggian tersebut Danau Gunung Tujuh tercatat sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini terbentuk karena letusan Gunung Tujuh pada ratusan tahun silam. Bekas letusan tersebut membentuk sebuah kawah yang lama-kelamaan penuh terisi oleh air hujan.

Air Danau Gunung Tujuh menjadi sumber mata air dari Air Terjun Gunung Tujuh, Air Terjun Telun Berasap, dan Sungai Batang Sangir. Air Terjun Gunung Tujuh dan Air Terjun Telun Berasap ini menjadi bagian lain dari wisata andalan yang terdapat Kabupaten Kerinci.

Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Danau Gunung Tujuh merupakan danau sekti (sakti). Mereka meyakini bahwa danau tersebut dijaga dan dihuni oleh dua makhluk halus menyerupai manusia yang dikawal oleh beberapa pasukan (pengikut) setia menyerupai harimau. Kedua makhluk tersebut oleh masyarakat diberi nama “Lbei Sakti” dan “Saleh Sri Menanti”.

B. Keistimewaan
Kondisi alam Danau Gunung Tujuh masih asri dan belum terusik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Suasana alamnya begitu menyejukkan, panoramanya begitu indah dan alami, dan airnya begitu jernih. Kondisi ini memberikan ketentraman dan ketenangan bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Keindahan Danau Gunung Tujuh bertambah lengkap oleh barisan hamparan tujuh gunung yang mengelilinginya. Ketujuh gunung tersebut meliputi Gunung Hulu Tebo (2.525 m dpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 m dpl), Gunung Madura Besi (2.418 m dpl), Gunung Lumut (2.350 m dpl), Gunung Selasih (2.230 m dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 m dpl) dan Gunung Tujuh (2.735 m dpl).

Di beberapa titik di pinggir danau ini, terdapat pasir yang terbentang menyerupai pantai. Tempat tersebut dapat digunakan oleh para wisatawan untuk berkemah sembari menanti terbitnya sang mentari dari ufuk timur. Pada saat matahari menampakkan wajahnya, para wisatawan dapat menikmati keindahan danau yang menakjubkan.

C. Lokasi
Danau Gunung Tujuh terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia

D. Akses
Untuk mencapai lokasi ada 3 tahap perjalanan yang mesti dilalui oleh para wisatawan. Pertama, perjalanan bisa ditempuh melalui tiga alternatif. (1) Perjalanan dari Kota Jambi ke Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dapat ditempuh sekitar 10 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. (2) Perjalanan dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km dapat ditempuh sekitar 7 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. (3) Perjalanan dari Kota Padang ke Muaralabuh yang dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 211 km dapat ditempuh sekitar 5-6 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.
Taman Nasional Berbak merupakan kawasan pelestarian alam untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara yang belum terjamah oleh eksploitasi manusia. Keunikannya berupa gabungan yang menarik antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir Timur Sumatera.

Jenis tumbuhan di taman nasional antara lain meranti (Shorea sp.), dan berbagai jenis palem. Taman Nasional Berbak terkenal memiliki paling banyak jenis palem tanaman hias di Indonesia. Jenis palem tanaman hias yang tergolong langka antara lain jenis daun payung (Johanesteijmannia altifrons) serta jenis yang baru ditemukan yaitu Lepidonia kingii (Lorantaceae) yang berbunga besar dengan warna merah/ungu.

Ratusan bahkan ribuan burung migran dapat dilihat di taman nasional ini, yang dapat menimbulkan kekaguman apabila burung-burung tersebut terbang secara berkelompok.
Danau Gunung Tujuh Dari Gunung Kerinci
Gunung Tujuh
Danau Maninjau, Sumatera Barat

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.
Air Terjun Sembilan Tingkat, Bengkulu

Bengkulu (ANTARA News) – Curug (air terjun) Sembilan Tingkat masih menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing. Keunikan air terjun itu, yakni air yang mengalir dari atas bukit membentuk sembilan tingkatan, sangat berbeda dengan air terjun di tempat lain yang airnya jatuh lurus dari atas ke bawah.
Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara
Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara
Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara
Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara
pulau weh, sabang, nanggroe aceh darussalam
Gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 m dari permukaan laut. Gunung ini terletak berdampingan dengan gunung Singgalang, yang hanya dipisahkan oleh sebuah jalan raya yang menghubungkan kota Bukit Tinggi dengan kota Padang Panjang. Seperti halnya gunung Sibayak di Sumatera Utara dan gunung Gede di Jawa Barat, gunung Marapi juga selalu ramai didaki oleh para pendaki Sumatera Barat di setiap malam minggu. Titik awal pendakian ini adalah dari desa Koto Baru yang terletak dipinggir jalan antara Bukit Tinggi dan Padang Panjang. Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api yang aktif untuk kawasan Sumatera. Bagi penduduk Sumatera Barat gunung Marapi ini mempunyai nilai cultural historis tersendiri. Mirip dengan daerah titik awal pendakian gunung Singgalang, daerah kaki gunung Marapi ini sudah banyak yang dibuka oleh penduduk setempat sehingga tidak banyak kesulitan. Serta penduduknya juga sama ramahnya. Dipuncak gunung ini terdapat beberapa buah kawah kecil dan besar, kawah besar merupakan gabungan dua buah kawah yang tadinya terpisah menjadi satu karena letusan yang hebat beberapa tahun yang lalu. Puncak gunung ini dikenal dengan nama puncak Merpati, dari puncak ini kita bebas memandang kesegala arah salah satunya yaitu pemandangan dataran Agam yang hijau kecoklatan. puncak ini sangat sempit dan disisi dalam merupakan kawah sedangkan sisi luar jurang yang curam.
Rute Pendakian

Pendakian dimulai dari desa Koto Baru, dari desa terakhir ini pendakian terlebih dahulu akan melewati daerah yang terbuka, dengan udara yang sejuk dan selanjutnya kita akan melewati sebuah stasiun relay TV dan terus mendaki dan sampai di daerah yang dinamakan Persenggrahan. Tempat ini adalah warung-warung yang selalu ramai orang berjualan dimalam minggu saat banyak pendaki yang mendaki. Kemiringan gunung ini tidak terjal sehingga dirasa lebih terasa menyenangkan dibandingkan dengan tanjakan jalan setapaknya gunung Singgalang. Jalan setapak yang jelas dan mudah diikuti, hutannya tidak begitu rapat.

Setelah melewati daerah hutan kita kembali menuju daerah yang agak terbuka dengan tumbuhan yang biasa terdapat didaerah ketinggian. Tumbuhan jenis rendah, termasuk vegetasi sub alpine. Dari daerah kita akan sampai didaerah yang terdiri dari pasir dan kerikil. Ini merupakan daerah terbuka dan mirip dengan kondisi di gunung Slamet Jawah Tengah.

Memasuki daerah puncak kita akan menjumpai daerah dataran lebar yang kehitam-hitaman yang dipenuhi oleh lubang-lubang seperti kepundan yang teah mati. dari sini perjalanan terus lurus dan mendaki ke arah puncak gunung Merapi yaitu puncak yang dikenal dengan nama puncak Merpati.
Perijinan

Perijinan untuk mendaki gunung ini tidak begitu sulit, gunung ini belum dikelola oleh taman nasional. Dari pengalaman terakhir highcamp web master mendaki gunung ini, pada waktu itu hanya perlu melapor ke kantor Polsek koto baru dengan menyerahkan photocopy KTP dan surat keterangan jalan (jika ada).
Tempat Menarik

Dikaki gunung ini terdapat didesa Koto Baru terdapat sebuah telaga kecil yang kelihatan jelas dari jalan raya Bukit Tinggi - Padang Panjang. Sedangkan di gunung Marapinya sendiri kita bisa menyaksikan beberapa buah kawah dipuncaknya. Jika anda punya waktu yang cukup luang sebaiknya anda mengunjungi desa Pandai Sikat yang letaknya tidak begitu jauh dari desa Koto Baru. Desa Pandai Sikat ini terkenal akan tenun ikat dan Ukiran kayunya.
Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia

walopun udah pernah dibahas tentang keberadaan Atlantis, tapi saya tertarik untuk membahas teori yg satu ini..

ulasan Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D dari teorinya Prof. Santos. Musibah alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis. Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005).

Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Konteks Indonesia Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda.

Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene).

Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu.

Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda. Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang.

Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua.

Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events. Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu.

Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia.

Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali. Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan.

Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut.

Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau. Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
Gunung Singgalang yang terletak di ketinggian 2.877 m di atas permukaan laut (dpl). Gunung Merapi dekat dengan Kota Bukittinggi, tepatnya Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia.

Keistimewaan
Di antara banyak gunung-gunung di Sumatera Barat, Gunung Singgalang merupakan daya tarik wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Di puncak gunung, Anda eill menemukan dua kolam bernama "Telaga Dewi" dan "Telaga Kumbang"

Cara ke Sana
Gunung Singgalang dapat dicapai cukup mudah, mengingat lokasinya tidak jauh dari pusat kota Bukittinggi dan Padang Panjang. Dari Padang atau Bandar Udara Internasional Minangkabau ke Gunung Singgalang memakan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke lokasi. Sementara itu, jika berangkat dari Kota Bukittinggi berlangsung sekitar 30 menit. Transportasi untuk mencapai lokasi dapat dilakukan melalui jalur darat, dapat menggunakan transportasi umum atau perjalanan. Biaya transportasi antara Rp 15.000 - Rp 20.000 per orang.

Untuk mencapai puncak gunung, ada tiga cara yang dapat diakses:

1. Cara Pandai Sikek (dari Koto Baru), itu mulai dari Kota Padang ke Koto Baru dan Pandai Sikek terus oleh setiap transportaion diakses publik, biaya transportasi sekitar Rp 3.000.
2. Cara Kenagarian Malalak (dari Toboh), itu mulai dari Padang ke Bukittinggi terus Toboh oleh kendaraan umum, biaya transportasi sekitar Rp 5.000.
3. cara Balingka, itu dimulai dari Padang ke Bukittinggi (Padang Luar) terus Batu Tagak, biaya transportasi sekitar Rp 4.000.

Akomodasi
Gunung Singgalang lokasi tidak jauh dari kota Bukittinggi dan Padang Panjang. Anda dapat menghabiskan malam lebih karena ada banyak hotel yang dapat ditemukan.

Untuk Makan
Sepanjang jalan menuju Gunung Singgalang, terdapat banyak restoran yang menawarkan berbagai masakan Padang makanan dapat menyembuhkan wisatawan kelaparan.
Danau Singkarak merupakan Danau terluas ke-2 di Sumatera setelah Danau Toba. Danau yang terletak pada ketinggian 36,5 meter dari permukaan laut ini merupakan habitat dari spesies ikan hias yang hanya hidup di Danau ini saja. Masyarakat setempat menyebutkan " Ikan Bilih ". Yang menjadi keunikan dari ikan ini, ia tidak dapat dibudidayakan di luar habitatnya.

Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman.

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini[1], dan menjadi salah satu makanan khas.
Deleng Sibayak - Tanah Karo
Gunung Sinabung adalah nama sebuah gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sinabung bersama Sibayak di dekatnya adalah 2 gunung berapi aktif di Sumatera Utara. Dengan ketinggian 2.460 meter, gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara.

Koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT.
Ada 2 gunung tinggi di dekat Brastagi ...
1. Gunung Sibayak
2. Gunung Sinabung ...


Gunung Sinabung dari Udara
Sibolga dari Udara
Ini Jajaran Pegunungan Bukit Barisan yang ada di Sumatra Utara
Gambar oleh Indo Pilot ,,, Gambar Pegunungan Bukit Barisan terkeren yang pernah kulihat :P ... Sumatra Utara dan Aceh memang kawasan paling indah di Sumatra untuk spotting pemandangan Bukit Barisan
Gunung Pesagi merupakan gunung tertinggi di Lampung dengan ketinggian 2000 m dpl.

Dibalik pesonanya yang begitu eksotik , gunung ini menyimpan berjuta tantangan bagi para pendaki. Setiap tahunnya gunung ini banyak dikunjungi para pendaki baik dari sekitar Provinsi Lampung maupun dari Pulau Jawa , Apalagi setiap tahunnya Pemda Kabupaten Lampung Barat mengadakan event Kebut Gunung Pesagi.
Dengan ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut, Gunung Tanggamus tak sekedar gunung tertinggi kedua di Provinsi Lampung, setelah Gunung Pesagi di Kabupaten Lampung Barat. Gunung, ikon Kabupaten Tanggamus ini, menawarkan wisata petualangan yang memikat bagi mereka yang gemar mendaki.
Gunung Marapi (juga dikenal sebagai Merapi atau Berapi) adalah gunung berapi yang terletak di Sumatra Barat, Indonesia. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di Sumatra. Terletak di dekat Bukittinggi dan memiliki ketinggian 2891,3 m. Marapi sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad 18.
Gunung Talamau adalah gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berdampingan dengan Gunung Pasaman. Gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Barat ini memiliki ketinggian 2,920 meter ini, termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif.

Dibawah puncak gunung pada ketinggian sekitar 2.750 m, terdapat 13 telaga. Nama-nama telaga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh penduduk disekitar Gunung Talamau.
Gunung Tandikat adalah gunungapi yang berdiri tegak di dataran tinggi Minangkabau, kira–kira 7,5 km dari kota Padang Panjang, Sumatra Barat. Gunung ini membentang lebar ke arah selatan, dan di sebelah baratnya berbatasan dengan Danau Maninjau. Di sisi utaranya gunung ini berdampingan dengan Gunung Singgalang, sementara sebelah timurnya merupakan gugusan pegunungan vulkanik Tersier yang sudah tua. Gunung bertipe stratovolcano ini dikenal juga dengan nama Tandikai atau Tandike dalam bahasa Minangkabau.

Gunung Tandikat memiliki tiga kawah yang diberi nama Kawah A, B dan K.
Gunung Perkison adalah sebuah gunung yang terdapat di Kabupaten Aceh Tenggara provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Jarak dari kota Kutacane ibukota Kabupaten Aceh Tenggara sekitar 30 km ke arah barat laut.
Air Terjun Telun Berasap merupakan obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Air terjun tersebut bersumber dari sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan ketinggian sekitar 50 m. Orang Jambi menyebutnya Air Terjun Telun Berasap karena besarnya debit air yang turun sehingga menimbulkan "kabut air" di sekelilingnya.
Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah goa. Masyarakat setempat tidak berani memasuki goa tersebut karena medannya begitu sulit dilalui. Air terjun yang sangat deras dengan karang yang terjal, menyebabkan gua tersebut tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap.

Air terjun Telun Barasap menyuguhkan pemandangan yang indah, dengan debit air yang deras sehingga membentuk percikan air yang lembut mirip seperti asap putih atau dikenal juga dengan kabut air. Butiran-butiran uap air yang terbentuk dari kabut air tersebut berwarna indah tatkala disinari cahaya mentari dengan memantulkan kemilau cahaya yang berwarna-warni.

Air terjun ini terletak di Desa Telun Berasap, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.

Lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan tiga alternatif. Pertama, perjalanan dimulai dari Kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, sementara waktu tempuhnya selama sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Kedua, perjalanan bisa dimulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Waktu perjalanan ditempuh selama sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.

Ketiga, perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Keberadaan Danau Laut Tawar menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Ia merupakan objek wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Danau ini menjadi sumber air yang dimanfaatkan tidak hanya oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah, namun juga oleh masyarakat di kabupaten-kabupaten lainnya. Beredar cerita tradisional masyarakat Gayo tentang ikan depik, bentuknya seperti ikan hias bertubuh ramping bersisik putih berkilau dengan ukuran sebesar jempol tangan yang hidup di Danau Laut Tawar. Ceritanya, depik berasal dari butiran nasi yang dibuang ke danau. Ia akan muncul ke permukaan pada musim tertentu, khususnya pada saat musim hujan. Sebelum musim tiba, gerombolan depik bersembunyi di selatan danau, di kaki Gunung Bur Kelieten. Depik merupakan sebuah anugerah Tuhan kepada masyarakat Gayo, meski terus-menerus dikonsumsi, ia tidak pernah habis.
Danau Sidihoni terletak di Kecamatan Pangururan, Pulau Samosir. Kalau Pulau Samosir dikatakan sebagai "pulau di atas pulau", Danau Sidihoni yang berada di Pulau Samosir ini bisa dikatakan sebagai "danau di atas danau" (di atas Danau Toba). Air danau ini sering berubah warnanya, dan oleh penduduk setempat perubahan warna ini dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia. Danau Sidihoni di Kecamatan Pangururan, Pulau Samosir, Sumatra Utara
Kabupaten Deli Serdang secara geografis terletak diantara 2 0 57′-3 0 16′LU dan 97 0 52′-98 0 45′BT secara administratif terdiri dari 22 Kecamatan, 2 perwakilan Kecamatan dengan 379 Desa dan 15 kelurahan. Luas wilayah Kabupaten Deli Serdang adalah 2.394,62 Km 2 atau 2.394,462 Ha. Kabupaten Deli Serdang memilik sarana dan prasarana transportasi berupa jalan darat dan kereta api. Disamping itu didukung oleh sarana dan prasarana utama lainnya seperti listrik, telekomunikasi, air bersih dan Kawasan Industri Medan ( KIM ) Star dan Kawasan Industri Medan ( KIM ) II.

Bidang usaha yang mendapat prioritas Pemerintah Daerah untuk dikembangkan mencakup 4 sektor yaitu sektor industri, sektor perikanan, sektor perkebunan dan sektor pertanian. Terdapat 6 Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang yang berpotensi untuk pengembangan tambak udang yaitu Bandar Kalifah, Tanjung Beringin, Teluk Mengkudu, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Percut Sei Tuan. Tingkat kesesuaian lahan dan kualitas air cukup air untuk pengembangan budidaya tambak udang windu. Daerah Deli Serdang terutama di sekitar sungai Ular telah terkenal sejak zaman Belanda sebagai sentral tembakau Deli.
Air Terjun Brastagi

Air Terjun Brastagi

Tembakau Deli sangat terkenal karena kualitasnya sangat baik untuk cerutu yaitu sebagai pembalut (deg blad). Pusat pasar tembakau cerutu Deli masa lalu di Bremen Jerman. Dengan demikian tembakau Deli adalah potensi lokal yang khas untuk Kabupaten Deli Serdang. Potensi tersebut adalah potensi kesesuaian lahan di daerah ini yang dapat menghasilkan kualitas tembakau yang sangat baik. Kedekatan dengan pusat kota dan penduduk yang besar merupakan pasar yang potensial bagi produk oleokimia. Selain untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, industri oleokimia merupakan salah satu industri yang masih memiliki peluang pasar ekspor.

Kemudahan akses keluar sangat mendukung industri ini. Industri lain yang juga mempunyai peluang pasar yang luas adalah industri dengan bahan baku CPO . Pakan ternak sangat dibutuhkan jika bidang peternakan akan dikembangkan, sebab kelangkaan pakan menjadi salah satu sebab kegagalan industri peternakan. Ketersediaan bahan baku dari daerah sekitarnya akan menjamin lancarnya indutri pakan di Deli Serdang. Tembakau Deli adalah jenis tembakau yang memilik kualitas khusus sebagai pembungkus cerutu (bukan rokok). Pasar yang terbuka bagi cerutu akan berpengaruh terhadap permintaan tembakau cerutu dengan kualitas khusus. Pembinaan teknik budidaya dan manajemen yang baik sangat dibutuhkan dalam produksi Tembakau Deli.
Nagari Pariangan terletak di tengah lereng perbukitan Gunung Merapi dengan luas wilayah sekitar 17,97 km2 dan berada pada ketinggian 500—700 meter di atas permukaan laut (dpl). Nagari tersebut menjadi cikal bakal lahirnya sistem pemerintahan khas masyarakat Minangkabau, yang populer dengan nama nagari. Menurut sejumlah pengamat, sistem pemerintahan nagari mirip dengan konsep polis pada masyarakat Yunani kuno yang lebih otonom dan egaliter. Namun, sistem pemerintahan nagari hanya bertahan sampai tahun 1980. Karena, pada tahun 1981, terbitlah undang-undang tentang perubahan sistem pemerintahan di tingkat bawah. Sistem pemerintahan nagari kemudian diganti dengan sistem pemerintah desa sebagaimana yang berkembang pada masyarakat Jawa. Seperti nagari-nagari lainnya di Sumatra Barat, Nagari Pariangan pun beralih menjadi Desa Pariangan. Perubahan ini berdampak negatif pada masyarakat Sumatra Barat, seperti hilangnya kemandirian dan mengikisnya semangat egalitarianisme yang telah lama dipraktekkan.
Danau Maninjau di Sumatera Barat adalah satu dari danau yang paling menakjubkan di Indonesia. Danau vulkanik ini terletak kurang lebih 461 meter di atas permukaan laut. Dengan ukuran kurang lebih 100 meter persegi dengan kedalaman maksimum 500 meter, danau ini memiliki sebuah legenda yang berkaitan. Berdasarkan legenda di ranah Minang mengenai "Bujang Sembilan", salah satu di antaranya meninggal dengan cara menceburkan diri ke dalam kawah. Kawah ini kemudian membesar dan di kemudian hari terbentuklah danau di sini.
Pantai Selat Baru merupakan pantai terindah kedua di Bengkalis setelah Pantai Rupat Utara. Nama Pantai Selat Baru sendiri diambil dari nama desa dimana pantai ini berada, Desa Selat Baru, yang juga menjadi Ibukota Kecamatan Bantan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menjadikan pantai tersebut sebagai salah satu objek wisata andalan. Terbukti di kawasan itu digelar pesta pantai setiap tahunnya. Pada event tersebut diadakan berbagai perlombaan, seperti lomba perahu jong, gasing, dan layang-layang. Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi kesenian dan budaya tradisional daerah setempat.

Pantai Selat Baru memiliki hamparan pantai yang landai dan berpasir halus sepanjang 2 kilometer dengan jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Gelombang laut di pantai ini relatif stabil, tidak lebih dari 1 meter, kecuali pada musim angin utara. Dari tempat ini membias biru Gunung Ledang di negeri jiran, Malaysia. Konon, di gunung itulah Hang Tuah dan Hang Jebat berkelahi. Sambil menikmati desir angin dan riak gelombang laut dari Selat Malaka, kehadiran elang laut yang terbang sambil memangsa ikan di pinggir pantai, menjadi pemandangan menarik bagi pengunjung.

Pantai Selat Baru Terletak di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia.
pantai_selat_baru
Pantai Selat Baru terletak di utara ibukota Kabupaten Bengkalis. Berjarak kurang lebih 7 (tujuh) kilometer dengan jarak tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Dari Pekanbaru, pengunjung dapat menggunakan transportasi air dengan mengarungi Sungai Siak menuju pelabuhan Bengkalis. Jarak tempuhnya sekitar 5 (lima) jam. Akses lain yang dapat digunakan pengunjung adalah jalur darat. Yaitu, naik bus dari Pekanbaru menuju Kabupaten Siak melewati jalur lintas timur Sumatera. Jarak tempuhnya lebih kurang 2 (dua) jam. Dari pelabuhan Siak, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat menuju pelabuhan Bengkalis dengan jarak tempuh sekitar 2 (dua) jam.

Di tempat ini pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti berjemur (sun burning) di pantai, berselancar (surfing), berperahu (boating), berenang (swimming), dan memancing (fishing). Kecuali itu, di kawasan tersebut juga dilengkapi dengan pelabuhan bertaraf internasional yang tinggal menunggu waktu pengoperasiannya dan kapal penyeberangan ferry (RO-RO) menuju Sungai Pakning, yang menghubungkannya dengan Riau Daratan dan kota-kota lain di Sumatera. Rencananya Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga akan membangun bandar udara, sehingga memudahkan pengunjung datang ke sana.
Danau Napangga yang mempunyai luas sekitar 500 ha ini, memiliki pesona alam yang sangat indah, air danaunya yang tenang, membuat kita geram untuk menceburkan diri.
Lokasi danau Napangga ini terletak 70 km dari Ujung Tanjung di Kecamatan Tanah Putih. Tepatnya di hulu sungai Batang Kumuh desa Tanjung Medan berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Propinsi Sumatera Utara.
Air Terjun Lematang Indah tingginya 40 meter dan merupakan salah satu objek wisata alam yang menjadi andalan Kota Pagar Alam. Posisinya tepat di tepi jalan tikungan paling tajam dan menanjak di jalan menuju ke Kota Pagar Alam.

Untuk mencapai dasar air terjun, tersedia tangga yang biasa digunakan untuk turun dan naik oleh pengunjung. Di sebelah kiri kanan tangga turun terdapat beberapa warung dan tempat duduk untuk beristirahat sejenak.
A. Selayang Pandang

Air Terjun Lematang Indah tingginya 40 meter dan merupakan salah satu objek wisata alam yang menjadi andalan Kota Pagar Alam. Posisinya tepat di tepi jalan tikungan paling tajam dan menanjak di jalan menuju ke Kota Pagar Alam.

Untuk mencapai dasar air terjun, tersedia tangga yang biasa digunakan untuk turun dan naik oleh pengunjung. Di sebelah kiri kanan tangga turun terdapat beberapa warung dan tempat duduk untuk beristirahat sejenak.

Percikan air terjun menyejukkan pengunjung yang mendekat ke lokasi ini.
B. Keistimewaan

Air Terjun Lematang Indah merupakan salah satu lokasi pariwisata yang sangat mudah dijangkau karena berada di tepi jalan pinggiran Kota Pagar Alam, tepatnya berada di antara Kota Lahat dan Kota Pagar Alam. Keindahan panorama di kawasan ini sangat menawan dengan jalanan berliku-liku dengan tikungan yang tajam.

Banyak pengunjung yang melewati jalan ini akan menyempatkan diri berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan air terjun Lematang Indah tanpa harus berjalan ke bawah.
C. Lokasi

Lokasi Air Terjun Lematang Indah terletak di Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Palembang.
D. Akses

Jalan menuju lokasi air terjun ini dalam kondisi baik karena merupakan jalan utama kabupaten, namun cukup banyak tikungan dan berliku-liku. Lokasi Air Terjun Lematang Indah terletak sekitar 10 Km dari pusat kota Pagar Alam. Jika ditempuh dari kota Palembang akan memakan waktu sekitar enam jam dengan jarak tempuh sekitar 298 Km.
Danau Ranau memang memiliki pesona. Bagaimana tidak? Bekas letusan gunung berapi tersebut seolah membentuk panggung alam yang elok. Gunung Seminung yang menjulang 1.880 meter di atas permukaan laut menjadi latarbelakang yang penuh dengan nuansa magis. Tebing dan barisan perbukitan menjadi pagar pembatas panggung megah itu.
Hamparan sawah yang hijau berpadu dengan air Danau Ranau yang biru seolah menjadi pelataran tempat berbagai jenis ikan berenang, menari.
Danau Ranau memang memiliki pesona. Bagaimana tidak? Bekas letusan gunung berapi tersebut seolah membentuk panggung alam yang elok. Gunung Seminung yang menjulang 1.880 meter di atas permukaan laut menjadi latarbelakang yang penuh dengan nuansa magis. Tebing dan barisan perbukitan menjadi pagar pembatas panggung megah itu.
Hamparan sawah yang hijau berpadu dengan air Danau Ranau yang biru seolah menjadi pelataran tempat berbagai jenis ikan berenang, menari. Butir-butir kopi yang merah seakan-akan menjadi pemanis keindahan itu. Keelokan itu menjadi lengkap dengan bingkai indah pantai berpasir dan kerikil putih yang ada di sepanjang tepi danau itu.

Pada pandangan pertama, kesemarakan alam itu memikat mata. Penat karena harus duduk melipat kaki di mobil perlahan hilang, berganti kesejukan ketika merendam kaki telanjang ke dalam air danau yang dingin. Air terjun yang indah dan pemandian air panas membuat segala kejenuhan lenyap. Tubuh pun segar kembali.

Namun sayang, kekayaan itu tak tergarap apik. Tebaran pesona Danau Ranau yang memikat terasa kurang mengikat dan membekaskan niat untuk kembali lagi, lantaran sebagai kawasan wisata Danau Ranau yang luasnya lebih dari 44 kilometer persegi itu belum memiliki daya dukung yang memadai.

Setidaknya hanya terdapat dua losmen dan satu hotel kecil di Banding Agung, sebuah kecamatan yang berada di tepi danau tersebut. Kalaupun ada wisma yang lebih bagus itu adalah sebuah peristirahatan yang dikelola oleh PT Pusri. Selebihnya adalah home stay yang dikelola warga. Tiap kamar di rumah penduduk yang disewakan sebagai home stay itu dihargai Rp 30.000.

SunsetSAYANG memang, kawasan yang masih asli itu belum digarap dengan sungguh-sungguh. Promosi pariwisata yang digalang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, lewat Festival Danau Ranau belum juga memancing minat investor. Promosi yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat lewat Festival Teluk Setabas pun hingga kini belum juga mendatangkan investasi.

Pengelolaan kawasan yang berada di dua kabupaten dan dua provinsi itu tampaknya membutuhkan angin segar atau napas baru agar keelokan Danau Ranau terus berdetak dan menggetarkan minat pelancong untuk datang kembali.

Memang ada baiknya jika kedua pemerintah daerah itu melakukan share untuk mengelola kawasan itu sehingga mampu mendatangkan kemakmuran bagi warga di sana. Sayang jika setelah kelelahan akibat perjalanan selama enam jam dari Bandar Lampung, Danau Ranau kurang membangkitkan minat untuk kembali lagi.
Bengkulu
Danau Dendam Tak Sudah

Nama danau ini memang terasa aneh, menyeramkan dan belum seakrab danau-danau besar, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat dan Danau Ranau di Lampung. Namun pesona Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Bengkulu ini tidak kalah indah dan eksotik. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.
Lampung
Pantai Tanjung Setia
Lampung

Jika Anda berkunjung ke Lampung cobalah ke daerah selatan yang memiliki pantai-pantai yang indah dengan pasir putihnya. Letaknya dan dikelilingi oleh bukit dan banyaknya pulau-pulau kecil yang ada di sekitar pantai membuat pantai di Lampung memiliki gelombang yang hampir boleh dibilang sangat tenang sehingga kita bisa bebas bermain air sesuka hati kita. Airnya yang masih jernih dan pasir putihnya membuat kita semakin betah berlama-lama disana.
Salah satunya adalah pantai mutun, di pantai ini ada sebuah pulau kecil yang bernama pulau tangkil dan jika anda menyusuri pantai tersebut anda akan menemui beberapa kejutan kecil yaitu hamparan pasir putih yang sangat luas dan lembut selain itu jika anda mengunjungi pantai pasir putih ada sebuah pulau kecil yang bernama pulau condong disini airnya sangat jernih sekali dengan warna airnya adalah hijau bening kebiru-biruan dan anda bisa melihat terumbu karang di dasar lautnya mulai dari bibir pantai sampai ke tengah laut.
lampung
pulau condong
lampung
Pantai Pasir Putih
Pantai Pasir Putih benar-benar sesuai dengan namanya. Pasir putih memesona ini menyegarkan mata dan menimbulkan hasrat kuat di dalam diri untuk mengelilinginya. Terletak sekitar 20 kilometer dari kota Bandar Lampung, tempat ini semakin dikenal masyarakat akhir-akhir ini.
lampung
Pantai Kelapa Rapet (Klara)
Pantai Klara juga tidak kalah asiknya . Pantai ini menjanjikan view pohon kelapa dengan pantai yang tidak kalah indah. Bisa menyewa cotage2 kecil untuk duduk bersantai melihat pemandangan pantai dan pegunungan.
lampung
Pantai Laguna
Pantai Laguna terletak di kabupaten Lampung Selatan. Pantai indah yang memiliki ciri khas pasir putih bersih serta ombaknya yang indah ini cocok dimasukan kedalam daftar kunjung liburan kita.
lampung

Pantai Putih
Pantai Krui
Panorama Pantai Krui Lampung Barat yang indah membuat orang terpesona memandangnya, pantai Krui bukan terkenal dengan ombaknya yang dahsyat tinggi, tapi disini banyak sekali tempat hiburan yang menarik.
Pulau Tangkil
Nah ini letaknya ada di seberang pantai mutun, tinggal menyebrang menggunakan perahu motor sewa (Rp. 5000/orang) hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Di pulau Tangkil ini lebih sepi dan lebih indah pantainya karena pantainya lebih bersih dari pantai mutun. Di pantai ini juga bisa main kano atau snorkling..
Teluk Kilauan
Agak sulit untuk mencapai Teluk Kiluan. Apabila ingin menggunakan mobil pribadi, kendaraan terpaksa parkir di Desa Bawang, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Lampung Selatan. Dari sana, perjalanan diteruskan dengan ojek. eluk Kiluan berwarna kebiruan dan begitu jernih. Jika beruntung, berbagai jenis ikan bisa dilihat dengan mata telanjang, mulai dari aneka ikan hias yang cantik hingga berbagai jenis ikan yang biasa disantap.
Kepulauan Bangka Belitung
pantai teluk limpaso batang kapas
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung
Pantai Nyiur Melamba

Pantai lain yang juga sangat diminati wisatawan adalah Pantai Nyiur Melambai. Pantai ini memiliki garis pantai yang memanjang. Pantai ini tidak dihiasi bebatuan granit. Hanya ada deretan pohon kelapa dan cemara. Yang tidak berbeda adalah banyak perahu nelayan yang bersandar. Ombaknya tenang dan pasirnya lembut.Di pantai ini kerap diadakan berbagai kegiatan seperti lomba perahu tradisional, voli pantai, lomba membuat kerajinan, dan sebagainya. Pantai yang selalu menawarkan ketenangan kecuali pada hari libur ini berada di Kecamatan Manggar atau sekitar 90 Km dari Tanjung Pandan, Belitung. Di sini wisatawan bisa benar-benar bersantai atau melakukan aktivitas seperti memancing, berenang, dan olahraga air lainnya.i
Pantai Matras
Pantai Matras

Pantai Matras yang terletak di desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, disebelah Timur Laut Pulau Bangka dan berjarak sekitar 40 km dari Pangkalpinang atau 7 km dari kota Sungailiat.
Pantai ini sangat indah dan landai, dengan pasir putih yang halus, dengan panjang sekitar 3 km, dengan lebar 20 sampai 30 meter, pantai yang dilatar-belakangi oleh pepohonan kelapa ini menampilkan pula laut yang bening dan pemandangan indah serta aliran sungai yang alami sehingga acapkali disebut sebagai Pantai Surga.

Pantai Matras merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi oleh pengunjung baik masyarakat Bangka sendiri atau wisatawan nusantara
1. Gapang, pulau Weh, Aceh
2. Lampu'uk, Aceh
3. Aan, Lombok
4. Mawun, Lombok
5. Matras, Bangka
6. Gili Trawangan, Lombok
7. Tanjung Pendam, Belitung
8. Tanjung Tinggi, Belitung
9. Elak Elak, Lombok
10. Taman Tepi Laut, Aceh
11. Tanjung Tinggi
12. Klayar, Pacitan
13. Pulau Tiga, Flores
14. Batu Biru, Flores
15. Pulau Rutong, Flores
16. Pulau Kanawa, Flores
17. Teleng Ria, Pacitan
18. Srau, Pacitan
19. Pulau Lengkuas, Belitung
20. Gili Meno, Lombok
21. Dangkal, Pacitan
Keindahan Pesona Pariwisata Bangka Belitung
PANTAI Teluk Uber di Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat, Kebupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terasa begitu hening pada suatu malam di akhir Januari 2005 itu. Sejumlah pasangan muda-mudi duduk santai di atas batu, di akar pohon, atau di saung-saung kecil dari kayu.

MEREKA asyik mengobrol dengan pasangan masing-masing sambil sesekali mengisap rokok untuk sekadar menghangatkan badan. Para pengunjung seperti ikut terhanyut dalam ketenangan pantai yang membuai hingga malam semakin larut.
Pantai Batu Berdaun (Kepulauan Riau)
Pantai batu berdaun pasti anda bertanya-tanya, kenapa kok namanya pantai batu berdaun? mungkin seperti itu lah pertanyaan para orang-orang yang ketika mendengar nama pantai batu batu berdaun ini. pantai batu berdaun ini dinamakan seperti ini karena diantara hamparan pantai yang molek terdapat sebuah pepohonan yang tumbuh diantara bebatuan. seperti itulah kenapa pantai ini dinamakan pantai batu berdaun. pantai ini bertambah keindahannya karena disepanjang pantainya adalah pasir putih.
Pulau Bintan tidak hanya terkenal dengan kawasan pantainya yang elok, tetapi juga terkenal dengan keindahan dan keaslian lingkungan alamnya. Keaslian kawasan hutan bakau menjadi salah satu ciri khas Pulau Bintan. Hutan bakau di Pulau Bintan yang masih kaya akan flora dan fauna ini pernah dinobatkan sebagai obyek wisata ekologi terbaik dengan meraih penghargaan bergengsi, yaitu PATA Gold Award 2003.
Bila Anda berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau, sempatkanlah bertamasya ke Kabupaten Lingga. Sebab, selain menyimpan situs-situs dan benda-benda bersejarah yang berusia ratusan tahun, kabupaten yang dijuluki Bunda Tanah Melayu ini juga memiliki berbagai destinasi wisata alam yang membuat para turis berdecak kagum tatkala melihatnya. Salah satunya adalah Gunung Daik.
Menyebut Gunung Daik, seseorang akan terkenang dengan sebuah pantun yang sangat familiar, terutama pada masyarakat rumpun Melayu: Pulau Pandan jauh di tengah/ Gunung Daik bercabang tiga/ Hancur badan dikandung tanah/ Budi baik dikenang juga. Cabang gunung yang paling tinggi disebut Gunung Daik, yang menengah dinamakan Gunung Pejantan atau Gunung Pinjam-pinjaman, dan yang paling rendah dinamakan Gunung Cindai Menangis.
Pemandangan Air Terjun 2 Warna
(Biru dan Putih Susu)

Sekilas TEntang 2Warna....
Salah satu dari milyaran karunia Allah yang ada di sumatera utara, letaknya di sibolangit dan berada di tengah hutan lindung dengan perjalanan kurang lebih 3 jam untuk pejalan kaki pemula.

kita akan dihadapi dengan jalanan yang licin dan terjal. Sungguh letih dan tegang perjalanan menuju ke lokasi 2 warna, namun setelah sampai ketujuan kita akan menyaksikan panorama alam yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Tempat ini sudah menjadi tujuan wisata alam bagi anak-anak medan khususnya mahasiswa yang menyukai tantangan. Namun tempat ini tidak menjadi tempat wisata yang ditawarkan oleh dinas pariwisata, sampai sekarang aku sendiri tidak tahu apa alasannya.

Yang pasti menurut cerita yang aku dengar dari para Ranger atau penduduk setempat, tempat itu ditemukan karena ada ditemuakan mayat seorang mahasiswa yang terjatuh di dalam hutan tersebut, sehingga ditemukanlah air terjun dua warna itu.

Pokoknya buat kamu-kamu yang berkunjung ke medan, jangan lupa melihat pesona alam yang satu ini, pasti nggak nyesel deh, malah ketagihan dan pengen untuk datang lagi.
Danau Toba
ulau penyengat terletak di sebelah barat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sejauh lebih kurang 1,50 Km dari Kota Tanjungpinang. Luasnya sekitar 3,50 Km. Tanahnya berbukit-bukit terdiri dari pasir bercampur kerikil, sementara pantainya umumnya landai; sebagian berumput, sebagian lagi berbatu berkarang.

Di antara Pulau Penyengat dan Tanjungpinang terdapat selat yang lebarnya sekitar 1,5 km yang dapat dilewati dengan perahu.

Di zaman pemerintah Sultan Mahmud Syah (1761-1812 M), ketika beliau menikah dengan Engku Putri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah sekitar tahun 1801 M, pulau ini diserahkan kepada permaisurinya sebagai mahar atau maskawinnya.

Karena peranan pulau penyengat sangat penting dalam kesejarahan Kerajaan Riau itulah, pulau penyengat ini menjadi terkenal dan menarik minat orang untuk berkunjung.

Menurut cerita, pulau kecil di Kepulauan Riau ini sudah dikenal para pelaut sejak berabad-abad lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia di pulau tersebut.

Menurut legenda lebih lanjut, nama “penyengat” diberikan kepada pulau ini, karena pernah pelaut-pelaut yang sedang mengambil air bersih di tempat tersebut diserang oleh semacam lebah (insect) yang disebut “penyengat” hingga menimbulkan korban.

Sejak peristiwa itu pulau tersebut terkenal di kalangan pelaut dan nelayan dengan sebutan “Pulau Penyengat”. Pada saat pusat pemerintahan Kerajaan Riau bertempat di pulau itu, ia diresmikan dengan nama “Pulau Penyengat Indera Sakti”.

Letaknya yang sangat strategis bagi pertahanan negeri Riau yang berpusat di Ulu Sungai Riau (Riau lama), pada abad-abad yang lalu Pulau Penyengat telah berulangkali menjadi medan pertempuran (Perang Sultan Sulaiman – Raja Kecil Siak).

Bahkan tatkala terjadi perang Riau dengan Belanda (1782-1784), Pulau penyengat telah dijadikan pusat pertahanan yang utama. Benteng-benteng dengan sistem pertahanan dengan gaya Portugis telah dikembangkan di Pulau itu yang sisa-sisanya masih dapat dilihat sekarang.

Pada 1803 Pulau Penyengat telah ditata dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri, dan kemudian menjadi kedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga. Sementara sultan berkediaman resmi di Daik-Lingga. Baru kemudian pada tahun 1900 Sultan Riau-Lingga ke Pulau Penyengat.

Sejak itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istiadat, agama Islam, dan kebudayaan Melayu.

Di Pulau Penyengat terdapat peninggalan Kerajaan Melayu Riau-Lingga, makam Raja Ali Haji Pujangga Melayu Riau yang terkenal dengan Gurindamnya, makam Raja Ja’far, dan lain-lain.

Di dalam Masjid Raya Pulau Penyengat yang dibangun 1882, juga masih terdapat beberapa koleksi peninggalan sejarah seperti Kitab suci al-Quran yang ditulis tangan dan mimbar antik penuh ukiran.

Pulau Penyengat juga memiliki pemandangan alam yang indah, baik di pantai maupun di bukit-bukit. Bila berkunjung ke pulau ini, Anda juga bisa pula menyaksikan perkampungan tradisional penduduk, Balai Adat, dan atraksi kesenian.
Air Terjun Sipiso-piso, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Gunung Merapi, Kabupaten Agam, Sumbar.
Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumbar.
Gunung Kerini, Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi.
Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Anak Krakatau
Pantai Aceh
Aceh terkenal dengan keindahan pantainya, yang tak jauh mengelilingi kota Banda Aceh. Yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan lokal adalah pantai Lhok Nga dan Ujung Batee, keduanya sering menjadi sarana masyarakat Aceh untuk berenang dan bermain di pantai
Pantai padang
Pantai Padang merupakan salah satu objek wisata terkemuka di kota Padang. Di pantai ini kita bisa menikmati jangung bakar sambil menunggu sunset.
Danau maninjau – Sumatra barat
Danau Maninjau ini terletak di Kabupaten agam Sumatera Barat,tepatnya di Kecamatan tanjung Raya.
Danau ini berjarak sekitar 140 kilo meter dari Kota Padang,ibukota propinsi Sumatera barat,36 km dari Bukittinggi,kota terbesar nomor dua di sumatera barat,sesudah padang dan 27 km dari Lubuk Basung,ibukota kabupaten agam.
Danau Maninjau merupakan danau vulkanik terletak pada ketinggian 461,50 meter diatas permukaan laut.
Kreung Tenom, Aceh Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam
Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara

Danau Toba (Indonesia: Danau Toba) adalah danau dan supervolcano, 100 kilometer panjang dan lebar 30 kilometer, dan 505 meter (1.666 kaki) dengan deepest point. Terletak di tengah-tengah bagian utara pulau Sumatera Indonesia dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2.953 kaki), Danau ini terletak di bawah Caldera dari Toba volkanis gunung, yang erupted 75.000 tahun yang lalu. Volcanologist prediksi bahwa itu adalah yang terbesar dalam sejarah letusan gunung berapi. Para ahli mengatakan bahwa letusan kira-kira berlangsung selama dua minggu, sampai akhirnya roboh dan gunung membentuk Caldera, yang kini disebut Danau Toba. Sebuah penelitian menemukan bahwa debu yang rhyolite, yang mirip dengan ignimbrite batu yang tersebar di sekitar Danau Toba, juga ditemukan di Malaysia dan di bawah Teluk Benggala, sekitar 3.000 kilometer dari Toba.
Pantai Parai namanya; berada di kota sungailiat bangka
Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di jantung kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok dari selatan ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang indah dan menjadi salah satu objek wisata utama provinsi.

Jurang ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m dan merupakan bagian dari patahan yang memsiahkan Pulau Sumatra menjadi dua bagian memanjang (Patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau - hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) - yang dialiri Sungai Sianok yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.

Sungai Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yg disaranai oleh suatu organisasi olahraga air "Qurays". Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam. Di tepiannya masih banyak dijumpai tumbuhan langka seperti rafflesia dan tumbuhan obat-obatan. Fauna yang dijumpai misalnya monyet ekor panjang, siamang, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, serta tapir.
Ini Jajaran Pegunungan Bukit Barisan yang ada di Sumatra Utara
Danau Atas Bawah / Danau Kembar di Sumara barat
Panorama Eksotis Pantai Sumatera Barat
Pulau Pagang_1
Pantai Nirwana dilihat dari Bukit Lampu_1
Pantai Nirwana dilihat dari Bukit Lampu_2
Sumatra’s Bukit Tigapuluh: a natural asset under threat
The lowland rainforest of Bukit Barisan Selatan National Park on Sumatra
Gunung Sibayak (Berastagi, Sumatra)
Sinabung
Gua Putri, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan


Pelesir ke Gua Putri bisa mendapatkan dua pengalaman sekaligus. Berwisata alam sekaligus berwisata sejarah. Hasil penelitian arkeologis menunjukkan, gua yang masih alami itu pernah menjadi hunian manusia prasejarah.

LOKASINYA memang agak tersembunyi. Namun, pendatang baru sekalipun dengan mudah bisa menemukannya. Sebab, warga sekitar gua akan de­ngan senang hati mengantar.

Apalagi, pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sudah membangun jalan beton yang mengarah ke mulut gua. Jalan selebar 1-2 meter itu cukup lapang untuk dilalui.

Memasuki gua tersebut tidak perlu memiliki keahlian khusus layaknya penelusur gua. Pintu gua cukup lebar dan tinggi sehingga pengunjung tidak perlu menunduk, apalagi merangkak untuk memasukinya.

Begitu juga ruangan di dalam gua tersebut. Lebar gua yang bervariasi, 8-20 meter, cukup lapang untuk berjalan-jalan. Jarak antara lantai gua dan langit-langitnya pun lebar, berkisar 2,7-4 meter.

Hanya, meski kondisinya lapang, pengunjung harus berhati-hati saat menapaki lantai gua dan menyusuri rute dari pintu masuk sampai ke pintu keluar. Meski sudah ada lampu penerangan di rute sepanjang 500 meter tersebut, dinding gua yang kelam tidak cukup membantu untuk menerangi isi gua. Selain pencahayaan yang tidak terlalu terang, pengunjung harus berhati-hati. Sebab, di beberapa bagian, jalanan menanjak dengan lantai yang licin.

Begitu memasuki gua tersebut, bau khas kotoran kelelawar langsung menyambut. Tidak perlu kaget jika tiba-tiba beberapa ekor binatang malam itu melintas. Pada langit-langit, ratusan kelelawar bergelantungan dengan kepala di bawah.

Semua tantangan perjalanan dan sambutan itu terbayar ketika memasuki bagian tengah gua. Beragam bentuk batuan, termasuk stalagtit dan stalagmit, seakan menembus lantai dan langit-langit gua.

Belum hilang kekaguman menyaksikan benda-benda bentukan alam tersebut, telinga sudah terbuai dengan suara gemericik air dari bagian tengah gua. Suara itu berasal dari sungai bawah tanah di gua tersebut.

Sungai tersebut merupakan aliran anak Sungai Semuhun yang selanjutnya bertemu dengan Sungai Ogan. Meski berada di dalam gua, sungai itu cukup besar. Lebar badan sungai tersebut bervariasi, 8-12 meter.

Konon, warga sekitar meyakini bahwa sungai di dalam gua itu dulu adalah pemandian bagi para putri kerajaan. Ada juga yang memercayai bahwa air sungai tersebut mengandung khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Hanya dengan membasuh muka de­ngan air sungai tersebut, warga sekitar yakin bisa awet muda. Remaja yang belum mendapatkan jodoh juga bisa mencoba khasiat air sungai itu yang disebut-sebut bisa mengentengkan jodoh.

Dugaan bahwa Gua Puteri pernah menjadi hunian manusia prasejarah didasari penelitian pada 2005. Balai Arkeologi Palembang menemukan jejak-jejak budaya prasejarah pada kedalaman tertentu.

Beberapa di antaranya pecahan gerabah, tulang binatang, bahkan tulang manusia. Juga ditemukan beberapa perkakas kuno, seperti batu pukul, batu pahat, dan kapak batu. Temuan-temuan itulah yang mengarah pada dugaan bahwa gua tersebut pernah dihuni manusia.

Dugaan tersebut diperkuat hasil penelitian tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas) yang dipimpin Prof Truman Simanjuntak pada awal 2009. Penelitian tersebut dilakukan di Gua Harimau yang lokasinya berdekatan dengan Gua Putri. Di Gua Harimau, tim itu menemukan empat kerangka manusia yang berdasar ciri-cirinya berasal dari zaman neolitikum.

Secara keseluruhan, pengelolaan Gua Putri sebagai objek wisata memang belum maksimal. Fasilitas yang tersedia barulah warung-warung kecil di dekat pintu keluar gua.

Pemkab Ogan Komering Ulu sedang menyusun konsep pengembangan kawasan tersebut dengan pihak konsultan. Yang mendesak adalah pemagaran keliling dan pembangunan jalan setapak di areal wisata itu.

Yang juga tengah digagas adalah pembangunan museum mini untuk menyimpan temuan-temuan arkeologis di dalam gua tersebut. Juga fasilitas-fasilitas penunjang lain, yang bisa memberi nilai tambah objek wisata itu. Yang tidak kalah penting adalah perluasan lahan parkir untuk kendaraan pengunjung yang saat ini memang kurang.
Danau Ranau dengan Pulau Marisa, Pemandian Air Panas, dan Air Terjun Subik

Sensasi Matahari Menyibak Tirai Kabut

Berkunjung ke Sumatera Selatan tak akan lengkap bila tidak mengunjungi Danau Ranau. Dengan Pulau Marisa di tengahnya, pemandian air panas, dan air terjun Subik, danau terbesar di Sumatera setelah Danu Toba itu menawarkan liburan keluarga penuh kesan.

SECARA geografis, Danau Ranau terletak di dataran tinggi Bukit Barisan, berada di perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung. Dengan kendaraan umum, Danau Ranau bisa dicapai dengan dua kali angkutan.

Bila berangkat dari Palembang, pelancong bisa naik angkutan ke Muaradua di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel. Jaraknya sekitar 125 km. Bila berangkat dari Lampung Liwa, ibu kota Lambar, jaraknya hanya 29 kilometer.

Dua jam perjalanan dari Muaradua, kita akan tiba di Pusri dan Banding Agung di tepi Danau Ranau. Dari Liwa, Banding Agung bahkan bisa dicapai hanya dalam satu jam.

Saya pernah sekali ke Danau Ranau. Jadi, saya tahu keindahan danau seluas 24 kilometer persegi itu. Namun, saya belum pernah ke sana pagi hari. Padahal, banyak yang bilang bahwa saat terindah di Danau Ranau justru pagi hari, saat kabut masih menyelimuti permukaan danau.

Kita akan melihat bagaimana sinar matahari seolah menyingkap tabir kabut yang menghalangi pandangan ke Gunung Seminung. Penasaran juga saya mendengar cerita tersebut. Karena itu, saat ada teman meminta untuk diantar ke Danau Ranau, saya langsung menyarankan berangkat pagi-pagi sekali.

Kabut masih pekat di Kota Muaradua saat kami berangkat. Musim hujan begini Muara Dua memang sering berkabut, terutama pada dini hari hingga matahari terbit.

Dengan mengendarai empat motor, kami meluncur ke lokasi wisata andalan Bumi Serasan Senadanan tersebut. Beberapa menit meninggalkan Muaradua, perbukitan dan hutan langsung menyambut, lengkap dengan udaranya yang sejuk.

Di antara suara motor, masih terdengar riuh nyanyi burung di sepanjang perjalanan. Hutan di kiri kanan jalan memang masih cukup lebat. Hutan Suaka Marga Satwa Gunung Raya, begitu menurut tulisan yang kami baca di papan petunjuk sebelum masuk hutan.

Jam di tangan kami menunjuk pukul 07.30 saat kami tiba di Simpang Sender, kota penyangga yang sering disebut gerbang Danau Ranau. Di sebuah pasar yang tampak ramai dekat pesimpangan jalan, kami menyempatkan mampir ke warung untuk meneguk kopi khas Palembang sekadar untuk menghangatkan tubuh yang kedinginan.

Tapi, kami tidak berani berlama-lama di sana. Khawatir kesiangan dan tidak sempat menyaksikan Gunung Seminung dan Danau Ranau berselimut kabut. Sekitar 15 menit bermotor, kami mulai melihat puncak Seminung.

Di bawahnya, Danau Ranau masih tampak gelap tertutup kabut. Mendekati gerbang kawasan wisata Danau Ranau, matahari mulai menyibak kabut dan embun. Gunung Seminung pun mulai tampak tecermin di air danau yang jernih. Tak jauh di bawah pintu masuk terdapat Mes Pusri dengan atapnya yang kemerahan.

Karena bukan hari libur, mes itu sepi. Kami pun leluasa memesan mes yang menghadap ke gunung dan danau. Hanya dengan Rp 90 ribu, kami bisa bersantai menikmati pemandangan danau nan cantik di pagi hari.

Adegan matahari menyibak tabir kabut hingga Gunung Seminung bisa becermin di air danau telah terlewati. Tapi, perjalanan tak berhenti di sana. Teman-teman mulai beranjak ke dermaga di pinggir danau.

''Wow, cantik sekali,'' komentar seorang teman saat melihat sinar matahari yang seolah mengangkat kabut yang semula menyelimuti permukaan danau.

Di dermaga itu salah seorang pemilik perahu menawarkan jasa mengantar kami ke Pulau Marisa. ''Murah, kok. Hanya Rp 150 ribu keliling Pulau Marisa. Ada air panas di sana, juga air terjun Subik,'' katanya. Tanpa pikir panjang, rombongan langsung setuju.

Hanya 15 menit perahu yang kami tumpangi tiba di pulau kecil yang dari tadi seolah memanggil-manggil dengan lambaian pohon kelapa. Begitu menginjak pulau, debur air danau mengempas pinggiran pulau terdengar seperti musik penyambut. Kami bayangkan, betapa asyik andai ada kesempatan berkemah di sini.

Dari Pulau Marisa, pemilik perahu membawa kami ke pemandian air panas tepat di kaki Gunung Seminung. Hanya 10 menit perjalanan dari Pulau Marisa, kami tiba di dermaga, disambut pondok-pondok peraduan dan deretan warung. ''Selamat datang. Kami menyediakan perlengkapan berenang dan pelampung,'' kata sorang penjaga kolam air panas.

Menikmati air hangat yang keluar dari perut bumi sambil sesekali disapu air danau yang dingin sungguh mengesankan. Sayang, kami harus segera kembali. Jam telah menunjukkan pukul 15.00. Padahal, kami masih ingin ke air terjun Subik.

Perahu yang kami sewa masih setia menunggu di dermaga. Ombak mulai besar saat kami kembali ke Mes Pusri. Cemas juga kami ketika ombak danau menggoyang perahu. Apalagi, ada ombak yang cukup besar hingga air masuk ke perahu.

Tiba di Mes Pusri dan beristirahat sejenak, kami langsung berangkat ke air terjun Subik yang tak jauh dari Mes Pusri. Airnya yang jernih membuat kami tergiur untuk mandi lagi.

Jam telah menunjukkan pukul 16.35 saat kami meninggalkan air terjun. Sayang, kami tidak berkesempatan menginap di mes. Sore itu juga kami check out. Tapi, kami tidak kembali ke jalan yang kami lewati saat berangkat. Kami memutuskan ke Kota Banding Agung dengan mengelilingi jalan di tepi danau.

Di Banding Agung sebetulnya ada lapangan terbang (lapter) perintis. Turis dari luar kota akan lebih cepat mencapai Danau Ranau melalui lapter itu. Sayang, lapter di Kabupaten OKU Selatan itu tak lagi difungsikan beberapa tahun terakhir.
Goa maharani terletak persis di bawah Kandang singa dan harimau sumatera.
Goa kalong merupakan salah satu obyek wisata di Tangkahan. Perjalanan ke Goa Kalong sekitar 3 jam apabila start dari Sungai buluh, dan kurang lebih 1 1/2 jam dari kemping ground. medan perjalanan ke goa kalong itu cukup menegangkan, dari jalan setapak yang biasa dilalui sampai dengan yg jalan setapaknya yg jarang dilalui (tidak begitu jelas).
Sumatera Selatan goa putri terdapat goa harimau
padang panjang
Sungai Musi Palembang
hutan jambi
danau-ranau-palembang
Lembah yang memanjakan hati dan mata ini mempunyai legenda sendiri. Menurut hikayat setempat, dulunya di atas tebing berdiri sebuah kerajaan. Sedangkan lembahnya merupakan lautan. Suatu hari, putri kerajaan memilih terjun ke laut karena tak diizinkan menikah dengan lelaki yang disukainya. Sang raja lalu memerintahkan rakyatnya mencari jasad sang putri. Namun hingga laut dikeringkan, jenazah sang putri tetap tak ditemukan. Laut yang menjadi daratan itu kini dikenal sebagai Lembah Harau dan menjadi tempat bermukim yang indah.
Taman Nasional Berbak (TNB) Jambi mencoba menangkap permintaan pasar pariwisata yang kini mulai berubah. Pergeseran itu terjadi dari permintaan pariwisata untuk tujuan happy and fun berubah ke arah petualangan dan tantangan. Dengan konsep ecotourisme, TNB menawarkan wisata yang merefleksikan nuansa dan keunikan lingkungan setempat, memberikan kesempatan pembelajaran tentang lingkungan serta memiliki nilai rekreasi. Kawasan wisata rawa yang ditawarkan TNB cocok bagi para wisatawan yang mampu mengatur perjalanan sendiri, dan tertantang untuk memasuki daerah-daerah terpencil serta ingin mendapatkan pengalaman unik di alam bebas.
TNB menawarkan wisata rawa di zona pemanfaatan Air Hitam Dalam (AHD) dan Air Hitam Laut (AHL) yang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Alur-alur sungai yang ditemui di kedua zona ini menarik untuk wisata penelusuran sungai. Selain itu potensi utama TNB sebagai kawasan lahan basah internasional memiliki keragaman tumbuh-tumbuhan dan satwa serta lansekap alami yang indah. Dari Menara Tanjung Putus wisatawan dapat menikmati bentang alam kawasan hutan TNB. Di pantai desa Cemara, wisatawan dapat menyaksikan puluhan ribu burung migran yang singgah di pantai seperti Tringa gutiffer, Calidris alba, Charadius Veredus, dan Limicola ffacinellus. Pemandangan yang tak kalah menarik adalah panorama pantai pasir putih dan batuan vulkanik di Pulau Berhala. Mengapa disebut pulau Berhala karena di sana terdapat makam Datuk Paduka Berhala. Pada puncak bukit pulau ini juga terdapat bekas benteng pertahanan Angkatan Laut Jepang. Pulau ini dikelilingi oleh pulau-pulau kecil di sekitarnya yaitu Pulau Layak, Pulau Lampu dan Pulau Telor. Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan burung-burung migran pada saat bulan Oktober November, ketika itulah pulau ini sangat menarik untuk dikunjungi.
Di samping menawarkan wisata alam tersebut, TNB juga menjanjikan kepada wisatawan untuk menikmati suasana perkampungan penduduk Melayu Asli Jambi di pinggiran sungai dengan bentuk rumah panggung, rumah rakit, dan lain-lain pemandangan yang indah. Wisatawan juga dapat menikmati wisata ziarah dengan singgah di makam keramat Rangkayo Hitam, yang diyakini sebagai penemu kota Jambi, di tepi sungai Batanghari sekitar desa Simpang.
Perjalanan menuju zona pemanfaatan AHD dapat ditempuh lewat dua alternatif. Pertama melalui jalan darat Jambi Suakkandis dilanjutkan dengan speedboat menuju desa Telago Limo diteruskan dengan ketek. Kedua, perjalanan speedboat Jambi desa Telago Limo menyusuri sungai Batanghari dilanjutkan dengan ketek. Alternatif terakhir akan memakan biaya relatif lebih mahal.
Perjalanan menuju zona pemanfaatan AHL dapat ditempuh lewat tiga alternatif. Pertama, melalui perjalanan darat Jambi Suakkandis dilanjutkan dengan speedboat laut Suakkandis Nipah Panjang desa Air Hitam Laut diteruskan dengan Pong-pong atau speedboat dengan kecepatan sedang. Kedua, melalui perjalanan darat Jambi Muara Sabak dilanjutkan dengan speedboat laut Muara Sabak Nipah Panjang desa Air Hitam Laut. Ketiga, perjalanan speedboat menyusuri sungai Batanghari dengan rute Jambi Nipah panjang desa Air Hitam Laut dilanjutkan dengan pong-pong atau speedboat kecepatan sedang. Alternatif perjalanan sungai relatif lebih mahal.
Kebon raya bogor
ci panas
cibodas
CIBODAS GARDEN
cukang-taneuh-w-java-green
Gunung gede
Gunung gede pangrango
Gunung gede pangrango
Gunung Haruman
Gunung Haruman
Gunung gede pangrango
gunung-tangkuban-perahu
Kawah Galunggung
kawah putih
kawah putih
pangandaran
pangandaran
pangandaran
Gunung gede pangrango
Pantai Cibangban
Pantai Cibangban
Pantai Cibangban
Pantai Cibangban
pantai Cimaja
Pantai Karang Nini
Pantai Karang Nini
Pantai Karang Nini
papa
papandayan
pasir-putih pangandaran
Situ Patengen
surya-kencana gn gede
surya-kencana gn gede
Curug / air terjun Orok terletak di perkebunan teh papandayan, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 Meter. Keunikan air terjun ini ialah terdapatnya sungai sungai bawah tanah berair sangat bening. Curug Orok terdapat sekitar 35 Km dari kota Garut ke arah Bungbulang.Curug Citiis.
Letaknya berdekatan dengan Cipanas, bisa dicapai dengan berjalan kaki ke sebelah utara sekitar 2 Km dengan jalan yang mendaki. Sumber air terjun ini berasal dari Gunung Guntur.
Curug Cihanyawar Garut
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter, terletak di kaki gunung Cikuray. Berjarak sekitar 15 Km dari kota Garut, bisa dicapai dengan menggunakan angkutan kota 06.
Curug Neglasari
Air terjun ini terletak di perkebunan Neglasari. Keunikan curug ini ialah jatuhan airnya bertingkat-tingkat, sehingga memilik keindahan yang khas
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas
Curug Cimandi Racun
Curug Cimandi Racun
Curug Nangka
Curug Cimandi Racun
Puncak Bogor
Pondok halimun
anak-sungai-taman-nasional-gunung-halimun
halimun
Taman Nasional Gunung Halimun
gunung-salak
Puncak Gunung Gede
Puncak Gunung Gede
panorama sekitar Gunung Salak
Curug di kaki Gunung Salak
Curug Luhur
Curug ngumpet
Curug Cigamea masih terdapat dalam satu area di kawasan Wisata Gunung Salak
wisata alam bandung selatan
Pantai Karang Pandan
curug_citambur_cianjur
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
curug-cimahi
Situ Patenggang merupakan sebuah objek wisata alam di daerah Bandung Selatan
tangkuban-perahu
Ciwidey bandung
garut Curug Tujuh Cileuleuy (Kamayangan)

Kecamatan : Malangbong
Situ Bagendit
Curug Citiis
Gunung Guntur
Kawah Darajat
Kawah Darajat
Situ Cibuyut
Pantai Santolo
Curug Neglasari
Pantai Cijayana
Pantai Rancabuaya
Curug Sanghiyang Taraje
Leuweung Sancang
Pantai Karang Paranje
Curug Sabuk merupakan salah satu objek wisata alam di Kab. Sumedang
Wisata Gunung Galunggung
kawah-galunggung1
Gunung Ciremai
Gunung Ciremai
kawah-ciremai-asli
kawah-ciremai-asli
kawah-ciremai-asli
lembah-dalam-sungai-ciseel-tasik-selatan
Valley of Cipandak river, Naringgul, Cianjur, West Java
ittle water falls near paddy field, South of Cianjur, West Java
Great valley at crater of Papandayan mountain, Garut, West Java
Cipandak river, cianjur, west java
jayanti beach, west java south beach
gunung halu, cililin, south of Bandung
conservation forest, gunung tilu, west java
muara sungai cukang taneuh, batukaras, pantai pangandaran
muara sungai, pantai pangandaran
mentari pagi, di pantai batukaras, pangandaran
Goa lalay Sukabumi
Goa Gudawang Bogor
goa cermai.
Pulau Sangiang banten
Pulau Sangiang banten
Pulau Sangiang banten

Kendati tercatat sebagai taman konservasi dan suaka margasatwa, Pulau Sangiang dan Ujungkulon tak luput dari perusakan lingkungan. Manusia dan pembangunan justru menjadi pemicu utamanya.
Matahari mulai merunduk turun di cakrawala saat perahu merapat ke Pulau Sangiang. Terhampar di hadapan kami –kelompok jurnalis dan staf Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)- sebuah pemandangan yang kurang sedap dipandang. Sebuah pulau dengan belukar mangrove yang mulai menipis. Tampak bangunan rusak tak beratap di beberapa lokasi.

Kendati tercatat sebagai taman konservasi dan suaka margasatwa, Pulau Sangiang dan Ujungkulon tak luput dari perusakan lingkungan. Manusia dan pembangunan justru menjadi pemicu utamanya.
Matahari mulai merunduk turun di cakrawala saat perahu merapat ke Pulau Sangiang. Terhampar di hadapan kami –kelompok jurnalis dan staf Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)- sebuah pemandangan yang kurang sedap dipandang. Sebuah pulau dengan belukar mangrove yang mulai menipis. Tampak bangunan rusak tak beratap di beberapa lokasi.
”Maaf, kalau bisa jangan terlalu lama, sebab nanti malam tempat ini akan dijadikan latihan Kopassus (Komando Pasukan Khusus -red),” ujar seorang lelaki berbadan tegap. Tentu saja para jurnalis terkejut dan mengernyitkan dahi. Latihan Kopassus di sebuah pulau yang ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam? Namun karena SH dan rekan jurnalis lain sudah teramat lelah menempuh perjalanan laut selama empat jam dari Anyer, Banten, kami tak banyak tanya ihwal aktivitas militer tersebut. Yang jelas, pulau yang ditetapkan sebagai kawasan Wisata Alam sejak 12 Oktober 1991 itu sama sekali tak pantas disebut sebagai tempat wisata alam.

Kasus Lama
Bagaimana tidak, selain teramat sepi, pulau itu sungguh tak memiliki fasilitas selayaknya tempat wisata. Penduduk setempat sama sekali tak terlihat, karena memang pulau tersebut tak terhuni. Hanya segelintir petugas jaga saja terlihat. Beberapa reruntuhan bangunan terlihat di sana-sini. Semakin ke dalam, pemandangan kian tak enak dipandang. Rawa-rawa mangrove rusak, jalan aspal yang mulai rusak. Daratan seluas 528,15 hektare dan perairan seluas 710 hektare ini sungguh tak menunjang disebut sebagai tempat wisata.
”Itu bangunan bekas pembangunan PT Pondok Kalimaya Putih (PKP) yang dulu sempat ingin membagun tempat ini,” ujar Ir. Soleh Setiawan, petugas Bapedalda Banten kepada SH di lokasi, akhir pekan silam. PT PKP yang pernah mendapat izin pada tahun 1993 untuk menjadi kontraktor di Sangiang ternyata bermasalah sejak terbukti melakukan pengrusakan mangrove, terumbu karang dan hutan pantai sekitar. Kini izin tersebut telah dicabut dan meninggalkan kerusakan yang belum jua bisa diperbaiki.
Soleh menandaskan kerusakan lingkungan memang mulai marak sejak tahun 1993 saat PT PKP beroperasi sebagai pembangun wisata alam. Kasus ini marak tahun 2003 ketika Pemerintah Provinsi Banten menuntut agar Departemen Kehutanan (Dephut) mencabut izin PT PKP di pulau tersebut. Tapi nasi sudah jadi bubur. Kini Pulau Sangiang menjadi tempat tak terurus yang ditinggalkan begitu saja.
Padahal kalau ditilik, pulau yang masuk wilayah desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, ini punya potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata. Di sejumlah lokasi bisa ditemui benda dan bangunan semasa pendudukan Jepang seperti gedung, benteng, gua-gua, dan sisa persenjataan berupa laras meriam. Sangiang juga merupakan badan air bagian dari laut yang menjorok ke daratan. Kondisi ini membuat daerah pantainya tertutup vegetasi bakau sehingga pemandangannya pas sebagai wisata.
Dari sekitar pantainya yang curam, kita bisa saksikan pemandangan kapal feri yang lalu lalang dari Merak ke Bakauheni. Dari situ pula kita bisa saksikan sibuknya kapal dagang di tepi pantai Cilegon nun jauh di seberang. Beda dengan kebanyakan pulau wisata lain, pulau ini bisa disebut masih cukup ”perawan” mengingat masih belum banyak tersentuh tangan-tangan kota.
Dari pemaparan Katamsi Nurrasa, pemandu wisata dari Banten World International Tours and Travel, selama ini wisatawan yang datang di Pulau Sangiang dan sekitarnya mayoritas adalah turis Jepang yang hobi memancing. ”Kalau orang Indonesia tidak ada yang tertarik ke pulau-pulau di sini. Kalaupun datang mereka hanya untuk bersantai saja. Tapi turis Jepang berani menyewa kapal harga berapa pun demi memuaskan hasrat memancing,” papar Katamsi yang paham seluk-beluk wisata pantai Banten.
Pesona Taman Nasional Ujung Kulon
PANDEGLANG, Siapa yang tidak mengenal Taman Nasional Ujung Kulon ?. Taman Nasional yang terletak disebelah barat Pulau Jawa dan berada diwilayah Kabupaten Pandeglang ini merupakan merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan. Untuk mengenal Taman Nasional Ujung Kulon, berikut ini kami tampilkan data dan informasinya.


Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.
Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata) dan berbagai macam jenis anggrek.
Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.

Jenis-jenis ikan yang menarik di Taman Nasional Ujung Kulon baik yang hidup di perairan laut maupun sungai antara lain ikan kupu-kupu, badut, bidadari, singa, kakatua, glodok dan sumpit. Ikan glodok dan ikan sumpit adalah dua jenis ikan yang sangat aneh dan unik yaitu ikan glodok memiliki kemampuan memanjat akar pohon bakau, sedangkan ikan sumpit memiliki kemampuan menyemprot air ke atas permukaan setinggi lebih dari satu meter untuk menembak memangsanya (serangga kecil) yang berada di i daun-daun yang rantingnya menjulur di atas permukaan air.

Dermaga di Pulau Peucang
Rusa (Cervus timorensis) Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.
Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.
Masyarakat yang bermukim di sekitar taman nasional yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya. Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, namun mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan nenek moyang mereka.
Di dalam taman nasional, ada tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual. Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung Barat semenanjung Ujung Kulon.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi: Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.
Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan satwa. Pulau Peucang. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat alamnya.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea. Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.
Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.

Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa. Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah.
Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d September.
Cara pencapaian lokasi:
Jakarta – Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang – Pandeglang – Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta – Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon – Labuan (1 jam) atau Bogor – Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan (4 jam).
Labuan – Sumur (2 jam), Sumur – Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan – Pulau Peucang (4 jam dengan kapal motor nelayan).
Kantor : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51, Labuan, Pandeglang 42264
Telp. (0253) 801731; Fax. (0253) 804651
E-mail : btnuk@cilegon.wasantara.net.id
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1980
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 284/ Kpts-II/92,
luas 122.956 hektar
Ditetapkan —
Letak Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
Temperatur udara 25° – 30° C
Curah hujan Rata-rata 3.200 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 – 608meter dpl
Letak geografis 6°30’ – 6°52’ LS, 102°02’ – 105°37’ BT
Pantai Pulau Air
perairan pulau sub colar
Pulau Keramba
Pulau Semak Daun
pulau-air
p-untung-jawa
pulau bidadari
Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini adalah Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust.

Ini dia pulau "ONRUST" . Nama 'Onrust' diambil dari bahasa Belanda yg artinya 'Tidak Pernah Beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya 'Unrest'.

Terdapat pula sebuah makam yang konon kabarnya merupakan makam dari pemimpin pemberontakan DI/TII yaitu Kartosoewirjo.
makamnya

Sejak penjajahan bangsa Belanda di Indonesia, Pulau Onrust menjadi pulau yang sangat strategis sekaligus sangat sibuk. Onrust yang memiliki nama lain sebagai Pulau Kapal memang senantiasa sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Selain itu Pulau Onrust menjadi markas Belanda yang penting untuk menyerang daratan Jakarta.

Seiring berkurangnya pengarush Inggris di Hindia Belanda, pada tahun 1848, Belanda masuk kembali ke Pulau ini dan difungsikan sebagai Pangakalan Angkatan Laut. Namun pada tahun 1883, sarana prasarana yang telah dibangun oleh belanda kembali hancur berat akibat gelombang Tidal letusan gunung Krakatau. Pada tahun 1911 s.d. 1933, Pulau Onrust diubah fungsinya sebagai Karantiana Haji. Masyarakat Indonesia pada saat itu yang akan naika haji ke Mekah dikarantina terlebih dahulu di pulau ini baik ketika pergi maupun sepulangnya. Hal ini merupakan taktik dari Belanda untuk menekan pengaruh ulama-ulama pada masa itu. Belanda tahu bahwa pergoalakan/pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada saat itu karena dipengaruhi oleh besarnya kharismatik ulama dimata rakyatnya.

Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai rumah sakit Karantina bagi penderita penyakit menular dan penyakit kusta/lepra dibawah penganwasan Departemen Kesehatan hingga awal tahun 1960, dan para penderita penyakit lepra saat ini ditampung di RS Sintahala Tangerang. Selain itu pulau ini juga pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis dan juga latihan militer. Tahun 1968 pulau Onrust dijarah habis-habisan sehingga banguan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja. Setelah peristiwa tersebut, pulau Onrust menjadi sepi tidak sesuai lagi dengan namanya. Walaupun sekarang Pulau ini sepi, jejak-jejak kesibukasnnya masih bisa ditelusuri. Beberapa bangunan masih tersisa dan masih dimanfaatkan sebagai penginapan. Sisanya adalah bekas-bekas fondasi bangunan yang menyisakan kepiluan yang menyesakan. Untuk melestarikan peninggalan sejarah yang terdapat di Pulau ini maka berdasarkan kekputusan Gubernur KDKI Jakarta No. Cb. 11/2/16/1972 pulau ini dinyatakan sebagai Pulau bersejarah yang dilindungi. Kemudian melalui SK Gubernur DKI Jakarta 134 tahun 2002 taman Arkeologi Pulau Onrust ditetatpkan sebagai UPT di lingkungan Dinas kebudayaan dan Permusiuman DKI



Sekali berlayar dua tiga pulau terlampaui, Itulah pepatah yang bisa dikatakan ketika berkunjung ke P. Onrust. Karena selain Pulau Onrust, dalam hitungan menit yang ditempuh dengan perahu, kita akan bisa mencapai Pulau Bidadari dan Pulau Cipir. Maka dari itu ketika berkunjung ke Onrust, harus berkunjung ke dua pulau lain didekatnya kalau tidak mau rugi.
waduk-malahayu
Watu gilang
Watu Kutho
Menuju Air Terjun Curug Cigentis
Berawal dari hanya ingin survey lokasi air terjun di daerah Jonggol pada hari Jum’at yang lalu (25/12/09), ternya aku nyasar ke Air terjun Curug Cigentis, entah berapa Km dari Jonggol yang semula jadi tujuanku. Yang pasti perjalanan yang kutempuh PP adalah 175 Km pake kendaraan ditambah ±7Km (PP) berjalan kaki.

Dan orang2 bilang wilayah ini termasuk Kabupaten Karawang, entahlah, karena turun lokasi air terjun sudah sore dengan cuaca redup dan hujan, aku ga sempat tanya@ segala. Yang pasti stelah sampai dan menikmati sebentar aku segera berkemas. Pulang…. Karena aku sendirian dan wilayah sana masih sepi. Meski dalam hati andai aku bawa bekal pakaian aku ogah pulung dulu… nginap aja ada Masjid ini…hehehe….berani2 takut… gitu deh… sayang ga bawa bekal… ya sudah aku pulang dan sepanjang perjalan aku nanya lagi…. Nanya lagi…arah ke bekasi lewat mana… harap maklum… baru pertama kali menjamah wilayah tsb…udah gitu malam pula…

Nah… inilah yg dapat kuabadikan dari TWA yang masih orisinil dengan jalanan tanah yang bechekkk, lichinnnn…tuyun naik… berbatu…n sepi…!! Seyemmmm…
Gunung Loji karawang yang Nyaris Akan Hilang
Gunung Loji karawang yang Nyaris Akan Hilang
Gunung Ungaran semarang

Gunung Ungaran terletak di kabupaten Semarang tepatnya di sebelah Selatan-Barat Daya kota Semarang dengan jarak sekitar 40 Km. Ketinggian dari gunung ini adalah 2.050 mdpl. Walaupun ketinggiannya dibawah 3000mdpl, soal medan wuezzzz….jangan salah, cabe rawit pedas rasanya…hehe jangan bekomentar dan jangan mudah percaya kata orang jika anda belum mencoba.
Gunung Sumbing
Merapi
Gunung Lawu mempunyai bentang alam yang membentuk morfologi perbukitan yang memanjang dan bentuk kerucut gunung api, juga menjadi pembatas kawasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur dan terletak di bagian selatan pantai Jawa. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning dan Kawah Telaga Lembung Selayur.

Gunung Lawu memiliki panorama alam yang indah. Banyak wisatawan yang tertarik untuk mendaki gunung ini. Gunung ini pun kerap disambangi para peziarah karena menyimpan obyek-obyek sakral bersejarah. Gunung berketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang menyimpan berbagai peninggalan sejarah kerajaan Majapahit seperti, Candi Ceto, Candi Sukuh yang merupakan peninggalan Raden Brawijaya selama dalam pelariannya.

peta-gunung-lawu Pendakian Gunung Lawu dapat dimulai dari dua tempat (basecamp) yaitu Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah, dan Cemorosewu, di Sarangan, Jawa Timur. Gerbang masuk keduanya terpisah hanya 200 m.

TRANSPORTASI

Untuk mencapai basecampe gunung lawu, pendaki bisa naik bus jurusan Solo menuju Tawangmangu dengan ongkos Rp 3.500. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 2 Jam (60km). Setelah itu dilanjutkan dengan kendaraan colt menuju Sarangan berhenti di Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu dengan ongkos Rp 3.000 (+ 1 jam perjalanan). Apabila terlalu sore kita harus mencarter mobil. Mobil terakhir omprengan biasanya sekitar pukul 17.00, namun bila sedang ramai kadangkala jam 19.00 masih ada mobil omprengan. Tiket masuk menuju pos pendakian Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu Rp 2.500 per orang, sudah termasuk asuransi Wana Arta.
Gunung Lawu terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung ini memiliki tinggi 3265mdpl, dan dapat diakses melalui Kota Solo. Gn. Lawu memiliki 2 buah jalur yang keduanya hanya berjarak 200mtr satu sama lain. Jalur-jalur tersebut antara lain Cemorosewu dan Cemorokendang. Kedua jalur ini memiliki track yang sangat berlainan satu sama lain. Jalur Cemorosewu adalah jalur hutan sama seperti pada gunung pada umumnya, dengan jalur ini kita dapat mendaki ke puncak lebih cepat dibandingkan lewat jalur Cemorokendang. Sedangkan jalur Cemorokendang relatif lebih mudah dilalui karena jalurnya terbuat dari batu-batu yang sudah tertata rapi.

Estimasi biaya untuk mendaki gunung ini adalah Rp 300ribu, tetapi jika anda menggunakan kereta ekonomi jurusan Jakarta-Solo.
swh-barat-punden-kcil gn lawu
Gunung Lawu
Gunung Lawu
Gunung Lawu
uncak Gunung Arjuna dan G. Welirang terletak pada satu gunung yang sama. G. Arjuna dapat didaki dan berhagai arah; arah Utara (Tretes) melalui G. Welirang, dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta). Dari Surabaya kita naik bus jurusan Malang, turun di Pandaan dan ganti kendaraan (Colt) ke jurusan Tretes. Tretes merupakan tempat Wisata dan Hutan Wisata serta terdapat air terjun yang indah yaitu Air terjun Kakek Bodo. Di Tretes banyak tersedia hotel maupun Losmen, hawanya sejuk dan merupakan tempat peristirahatan yang nyaman.

Dan Pos PHPA Tretes kita dapat langsung rnendaki G. Welirang dan juga G. Arjuna. Setelah berjalan antara 4 – 5 jam ke arah barat daya dari Tretes kita dapat berhenti dan bermalam di pondok tempat orang mencari bijih belerang, disini kita dapat mengambil air dan memasak atau mandi, karena air cukup melimpah. Hampir setiap han sekitar 20 — 30 orang buruh mencari dan membawa batu belerang ke Tretes.

Besok paginya kita dapat mulai mendaki ke puncak G. Welirang atau berbelok kita langsung kearah G. Arjuna. Perjalanan dan pondok sampai ke puncak G. Welirang, akan melewati hutan Cemara yang jalannya berbatu. Setelah berjalan 3 jam kita akan sampai di puncak G. Welirang. Di bawah puncak G. Welirang ada sebuah kawah yang menyemburkan gas belerang. Perjalanan dari Tretes sampai ke puncak G. Welirang memakan waktu 7 – 8 jam.

Bila kita akan melanjutkan penjalanan menuju G. Arjuna maka setelah kita sampai di puncak G. Welirang kita berjalan turun ± 10 menit tepatnya ke arah selatan. Hutan yang dilalui adalah hutan cemara dengan melewati sebuah jurang dan pinggiran G. Kembar I dan G. Kembar II. Setelah berjalan 6 – 7 jam kita akan sampai di puncak G. Arjuna. Tetapi sebelumnya kita akan melewati tempat yang dinaniakan “Pasar Dieng”, ketinggiannya hampir sama dengan puncak G. Arjuna dan terdapat batu­ yang sebagian tersusun rapi seperti pagar dan tanahnya rata agak luas. Dari sini untuk ke Puncak G. Arjuna hanya memakan waktu ± 10 menit. Untuk mencapai G. Arjuna dan G. Welirang dibutuhkan waktu 5 sampai 6 jam.

Puncak G. Arjuna anginnya sangat kencang dan suhunya antara 5-10 derajat celcius. Disini kita dapat menikmati suatu Panorama yang sangat indah terutama bila malam hari, kita dapat melihat ke bawah, kota-kota seperti Surabaya, Malang, Batu, Pasuruan. serta laut utara dengan kerlipan lampu- lampu kapal.

Puncak G. Arjuna disebut juga dengan Puncak ‘Ogal-Agil’ atau ‘Puncak Ringgit. Setelah berkemah di puncak, besok paginya kita dapat turun ke kota Lawang atau ke arah timur dengan melewati Hutan Cernara, Hutan tropis dan perdu. setelah itu kita akan melewati Perkebunan Teh Wonosari bagian utara. Turun ke arah Lawang lebih dekat dan menyingkat waktu daripada kembali ke arah G. Welirang/Tretes. Perjalanan turin ke arah Lawang kurang lebih 6 jam.

Mendaki G. Arjuno dari kota Lawang merupakan awal pendakian yang praktis karena kota Lawang mudah sekali kita tempuh baik dan arah Surabaya maupun Malang, selain itu Puncak G. Arjuno dapat langsung kita tuju dan arah ini.

Bila kita menginginkan mendaki dari kota Lawang, dari arah Surabaya kita naik bus jurusan Malang dan turun di Lawang (kira-kira 76 Km) dan bila dari Malang, dari Terminal Arjosari kita naik bus menuju Lawang dengan jarak 18 Km.

Dan Lawang kita naik kendaraan umum (angkutan desa) menuju desa Wonorejo sejauh 13 km. Pendakian ke puncak dimulai dari desa ini menuju ke Perkebunan Teh desa Wonosari sejauh 3 km. Di sini kita melapor pada petugas PHPA dan juga meminta ijin pendakian, persediaan air kita persiapkan juga di desa terakhir ini.

Dari desa Wonosari terus berjalan dan melewati kebun teh Wonosari serta terus naik selama 3 – 4 jam perjalanan kita akan sampai di “Oro – Oro Ombo” yang merupakan tempat berkemah.

Dari ”Oro-oro Ombo” menuju ke puncak dibutuhkan waktu 6-7 jam perjalanan dengan melewati hutan lebat yang disebut hutan “LaliJiwo” untuk menuju puncak terakhir ini. Setelah kita melewati Hutan LaliJiwo kita akan melalui padang rumput yang jalannva menanjak (curam) sekali. Mendekati puncak, kita akan berjalan melewati batu-batu yang sangat banyak dan menjumpai tanaman yang sangat indah setelah itu kita akan mencapai puncak G. Arjuna.

Rute pendakian lainnya yaitu dari kota Batu lewat Selecta yang terletak di sebelah Barat G. Welirang. Kota Batu merupakan tempat wisata yang memiliki sumber air hangat dari kaki G. Welirang dan keadaannva tidak berbeda jauh dengan Tretes. Dari arah Kediri atau Malang untuk menuju Batu kita dapat naik bus/Colt, selanjutnya perjalanan dari Batu menuju Selecta menggunakan Colt (angkutan pedesaan). Selecta salah satu tempat wisata yang ada di kota Batu dengan ketinggian 1.200 m dari permukaan laut.

Setelah tiba di Selecta kita dapat bermalam haik di Hotel maupun Losmen. Besok paginya dengan colt, kita menuju desa Kebonsari. Di desa ini kita harus menyiapkan air secukupnya untuk perjalanan ke puncak dan kembalinya.

Kita memulai pendakian dengan melewati ladang sayur-sayuran dan jalan setapak menuju ke arah timur laut dan terus naik melewati hutan tropika, dalam perjalanan ini samar-samar akan terlihat puncak G. Arjuna.

Mendaki selama 5 – 6 jam akan mengantarkan kita pada punggungan gunung yang menghubungkan Puncak G. Welirang dan G. Arjuno, tepatnya sebelah tenggara G. Kembar I. Kita masih harus menempuh perjalanan 1 – 2 jam lagi untuk menujupuncak G. Welirang ke arah kiri atau G. Arjuno ke anah kanan selama 4 – 5 jam.
Gunung Welirang
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
taman-nasional-gunung-bromo-tengger-semeru
Purwakarta.
Situ Wanayasa Adalah Sebuah telaga yang terletak disebuah Kecamatan wanayasa, kabupaten Purwakarta
Purwakarta
Puncak Pinus jonggol
Gunung Slamet
jembatan_ndhuwur_guci
Gunung Slamet
Gunung Slamet
Gunung Slamet
ANAK-GUNUNG-KELUD-08
Gunung Sumbing

Di daerah Wonosobo yang terkenal akan sayurannya kita dapat melihat dengan jelas betapa megahnya dua gunung yang seakan membelah kota ini menjadi dua bagian. Di sebelah selatan kota ini tepatnya Gunung Sumbing berada. Gunung yang berketinggian 3371 M ini selain menjadi bagian penting kota Wonosobo juga menjadi bagian penting dari tujuan para pendaki karena tingginya lebih dari 3000 M dan merupakan puncak kedua tertinggi di Jawa Tengah.


Perjalanan pendakian gunung ini dapat ditempuh dengan tiga jalur yaitu :

1. Jalur Dusun Garung (punggung utara)

2. Jalur Cepit Parakan (punggung timur)

3. Jalur Kalikajar (punggung barat)

Dari ketiga jalur pendakian, jalur melalui Dusun Garung adalah jalur yang paling banyak diminati oleh para pendaki karena jalur ini telah banyak petunjuk dan keamanan medannya lebih terjamin dan juga waktu tempuh perjalanan dengan menggunakan jalur ini merupakan yang tercepat dibanding dengan dua jalur lainnya.

Dari Dusun Garung pendaki dapat memulai pendakian dengan alternatif dua jalur pendakian yaitu jalur lama dan jalur baru. Tidak ada perbedaan yang khusus mengenai kedua jalur ini hanya arah dan sudut pendakiannya saja yang sedikit berbeda. Jika menggunakan jalur lama maka akan terasa sangat berat karena di sekitar (seduplak roto ) atau kilometer kelima pendakian pendaki akan menemukan medan pendakian yang berkemiringan sekitar 70 derajat, sehingga pada saat turun hujan akan sangat berbahaya untuk didaki. Berbeda dengan jalur baru yang terletak di sebelah barat jalur lama, medan pendakian tidak seberat jalur lama hanya ketika menggunakan jalur ini pendaki akan banyak melewati daerah perbukitan kecil sehingga akan terasa lebih lama.

Relief dari gunung ini mempunyai banyak lembah-lembah di kanan dan kiri itu menyebabkan pendaki harus ekstra hati-hati sewaktu melakukan pendakian karena tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan dalam proses pendakian, terutama bila pendakian dilakukan pada malam hari atau bila cuaca di sekitar gunung sedang terjadi kabut tebal.

Berikut ini adalah pos-pos pendakian gunung sumbing.

Jalur Lama

1. Base camp (Posko pengawasan) (Km I) – 1455 M

2. Ladang pertanian (tembakau) (Km II)

3. Malim (Km III)

4. Genus (Km IV) 2240 M

5. Seduplak Roto (Km V)

6. Pestan 2437 M

7. Pasar Watu (Watu Kotak) 2763 M

8. Tanah Putih (KM VI)

9. Puncak Buntu 3371 M

10. Puncak Kawah (KM VII)

Jalur Baru

1. Base Camp (Km I)

2. Ladang pertanian (Km II)

3. Kedung (Bosweisen) (Km III)

4. Gatakan (Km IV) 2240 M (Pos 2)

5. Krendegan

Setelah krendegan ini maka jalur kembali menjadi satu (bergabung dengan jalur lama) di daerah pestan 2437 M.

Vegetasi di Gunung Sumbing ini penulis kira sudah banyak berubah dari fungsinya karena dari wawancara yang penulis lakukan dengan pihak pengelola hampir 80 persen fisik gunung telah menjadi ladang pertanian dan hutan pinus yang dahulu menjadi mayoritas vegetasi di gunung ini telah punah karena kebakaran yang terjadi sekitar tahun 90-an.

Mata air yang ada di gunung ini hanya terdapat di ketinggian 2200 M, yaitu di sekitar daerah Genus (jalur lama) atau di Kedung (jalur baru) dan bentuknya telah permanen karena mata air ini juga dipakai untuk keperluan ladang pertanian.

Jalur menuju ke puncak setelah ladang pertanian adalah jalur bebatuan. Jalur bebatuan ini dikenal rawan longsor jadi pendaki disarankan berhati-hati melewati jalur ini. Setelah melewati jalur bebatuan ini maka pendaki akan dapat mencapai puncak buntu (3371 M). dari puncak ini pendaki harus mengelilingi jalan setapak untuk dapat turun menuju Kawah Besar Gunung Sumbing.

Dari puncak buntu pada pagi hari pendaki dapat melihat megahnya Gunung Sundoro yang terdapat tepat di depan mata dan keindahan Gunung Slamet (3428 M) 110 Km sebelah barat Gunung Sumbing.

Waktu perjalanan yang dibutuhkan pendaki untuk dapat mencapai puncak adalah antara 8 sampai 15 jam perjalanan tergantung cuaca dan fisik pendaki. Itupun dengan menggunakan jalur Garung yang termasuk paling cepat diantara jalur lainnya. Apabila pendaki akan mencoba jalur cepit parakan atau jalur kalikajar maka perjalanan menuju puncak bisa memakan waktu satu asmapi dua hari perjalanan karena jalurnya landai dan rambu menuju puncak tidak sebanyak jalur garung.
Gunung Sindoro


Tidak jauh berbeda dengan gunung Sumbing baik dari letak geografis ataupun vegetasinya. Gunung Sindoro inipun telah mengalami eksploitasi yang mengkhawatirkan, karena bayangan orang tentang gunung yang hijau dan hutan rimba yang alami telah berubah. Hanya ladang tembakau dan semak-semak saja yang terdapat di sepanjang perjalanan, hanya sebagian kecil perjalanan menuju puncak saja yang masih terlindungi oleh pohon-pohon besar. Selain itu hanya semak dan ladang pertanian. Padahal kalau dilihat sekilas bentuk gunung ini sangat ideal untuk sebuah gunung yang menjadi tujuan pendakian karena bentuknya yang sangat mengerucut.


Perjalanan para pendaki dimulai dari kota Wonosobo atau Parakan selanjutnya menuju ke beberapa titik pendakian yang terdapat di beberapa tempat diantaranya adalah :

1. Jalur Kledung (Punggung Selatan)

2. Jalur Sigedang (Perkebunan Tambi) (Punggung Utara)

3. Bedakah (Punggung Barat)

Dari ketiga jalur pendakian tersebut jalur dari Desa Kledung merupakan jalur yang umum dilalui oleh para pendaki karena jalur kledung ini telah memiliki sarana pendakian yang paling lengkap diantaranya adalah pos pengawasan dan informasi dan juga jalur perjalanannya sudah sangat jelas baik itu rambu ataupun jejak sepatu para pendaki.

Pendakian melalui jalur Kledung ini sangat aman baik dari segi jalur ataupun medannya, hanya saja eksploitasi hutan gunung yang telah melampaui batas menyebabkan perjalanan dengan menggunakan jalur Kledung ini sangat menguras tenaga dan keringat karena panasnya ladang pertanian dan tidak adanya pohon untuk berteduh. Oleh karena itu banyak para pendaki telah mulai merubah jadwal pendakian dengan menggunakan jalur ini. Maksudnya pendaki lebih memilih mendaki pada malam hari daripada siang hari tujuannya adalah untuk menghemat air dan perbekalan meskipun dengan resiko dinginnya cuaca gunung Sundoro pada malam hari yang terkenal cukup ganas selain Gunung Lawu di Tawang Mangu – Solo.

Perjalanan menuju puncak Sindoro ini memang akan lebih menarik jika dilakukan pada malam hari karena selain pemandangan kota Wonosobo dan Parakan pendaki tidak akan merasakan lelahnya perjalanan hanya dinginnya saja yang menusuk tulang. Dinginnya cuaca gunung ini sangat terasa bahkan bagi penulis pun tidak mudah untuk melawan hawa dingin yang menusuk tulang, dan hanya peralatan yang penting seperti kaus tangan, kaki dan tutup kepala yang sangat membantu menghilangkan hawa dingin Sundoro. Penulis mencatat sewaktu ekspedisi ke Sindoro ini dalam suhu 6 derajat celcius, dan pada suhu ini dapat membuat ingatan pendaki sedikit terganggu, sehingga para pendaki disarankan berisitirahat atau membuat minuman hangat untuk menjaga suhu tubuh ketika berhadapan dengan suhu yang dimaksud.

Perjalanan awal dari Pos I menuju pos II hanya merupakan ladang pertanian dan setelah Pos II barulah pendaki mulai melewati semak-semak kecil meskipun masih ada ladang pertanian yang sesekali ditemui. Setelah mencapai Pos II barulah perjalanan sebenarnya dimulai karena dari Pos II menuju Pos III akan memakan waktu yang lama dan dengan sudut pendakian yang tinggi menyebabkan daya tahan pendaki akan banyak berkurang dan tidak sedikit pendaki yang terpaksa (nge-camp) atau berisitrahat dan mendirikan tenda di daerah ini untuk menjaga kondisi. Setelah Pos III dilalui pendaki akan mulai merasakan bekas-bekas hutan raya Sindoro yang dahulu sangat rimbun dan alami. Tapi pada perjalanan malam di daerah Pos III menuju puncak merupakan titik yang rawan karena selain tidak ditemukan mata air angin yang bertiup sangat kencang dan dinginnya cuaca bisa mencapai 3 derajat. Oleh karena itu perlengkapan cuaca yang digunakan pada pendakian malam harus sangat diperhatikan untuk mencegah turunnya suhu tubuh (hipotermia).

Perjalanan DI hutan sindoro akan berakhir dan berganti dengan perjalanan di Taman Edelweiss yang merupakan jalur terindah dalam perjalanan menuju Puncak Sindoro. Setelah melewati jalur taman ini maka pendaki akan mencapai Puncak Sindoro tepat di depan Segoro Banjaran. Dan di bawah kawah akan ditemui mata air endapan dari hujan dan banyak dari pendaki menggunakannya untuk minum. Di puncak sindoro juga ada dua tempat yang satu bernama segoro banjaran dan yang satunya bernama segoro wedi entah dari asalnya tapi yang jelas memang di puncak sindoro merupakan puncak yang unik karena terdapat hamparan pasir (wedi) yang cukup luas bahkan sangat baik untuk acara-acara permainan seperti bermain bola dan sebagainya.

Dari puncak Kledung ini pendaki dapat berjalan mengitari puncak dan menuju lapangan upacara (alun-alun) yang terdapat di puncak utara gunung ini. Alun-alun inilah yang menjadi kahir pendakian dari jalur Sigedang (perkebunan tambi). Bila pendaki ingin turun dengan menggunakan jalur sigedang ini maka pendaki dapat memulainya tepat di mulut punggung utara atau sekitar lapangan upacara.

Pemandangan puncak Sindoro menurut penulis merupakan pemandangan puncak terbaik dari gunung-gunung lain yang terdapat di Pulau Jawa karena selain lokasinya yang sangat strategis untuk memandang ke sekeliling juga karena seluruh puncak yang terdapat di Jawa Tengah :

o Slamet (3428 M)

o Sumbing (3371 M)

o Lawu (3265 M)

o Merbabu (3142 M)

o dan Merapi (2981 M)

dapat terlihat jelas dari puncak Sindoro ini pada pagi hari sebelum jam 11 karena setelah jam tersebut biasanya kabut akan menutupi pandangan pendaki sehingga harus menunggu kabut hilang.

Waktu perjalanan dari Kledung adalah sekitar 7 sampai 10 jam perjalanan tergantung cuaca can fisik pendaki sedangkan dengan menggunakan jalur Sigedang akan lebih cepat yaitu sekitar 6 sampai 8 jam perjalanan, hanya saja medan pendakian sangat berat karena disamping jalan bebatuan jalur sigedang ini sangat curam dan berbahaya bila waktu hujan atau kabut. Dan bila pendaki menggunakan jalur Bedakah maka akan lebih menantang karena jalurnya masih sangat baru dan yang menggunakan jalur ini disarankan adalah para pendaki yang memiliki kemampuan navigasi yang baik karena jalurnya yang relatif baru dan sangat rawan tersesat dan juga rambu petunjuk di jalur ini tidak ada sama sekali dan hanya jalur-jalur bekas penebangan kayu saja.
GUNUNG YANG MEMBELAH KOTA WONOSOBO
ini nampak sekali di daerah lereng gunung sumbing maupun sindoro
Gunung Sindoro dan G. Sumbing serupa sekali, berapi dan berkerucut.
Gunung Guntur
Gunung Guntur
gunung-ijen
ANAK-GUNUNG-KELUD
merapi
merap
mount_arjuna
mount_arjuna
Gunung Raung
Gunung Raung
Gunung Raung
Gunung Merbabu
Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato
Gunung Merbabu.
"Gunung Sindoro ”, mungkin nama gunung ini sudah tidak asing lagi bagi para pecinta alam.

gunung ini mendapat rate yang lumayan tinggi karena termasuk gunung yang sering dikunjungi (nemenin yang belum pernah naek & nostagila pengen maen sepak bola di puncak). Banyak sekali pengalaman “aneh tapi nyata” terjadi ketika mendaki gunung ini.

Gunung Sindoro memiliki ketinggian + 3.136 mdpl, puncaknya yang indah banyak ditumbuhi bunga Edelweis, Cantigi & buah bery (kok mirip buah di film one piece ya? hehe).

elain itu terdapat fasilitas lapangan bola di puncaknya (karena luasnya).

Untuk mendaki Gunung Sindoro bisa ditempuh melalui dua rute / jalur pendakian yakni lewat Kledung dan Sigedang, wilayah Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. Dari kota Yogya naik Bus ke Magelang disambung bus ke Temanggung atau Wonosobo. Biasanya kami naik dari Wonosobo sekaligus menikmati indahnya pemandangan gunung Sumbing.
mountain in Banyuwangi
mountain in Banyuwangi
Waiting for sunset in Plengkung
Pantai Alas Purwo
kawah_ijen_di_banyuwangi__jawa_timur
Pantai Wisata Pulau Merah
Pantai Wisata Pulau Merah
Pantai Wisata Pulau Merah

Pulau merah merupakan wisata pantai yang terletak diujung selatan banyuwangi, mempunyai keunikan berupa gunung kecil ditengah pantai yang warna tanah nya merah, karena itu dinamakan pantai pulau merah. di sebelah timur pantai terdapat pegunungan, yang konon kabarnya mempunyai kekayaan alam yang tersembunyi. ke sebelah selatan pulau kita dapat menikmati indahnya sunset di sore hari. +- 50 meter ke barat terdapat pelabuhan pelelangan ikan yang cukup besar. pada tahun 1996 pernah terjadi bencana alam yang sangat besar yaitu Tsunami, banyak warga pantai pulau merah yang menjadi korban karenanya. namun sekarang keindahan pantai pulau merah kembali pulih dengan ciri kasnya yang mungkin satu-satunya di banyuwangi. jika anda penasaran silahkan datang dan menikmati indahnya pantai pulau merah
puncak gunug iken
Kawah G.Ijen
selain memiliki view kawah yg indah G.Ijen jga merupakan salah satu penghasil belerang terbesar di Jawa Timur.
goa maharani
Namanya Pantai Baron. Pantai ini terletak di Kabupaten Gunungkidul. Nih tempat keren banget
Kalau yang ini Pantai Kukup di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km di sebelah Timur Pantai Baron. Jadi jaraknya dekat dari pantai baron, guys. bisa mampir kesini juga karena pantai ini kaya akan biota laut dan juga terkenal dengan beragam ikan hias air laut yang sangat indah di Aquarium Laut atau yang dijajakan oleh para pedagang di sepanjang pantai. Selain itu terdapat gua alam yang teduh. Selain itu jika di Bali ada Tanah Lot, di Gunung Kidul Yogyakarta ada Pantai Kukup, karena mempunyai gardu pandang yang terletak di pulau terpisah.
Yang ini paling spektakuler menurut gue. Goa Gong.
Berada di Pacitan, Jawa Timur. Benar-benar Goa yang indah banget sampai-sampai dijadikan Goa terindah se-Asia Tenggara. Pada tau ngga? jangan-jangan ga tau? (gue juga sih sebelumnya hehe). Ornamen yang terbentuk dalam hitungan jutaan tahun ini benar-benar awesome.
Coba lihat foto cucuran air beku dibawah ini. mantap.
Ga kebayang kan kalo keindahan ini ada di negeri kita ini?
Ini namanya Pantai Klayar, di daerah Jawa Timur.
Mungkin untuk terakses ke wilayah tersebut kita harus melewati jalan yang berkelok-kelok dan melelahkan, tapi gue yakin semuanya bakal terbayar total dengan keindahan ini!
Hayoo.. ada yang tahu dimana letak pulau kecil nan eksotik ini? Yap, Pulau Cemara... Kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengah CANTIK! itu adalah kata-kata yang amat tepat untuk menggambarkan pulau ini. Pulau Cemara hanya salah satu lokasi di kepulauan Karimun Jaya, masih banyak yang lainnya seperti Penangkaran Ikan Hiu, Barracuda, Penyu, dll
If felt too far visited to the Grand Canyon available in America there, now you might not too again disappointed. Indonesia evidently also had Green Canyon personally that did not lose pretty him.
Hahaha, inilah Grand Canyon-nya Indonesia.. nama aslinya adalah Cukang Taneuh. Berada di Ciamis, Jawa Barat! :)
GURUN PASIR JAWA TENGAH / Gumuk Pasir Parang Kusumo
Ratusan warga muslem menjalankan sholat Ied di Gumuk Pasir Parang Kusumo Yogyakarta. Sholat di Alam terbuka diatas lautan pasir ini menjadi tradisi wrga Yogya khusunya warga Bantul.
Gumug Pasir Parangkusumo terletak di Yogyakarta. Gumuk pasir merupakan gundukan-gundukan yang berisi material pasir di sepanjang Pantai Parangtritis-Parangkusumo sampai muara Sungai Opak. Hal ini merupakan fenomenal unik karena hanya satu-satunya di Asia Tenggara kita bisa melihat padang pasir seperti padang pasir sahara. Walaupun gundukan pasir ini tidak seluas Sahara tapi membuat seolah-olah kita berada di Gurun Sahara. Kadang-kadang Gumug Pasir Parangkusumo ini disebut juga sebagai Sahara in Java.
Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan.
Ga perlu jauh-jauh ke Japan buat melihat Sakura karena kalian bisa menikmati indahnya bunga Sakura bermekaran di CIBODAS!
AYOOO KESANA! kalian pasti pernah ke Cibodas,deh.. gue yakin.. serbuuuu!


Namaku Erika, yeah..just Erika! Gatau kenapa orang tuaku ngasi nama kok irit sekali [sambil pegang dahi, mikir]. Menurut ceritanya...nama Erika diambil dari nama artis kenamaan tahun '80an, Erick Estrada, pemeran pilem Chips. Katanya sih..tu artis ngetop banget di tahun 80'an dan kebetulan aku lahir di era '80an juga. Berhubung yang lahir sesosok bayi cewe mungil nan cantik dinamailah Erika, klo cowo bakal dinamai Erick. Yah gapapa deh, terima nasib dengan nama sesingkat itu...toh nama kakak ma adik juga cuma 1 kata semua...jadi ga ngiri dan ngga protes. Hehehehehehe.

Masa kecil aku habiskan di Malang, di kota tercintaku [ya iyalah..kota kelahiran getow loh!]. Sering berpindah-pindah tempat tinggal, bukan pindah kota....tapi pindah rumah, karena ortu masih ngontrak sana ngontrak sini ketika aku masih kecil. Terlahir dari keluarga campuran, papa yang keturunan Cina dan mama yang Jawa pribumi, mendidik aku menjadi pribadi yang mengerti dan sangat menghargai apa arti perbedaan. Mamaku orangnya bawel, cerewet banget, cenderung kejam malah...hahahahaha...[dulu badan bentol2 biru kena cubit sana sini saking bandelnya]. Papa orangnya pendiam, jarang bersuara, sekalinya bersuara semua yang pada diem, ketakutan heuheuheuheu. Yah...aku sangat bersyukur mendapatkan kedua orang tua seperti mereka, mereka sangat percaya pada anak2nya, dan bukan termasuk orang tua yang kolot. I love them both!

Semenjak kuliah, aku sudah membiayai kuliah sendiri, hasil dari kerja part time, jadi Female Presenter alias Sales Promotion Girl. Pagi kuliah, sore kerja, demikian sebaliknya. Menghasilkan uang, pengalaman dan networking tentunya. Meskipun banyak yang mengatakan klo SPG selalu identik dengan hura-hura dan hiburan malam, aku sih cuek aja, so far...aku bisa ngebuktiin klo aku tidak seperti yang mereka katakan. Dan yang pasti aku bisa membuat bangga kedua orang tuaku.

Selepas kuliah, aku diterima bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi. Hidup jauh dari ortu, hidup mandiri, bukan hal yang menyulitkan bagiku. Ditambah, aku punya lingkungan kerja yang sehat dan teman2 yang sangat menyenangkan, membuat aku semakin bersyukur akan nikmat yang telah diberikan-Nya kepadaku. Aku tidak pernah meminta lebih, tapi selalu mendapat lebih dari yang kuharapkan.

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung vulkanik aktif tidak berbahaya di Jawa Tmur dengan ketinggian lebih kurang 1.700 meter di atas permukaan laut. Gunung Kelud memiliki 4 puncak yaitu Puncak Kelud, Puncak Sumbing, Puncak Gajah Mungkur dan Puncak Gedang. Diantara kaki Puncak Kelud dengan ketiga puncak lainnya terdapat danau kawah seluas 12 hektar yang airnya mengandung belerang. Untuk bisa munuju danau kawah kita harus melewati Terowongan Ampera sepanjang 110 meter yang menembus Puncak Gajah Mungkur. Gunung Kelud berada di wilayah Kecamatan Ngancar, berjarak lebih kurang 30 km arah timur dari Kota Kediri terletak di kawasan perkebunan kopi dengan aneka flora pada lereng dan lembah di sepanjang menuju puncak Kelud.

Pada penghujung tahun 2007 Gunung Kelud dinyatakan meletus tepatnya pada 3 November 2007, setelah terjadi gempa tremor over schale pada pk 16:00 WIB. Namun letusannya tidak seperti gunung berapi pada umumnya yang memuntahkan lahar atau lava pijar. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan Gunung Kelud tak juga memuntahkan material vulkaniknya. Salah satunya dikarenakan kubah lava yang terbentuk akibat letusan 10 Februari 1990 lalu sangat besar sehingga gunung itu membutuhkan lebih banyak energi untuk menjebolnya. Meskipun ada kemungkinan volume magma yang mendesak ke permukaan terlalu kecil. Pada akhirnya, muncullah kubah lava yang membentuk anak Gunung Kelud. Kubah lava yang awalnya hanya berupa noktah hitam di tengah danau kawah yang disertai kepulan asap putih tebal, lalu dari hari ke hari noktah hitam itu semakin membesar dan terbentuklah gundukan besar yang dinamakan anak Gunung Kelud. Saat ini tinggi anak Gunung Kelud sudah mencapai 240 m dengan diameter 30 m, diperkirakan pertumbuhan anak Gunung Kelud mencapai 2,5 m setiap harinya.
Pantai teleng ria terletak di kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Jawa Timur
Pantai Pangandaran
PANTAI WEDI OMBO

Pantai ini terletak di ujung timur pantai – pantai yang ada di yogykarta. Wedi Ombo merupakan pantai yang berbentuk teluk dengan dinding perbukitan yang hijau. Jarak antara Yogyakarta dan pantai Wedi Ombo sekitar 80 Km. Tempat ini sangat sesuai bagi pecinta Hiking dan sesuai untuk perkemahan. Tidak berapa jauh dari pantai wedi Ombo terdapat pantai rongkop
Sempu, Pulau Menawan Di Pantai Selatan Jawa
Pantai Sundak, pantai kecil nan indah yang terletak di kabupaten Gunungkidul
Karimunjawa
sunset_over_ujung_gelam_c_ukirsari-Karimunjawa
Pulau KarimunJawa
Pertapaan Gajah Mada, Air Terjun Madakaripura, Probolinggo.
Murung Raya, Kalimantan Tengah
gunung-nona-di-enrekang
Keindahan lain dari kota Pare-pare dari ketinggian tampak selat Sulawesi yang memisahkannya dengan Pulau Kalimantan
View from Gunung Lumut (East Kalimantan, Indonesia)
View from Gunung Lumut (East Kalimantan, Indonesia)
KINABALU 4101mdpl

Berbeda dengan Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara, yang bentang alamnya didominasi oleh deretan gunung berapi, Kalimantan (Borneo) hanya mempunya sangat sedikit gunung, dan itu pun bukan gunung api. Namun, salah satu dari yang sedikit itu, yakni Kinabalu, mempunyai puncak yang justru lebih tinggi dari deretan gunung api tersebut. Gunung Kinibalu mempunyai ketinggian 4.101 meter mdpl.

Gunung Kinabalu terletak di sebelah utara pulau Kalimantan, tepatnya di Taman Nasional Kinabalu, Sabah, Malaysia. Taman ini berjarak 90 km dari kota Kinabalu,dapat ditempuh dengan menggunakan minibus jurusan Kinabalu - Ranau turun di Taman Nasional Kinabalu.
interesting mountain in central kalimantan
INDONESIA
funny looking mountain in central Kalimantan

Ga kalah dengan Agulha do Diabo

mantabbb
senja di atas batu daya (bukit batu) kalimantan barat
Palung and Gunung Panti mountains in West Kalimantan
Kalimantan
Gunung Kinabalu
Kalimantan
Gunung Tabur
Agrowisata Gunung Gumitir
Kalimantan Timur Matahari hampir tenggelam di balik gunung di Kampung Long Ayap
bukit tabur
bukit tabur
Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya merupakan kawasan konservasi yang terletak di jantung Pulau Kalimantan
Obyek Wisata di Kalimantan Timur yang sangat populer adalah Bukit Bangkirai
bukit batu Kalimantan
Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan
Bukit Kelam Kalimantan Barat
Danau Sebedang adalah salah satu tempat tujuan wisata yang terletak didesa Sebedang ± 12 km dari jantung ibukota Kab Sambas. Danaunya yang lebar 1 km2 dan dikelilingi oleh pegunungan dengan ketinggian ± 400 m diatas permukaan laut, mempunyai pemandangan alam yang menarik, merupakan salah satu tempat bersejarah bagi para sultan Sambas beristirahat.
Kalimantan Barat (Kalbar)
Kalimantantengkiling9.png Tengah,
Kalimantan Barat (Kalbar)
Sungai Hutan Kalimantan
kawasan Bukit Batu
pulau Mapur
Pulau Mapur
Pulau Mapur terletak disebelah timur Pulau Bintan. Pulau ini memiliki potensi wisata yang luar biasa. hampir semua titik2 bisa dijadikan lokasi snorkeling ataupun diving. Dengan bermodal alam yang masih bagus, pulau ini menjadi incaran para investor. Sebuah resor bernama Battuta Resort yang dikelola oleh investor dari Singapura menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh para penyelam.

Tidak hanya Pulau Mapur yang dilirik para investor. Sebuah pulau bernama Pulau Pangkil Kecil, malah dijadikan private island oleh sang investornya. Situsnya yang menarik tentu sangat menggoda para penikmat wisata pulau.Selain Pangkil, ada Pulau Nikoi yang juga merupakan private island yang tak kalah menarik untuk menikmatinya.
pulau nikoi
Pantai Hunimua Indah yang terletak Desa Liang, 32 km dari Ambon atau 15 kilometer dari Pantai Natsefa, belum lama ini mendapat bantuan pembenahan atau perbaikan kawasan dari Dinas Pariwisata, Pemda Maluku. Kawasan wisata pantai ini memang dikelola secara kusus oleh Pemda Maluku

Sebelum konflik meletus, Pantai Hanimua Indah sering disinggahi turis asing. Mereka datang untuk menyelam, menikmati pemandangan bawah laut. Selain menyelam, para turis ini juga menggemari kegiatan memancing. Ikan bakar, rujak dan kelapa muda menjadi makanan nikmat yang disajikan kepada para wisatawan, baik lokal maupun asing
Pantai ini memiliki pasir putih sepanjang 1 km dan lebar 300 meter sehingga para turis sangat leluasa untuk bersenag-senang di hamparan pasir putih yang bersih. Selain itu, mereka juga bisa menikmati rimbunan pepohonan beringin hutan, yang tumbuh subur seakan melindungi hamparan pasir.

Pada masa pascakonflik ini, orang asing datang ke Pantai Hanimua Indah berasal dari dari Jerman, Inggris, Autralia, Nigeria, Kanada dan Belanda.
Pantai Hunimua, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah
Pantai Hanimua LAUTnya
Pantai Hanimua LAUTnya
Pantai Hanimua LAUTnya
Goa Sarawak Chamber
Hutan Pasang Surut
gunung pancar bogor
Suramadu
sawah jalaksana DESA KALIERANG BUMIAYU - BREBES JATENG
SUNSET' DI CANDI BOROBUDUR JAWA TENGAH
NEGERI ELOK AMAT KUCINTA
Pertapaan Gajah Mada, Air Terjun Madakaripura, Probolinggo.
Puncak Langkisau
pulau mapur
pulau mapur
tanjung Bira terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patutu di andalkan. Berbagai sarana sudah tersedia, seperti perhotelan, restoran, serta sarana telekomunikasi, pantai bira berlokasi sekitar 41 km kearah timur dari kota bulukumba. dengan pelabuhan penyeberangan fery yang menghubungkan daratan Sulawesi Selatan dengan pulau selayar.

Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan. Pantai ini termasuk pantai yang bersih, tertata rapi, dan air lautnya jernih. Keindahan dan kenyamanan pantai ini terkenal hingga ke mancanegara. Turis-turis asing dari berbagai negara banyak yang berkunjung ke tempat ini untuk berlibur.

Pantai Tanjung Bira sangat indah dan memukau dengan pasir putihnya yang lembut seperti tepung terigu. Di lokasi, para pengunjung dapat berenang, berjemur, diving dan snorkling. Para pengunjung juga dapat menyaksikan matahari terbit dan terbenam di satu posisi yang sama, serta dapat menikmati keindahan dua pulau yang ada di depan pantai ini, yaitu Pulau Liukang dan Pulau Kambing.

Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulu Kumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp. 35.000,-. Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh dengan menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp. 8.000,- sampai – Rp. 10.000,-. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3 – 3,5 jam.

Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, langsung menuju ke terminal Malengkeri (Kota Makassar) dengan menggunakan taksi yang tarifnya sekitar Rp. 40.000,-. Di terminal ini kemudian naik bus tujuan Bulukumba atau yang langsung ke Tanjung Bira.

Di kawasan wisata Tanjung Bira, angkutan umum beroperasi hanya sampai sore hari. Jika pengunjung harus kembali ke Kota Makassar pada sore itu juga, di sana tersedia mobil carteran (sewaan) dengan tarif Rp. 500.000,-.

Biaya tiket masuk ke lokasi Pantai Tanjung Bira sebesar Rp. 5.000,-.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp. 100.000,- hingga Rp. 600.000,- per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkling dengan tarif Rp. 30.000,-. Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai, disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut yang masih lengket di badan. Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp. 65.000,-. Di kawasan pantai juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar
Bertamasya ke Pulau Umang terbilang istimewa. Sebab, tempat wisata yang memadukan wisata pantai dan wisata bahari ini diapit oleh beberapa destinasi wisata terkenal di Provinsi Banten, seperti Taman Nasional Ujung Kulon dan Pantai Carita di sebelah selatan, Pantai Tanjung Lesung di sebelah utara, serta Pulau Panaitan dan beberapa pulau kecil di sebelah barat.

Pulau yang merupakan bagian dari Propinsi Banten ini, masih harus ditempuh melalui jalur laut sekitar lima menit dari daerah Kecamatan Sumur, yang merupakan pemberhentian terakhir jalan darat. Manajemen Pulau Umang memang menyediakan transportasi khusus untuk ke Pulau Umang. Kapal motor dengan kapasitas 25 orang ini selalu siap mengangkut tamu kapan saja menuju Pulau Umang.

Bagi turis yang suka dengan wisata tirta (air), di pulau ini tersedia berbagai permainan air yang seru dan menantang, seperti berperahu, berselancar, jet ski, banana boat, dan snorkeling. Hembusan angin dan gelombang lautnya relatif kecil karena Pulau Umang terletak di antara laut utara dan selatan Jawa, sehingga nyaman digunakan untuk berenang atau bermain ombak di pantainya. Di sini juga tersedia kolam renang yang terletak di pinggir laut, sehingga tepat sekali dipilih oleh turis yang ingin berenang di air tawar sembari menikmati panorama pantai yang indah. Sehabis berenang, turis dapat mencoba paket pijat jacuzzy untuk meregangkan urat-urat yang tegang dan tubuh yang pegal. Selain itu, juga tersedia paket spa dan pijatan aromaterapi sambil mendengarkan deburan ombak. Berbagai jenis ikan yang terdapat di perairan yang mengelilingi pulau wisata tersebut, mengakomodasi keinginan turis yang ingin menyalurkan hobi memancing.
alam buku “10,000 places to see before you die”, mungkin nama Tomohon tak tercatat.ia adalah satu dari sekian titik kehidupan yang perlu dikunjungi. Tomohon adalah dataran tinggi di Provinsi Sulawesi Utara yang berjarak tempuh sekitar 30-45 menit dari kota Manado. Karena lokasinya di pegunungan, Tomohon juga terkenal sebagai kota bunga. Parade bunga adalah ritual tahunannya, seperti di Pasadena. Bunga berbagai rupa dan warna memeriahkan jalan-jalan di kota Tomohon. Mampirlah ke Gardenia, sebuah villa rumah yang sungguh asri dan penuh hati.

pasar tradisional yang menyajikan “Bizzare Foods”. Segala mahluk dijual dan dimakan di pasar itu (demi kesantunan, mohon maaf untuk tidak menampilkan foto karena khawatir mengganggu selera makan tuan dan nyonya sekalian). Kelelawar atau paniki adalah makanan tersohor di pasar ini. Banyak tersebar dan digantung-gantung. Lihat juga daging tikus pohon yang besar dan “katanya” lezat. Di tusuk sate satu demi satu.
Daging tikus ini bisa disajikan dengan dipanggang atau digoreng. Ada juga daging ular, kucing, anjing, dan tentu, babi yang banyak bergelimpangan. Semua disajikan di pasar Tomohon. Secara berkelakar, seorang kawan yang ikut mengatakan bahwa Tomohon tak akan pernah punya kebun binatang. Karena tentu, semuanya akan lebih dulu disajikan di pasar. Menarik. Inilah festival bizzare food Tomohon. Di balik keindahan dan keasrian lanskap pegunungan, Tomohon menyimpan keunikan tersendiri.
kima bajo terletak pada Kabupaten Minahasa Utara beribukotakan Airmadidi. Memiliki luas wilayah 955,32 km2 dan terbagi menjadi 8 kecamatan. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud dan Laut Sulawesi di sebelah utara, Kabupaten Minahasa di sebelah selatan, Kota Manado di sebelah barat, dan Kota Bitung dan Laut Maluku di sebelah timur.
Pariwisata menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian untuk dikembangkan. Topografi wilayahnya sebagian besar berupadataran rendah, dan sebagian kecil berbukit-bukit dan bergunung memungkinkan dikembangkannya wisata alam, budaya dan bahari. Kegiatan menyelam, snorkeling, renang, sport fishing, dan rekreasi luar ruangan merupakan jenis wisata yang ditawarkan di beberapa pantai dan pulau di kawasan kabupaten ini. Beberapa yang menarik antara lain Taman Laut Nain dan Mantehage, Pantai Tarabitan, dan Pantai Lilang yang dapat digunakan untuk kegiatan menyelam. Sementara snorkeling dan sport fishing bisa dilakukan di Pulau Gangga dan Pulau Sahaung. Wisata lainnya adalah daerah wisata Gunung Klabat dan agroindustri.

minahasa utara letak wilayahnya yang dekat sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Bitung dan sekitar satu kilometer dari Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Gunung Klabat dan Gunung Lokon.

Gunung Klabat adalah gunung tertinggi di Sulawesi Utara, ± 2.500 meter di atas permukaan laut.

Untuk trekking ke atas puncak gunung ini, hanya akan memerlukan waktu lima sampai enam jam yang dimulai dari Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.

Gunung Klabat memiliki beberapa tanaman eksotis dan beberapa hewan khas.

Pemandangan indah Kota Manado dan kabupaten sekitarnya dapat dilihat dari atas puncak gunung ini.

Gunung Lokon adalah salah satu gunung berapi aktif di Sulawesi Utara, terletak di tengah Kota Tomohon.

Gunung dengan tinggi 1.580 meter ini mempunyai danau kawah dan dikelilingi pemandangan indah.

Waktu yang tepat untuk mulai berjalan menapaki puncak gunung ini adalah dari Kakaskasen.


anda juga bisa mengunjungi air terjun tahapan telu Desa Kali Kecamatan Pineleng di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.

Desa Kali terletak di sebelah selatan Kota Manado dengan jarak sekitar 13 Km yang dapat ditempuh menggunakan transportasi darat.

Desa Kali adalah salah satu desa tertua di Minahasa dan telah dikenal sejak waktu Iberia pada abad ke-17.

Sekitar 1.000 meter di sebelah timur Desa Kali, terdapat Situs Air Terjun yang disebut dengan “Tahapan Telu”, artinya “Tempat Tetesan Tiga Air Kali”.
Flowing Air berasal dari mata air alami yang terletak di daerah pertanian Desa Tinoor dan streaming ke bawah, mengalir menjadi sungai Malalayang.
Lembah Harau di Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, Sumbar, mempunyai tujuh air terjun (sarasah) yang memesona. Pagar tebing cadas yang curam dan lurus juga menantang untuk olahraga panjat tebing.

Payakumbuh: Seperti dalam benteng! Barangkali demikian yang dirasakan pengunjung Lembah Harau di Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, Sumatra Barat. Memasuki Taman Wisata Lembah Harau, wisatawan serasa "dikepung" tebing kemerah-merahan setinggi 150 hingga 200 meter. Tebing itu tegak mengelilingi lembah.

Di dasar tebing, bentangan sawah dan pepohonan hijau lagi rimbun membuat pesona Lembah Harau makin memukau. Daerah Lembah Harau juga dihuni berbagai jenis hewan dan burung liar. Lembah ini juga makin memikat dengan tujuh air terjun atau sarasah yang mengalir deras. Di waktu musim hujan, air yang mengalir bertambah deras. Pemandangan sekitar lembah makin menakjubkan kala pelangi turun sehabis hujan.

Lembah yang memanjakan hati dan mata ini mempunyai legenda sendiri. Menurut hikayat setempat, dulunya di atas tebing berdiri sebuah kerajaan. Sedangkan lembahnya merupakan lautan. Suatu hari, putri kerajaan memilih terjun ke laut karena tak diizinkan menikah dengan lelaki yang disukainya. Sang raja lalu memerintahkan rakyatnya mencari jasad sang putri. Namun hingga laut dikeringkan, jenazah sang putri tetap tak ditemukan. Laut yang menjadi daratan itu kini dikenal sebagai Lembah Harau dan menjadi tempat bermukim yang indah.

Kawasan wisata yang dicapai sejam perjalanan dari Bukittinggi, Agam, ini dapat dinikmati dengan membayar tiket Rp 1.500 per orang. Untuk wisatawan yang berniat bermalam, tempat ini juga menyediakan pondok kecil dan rumah gadang di dasar lembah. Harga sewa kamar semalam bervariasi, mulai Rp 50 ribu hingga Rp 2 juta. Teras rumah yang terbuka membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan lembah sepuasnya. Pengunjung juga dapat menikmati alunan saluang--alat musik tradisional Minangkabau--yang ditiup oleh anak nagari setempat buat menghibur wisatawan.
Sebagai daerah lembah, suara teriakan niscaya akan memantul lagi. Cobalah berteriak di titik nol (echo spot) yang telah ditandai pengelola khusus untuk pengunjung yang ingin mendengar gaung sempurna. Di tempat ini, suara pantulan terdengar lebih keras. Lumayanlah buat melepas stres dan beban hidup. Sekalian buat latihan vokal bagi yang berminat ikut kontes menyanyi!
sungai wampu

Sungai Wampu adalah satu dari belasan sungai besar yang terdapat di Sumatra Utara (Sumut). Panjang sungai, yang melewati dua kabupaten ini, sekitar 140 km, dan hulunya terletak di Kabupaten Karo melalui Kabupaten Langkat dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut.
Karena terdapat pada dua kabupaten, sungai ini pun dikenal dengan tiga nama. Masyarakat Karo menamakan Lau Biang atau Lau Tuala. Sedangkan orang Langkat menamakan Sungai Wampu dan masyarakat sungai yang hampir menuju muara menamakannya Sungai Ranto Panjang.

Meskipun hutan di pesisir Sungai Wampu tidak pernah lepas akan ancaman perambahan, namun Sungai Wampu masih mampu memberikan keindahan. Wisata arung jeram adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk bisa menembus tebing dan seakan-akan menemani sungai yang mengalir menuju muara.

Saat ini, ada beberapa operator arung jeram di Sumut yang melayani wisatawan untuk menikmati keindahan Sungai Wampu. Salah satunya dalah sekelompok mahasiwa pencinta alam Fakultas Pertanian di Universitas Sumatra Utara yang tergabung dalam Parintal FP USU.

rute Tiga jalur

Ada tiga jalur yang dibuka untuk menikmati keindahan Sungai Wampu sekaligus menguji keberanian saat melewati jeram-jeram sungai, yang cukup besar.

Pertama, dari Desa Kaperas, Kecamatan Salapian, Langkat, menuju jembatan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Langkat, panjang lintasan 23 km atau 12 jam pengarungan. Di Jalur Kaperan-Jembatan Bahorok ini ada tempat yang bernama Pamah Durian yang sering dijadikan tempat beristirahat pengarung.

Tempat ini bisa dijadikan tempat istirahat singkat, misalnya untuk beristirahat beberapa jam sebelum melanjutkan pengarungan. Pamah Durian sering juga dijadikan tempat menginap pengarung, karena lokasinya sangat indah dikelilingi tebing yang dihiasi air terjun dan mata air.

Kedua, yang juga berakhir di Bahorok, namun dengan waktu tempuh dua hari, dimulai dari Muara Lau Tebah, Karo, salah satu anak sungai yang hulunya di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Titik start dapat dicapai setelah berjalan kaki sekitar setengah hari dari Desa Simolap.

Ketiga, dimulai dari Desa Rih Tengah, Karo hingga Bahorok, lama pengarungan tiga hari. Untuk mencapai Rih Tengah menghabiskan waktu enam jam dari Medan.

Rute lainnya cukup pendek, hanya menghabiskan waktu tiga jam, dimulai dari Desa Perbesi, Karo hingga Desa Limang masih di Karo. Untuk mencapai Desa Perbesi dapat melalui Kabanjahe, ibukota Karo.

Beberapa kejuaraan arung jeram yang penah digelar di sungai ini, antara lain. Kejuaraan Arung Jeram Sumut 1999, seleksi wakil Sumut dalam kejuaraan Indonesia 2001 Asahan White Water Festival yang diikuti oleh olahragawan arung jeram berkelas internasional.

Konon Lau Biang adalah sungai yang cukup angker. Pada malam hari, khususnya selama bulan pur-nama, di sekitar Lau Biang sering terlihat adanya pendekar yang menunggang kuda putih, yang diyakini masyarakat di sekitarnya sebagai penjaga sungai.
Moyo adalah sebuah pulau yang terdapat 2,5 km di sebelah utara Pulau Sumbawa. Pulau ini memiliki luas 330 km2, ketinggian maksimum 671 meter, dan garis pantai 88 km. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Pulau Moyo, sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan salah satu destinasi wisata kelas dunia yang kerap dimanfaatkan selebritis mancanegara untuk berwisata ketenangan. Melihat keindahan pantai, laut dan alamnya yang masih alami, memang menawarkan ketenangan bagi penikmat keindahan alam bebas dan bawah laut. Pantas saja jika banyak wisatawan dalam dan luar negeri yang bertandang ke pulau yang eksotis dan tenang tersebut.

Pulau Moyo memiliki variasi ketinggian dari 0-648 m di atas permukaan laut. Sebagai penanda masih lestarinya pulau seluas kurang lebih 30.000 hektar ini, ratusan kupu-kupu akan terlihat dari balik semak belukar, pepohonan atau di tengah padang savana. Pulau ini juga dihuni 21 jenis kelelawar, burung, macaque, babi liar, rusa dan ular. Namun, dengan kondisi alam yang masih sangat alami, Anda tidak disarankan memasuki pulau ini tanpa pemandu agar tidak tersesat.
Menikmati Keindahan Bawah Laut
Salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan ini adalah keindahan alam bawah lautnya. Berbagai jenis terumbu karang dan ikan hias yang beranekaragam yang dapat Anda nikmati dengan snorkeling maupun diving. Hampir keseluruhan pulau dikelilingi karang yang masih dalam keadaan baik dan belum rusak. Anda juga bisa menyaksikan Hiu dengan panjang kurang lebih dua meter, anemon, pelagik, belut, groupers bahkan manta, semua ada. Semua pemandangan di depan mata akan membuat siapapun yang melihatnya takjub. Cantik dan indah! Anda juga bisa diving di sekitar Pulau Medang, yang terletak di Barat Laut Pulau Moyo. Pemandangan bawah laut di tempat ini tak kalah indahnya. Honeymooners bisa menghubungi Laguna Biru Resort yang berada di pinggiran kota Sumbawa Besar. Kapal pesiar dari Bali, Lombok atau bahkan mancanegara sering melakukan persinggahan di pulau ini. Perjalanan kapal pesiar biasanya menyinggahi Pulau Moyo dan Pulau Satonda, pulau mungil di sebelah timur laut Pulau Moyo yang memiliki danau air asin di tengah pulau.
Kawasan hutan wisata ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata alam dan penelitian ilmiah serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan dan hutan. Pada tanggal 14 Maret 1998, 510 hektare dari kawasan ini diresmikan sebagai kawasan wisata oleh Djamalludin Suryohadikusumo, Menteri Kehutanan RI pada Kabinet Pembangunan VI sebagai upaya pengembangan potensi wisata alam dan ilmiah serta untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan terutama pada flora dan fauna.

Kawasan wisata alam ini diberi nama Bukit Bangkirai karena dominannya pohon jenis Bangkirai yang tumbuh di kawasan hutan lindung ini. Pohon Bangkirai pun kemudian dijadikan maskot utama obyek wisata yang telah mendunia ini. Di kawasan ini banyak terdapat pohon Bangkirai yang berumur lebih dari 150 tahun dengan ketinggian mencapai 40 hingga 50 m, dengan diameter 2,3 m. Pertumbuhan banir (akar papan) yang besar dan kuat menjadikan pohon ini memiliki nilai keindahan tersendiri.

Bukit Bangkirai terletak sekitar 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda dan hanya sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan serta 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja. Untuk mencapai kawasan wisata alam ini, wisatawan dapat menempuhnya melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Secara geografis, kawasan Bukit Bangkirai termasuk dataran rendah (primary lowland) "Dipterocarp forest" yang stabil, sehingga kawasan ini dijadikan tempat invasi burung dari wilayah Kawasan Hutan Taman Wisata Bukit Soeharto (sekitar 30 km) maupun wilayah sekitarnya yang terkena pengaruh kebakaran hutan. Dari pengamatan yang telah dilakukan, terdapat 113 jenis burung yang hidup di kawasan Bukit Bangkirai ini.

Jenis-jenis fauna yang ada di kawasan Bukit Bangkirai adalah Owa-Owa (Hylobates muelleri), Beruk (Macaca nemestrina), Lutung Merah (Presbytus rubicunda), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Susvittatus), Bajing Terbang (Squiler) serta Rusa Sambar (Corvus unicolor) yang telah ditangkarkan.

Kawasan Bukit Bangkirai juga kaya akan anggrek alam yang tumbuh secara alami di pepohonan yang masih hidup maupun yang sudah mati. Sedikitnya ada 45 jenis anggrek yang dapat dijumpai di kawasan ini, diantaranya adalah Anggrek Hitam (Coelegyne pandurata) yang sangat terkenal dan menjadi salah satu maskot Kalimantan Timur. Selain pembudidayaan anggrek-anggrek alam, juga dilakukan pengembangan anggrek silangan seperti Anggrek Kala, Anggrek Apple Blossom dan Anggrek Vanda. Selain kebun anggrek, kawasan wisata alam ini juga dilengkapi dengan kebun buah-buahan seluas 4 hektare.

Untuk menjaga keutuhan dan kelestarian pohon bangkirai di kawasan ini, pihak pengelola Bukit Bangkirai menawarkan program Adopsi Pohon kepada para sponsor atau donatur untuk menjadi "orangtua asuh" bagi pohon-pohon bangkirai yang dikehendaki. Saat ini pengadopsian pohon tersebut banyak dilakukan oleh pihak VIVO JICA Japan. Anda tertarik untuk mengadopsi sebuah pohon? Datanglah ke Bukit Bangkirai, berekreasi sambil melestarikan alam.
Tanjung Karang terletak di Kabupaten Donggala, sekitar 37 Km arah timur laut dari Kota Palu. Untuk mencapai lokasi wisata Tanjung Karang dapat di tempuh dari Kota Palu dalam waktu kurang dari 1 jam, dengan menggunakan sepeda motor, angkutan umum atau mobil carteran yang biasa berangkat dari jalan Imam Bonjol dan Pasar Inpres. Akomodasi terdekat dengan lokasi adalah Harmony Cottage.

Tanjung Karang located in Donggala, about 37 km east of Palu. To reach this beautiful beach, from Palu, it take about 1 hour by motorcycle, public transportation that leave from Imam Bonjol street and public market. The closest accommodation is Harmony Cottage.i

Perjalanan dari Kota Palu juga sangat menyenangkan. Bagi yang hoby fotografi bisa disiapkan kamera, karena disepanjang perjalanan akan mendapatkan pemandangan pantai Teluk Palu yang indah disebelah kanan sisi jalan. Sesampainya di Kota Donggala, pengunjung akan mendapati suasana yang damai dengan beberapa bangunan masih menggunakan arsitektur Belanda.

The trip is an exciting experience with beautiful scenery of Palu bay along the way. As you reach Donggala, you will feel the colonial feeling as many building still has its original Dutch architectures.

Untuk mencapai Pantai Tanjung Karang, pengunjung harus melanjutkan perjalanan sekitar 3 Km lagi. Dari jalur menuju pantai Tanjung Karang, pengunjung akan dapat melihat pemandangan Kota Donggala, lengkap dengan suasana pelabuhannya. Pantai Tanjung Karang yang putih sangat cocok untuk mandi dan berjemur. Pengunjung juga dapat melakukan snorkeling dan diving, untuk ini pengunjung dapat menyewa peralatan yang telah tersedia ditempat.

To reach the beach, you will go forward for another 3km. From here, you will see the city (Donggala) scenic and the port. The white and beautiful beach is a perfect place to sunbathing and swimming, as well as snorkeling and diving. You could rent the equipments on site.

Taman lautnya juga masih alami, sehingga akan dapat dijumpai karang dan ikan-ikan hias yang indah.
Danau Kakaban, adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Secara administratif, Danau Kakaban termasuk wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Biota dalam Danau

Karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, air danau ini kemudian menjadi lebih tawar dibandingkan laut yang ada di sekitarnya. Perubahan ini berdampak juga pada adaptasi fauna laut yang ada di dalam danau itu. Ubur-ubur misalnya, karena terbatasnya makanan, akhirnya beradaptasi dengan melakukan simbiose mutualistis dengan algae. Algae adalah penghasil makanan dan harus memasak makanan dengan bantuan sinar matahari.

Selama ribuan tahun danau di tengah laut ini tentu saja menciptakan suatu ekosistem tersendiri yang sangat unik.

Danau unik ini memiliki empat jenis ubur-ubur, salah satunya adalah ubur-ubur jenis Cassiopea.

Cerita simbiosis ini sangat menarik. Ubur-ubur Pulau Kakaban, menempatkan algae pada bagian kakinya, karena ganggang berkepentingan untuk mendapatkan matahari sebagai sarana melakukan fotosistesa, sang ubur-ubur akhirnya berjalan terbalik, dengan kaki ke atas dan kepala ke bawah. Cara berjalan yang unik inilah yang menarik para ilmuwan dan penyelam untuk mengetahui evolusi terhadap fauna laut yang akhirnya berperilaku aneh demi mempertahankan hidup mereka. Catatan para penyelam juga memberikan gambaran, hewan-hewan yang ada di danau ini mempunyai cahaya lebih berwarna warni ketika hari semakin gelap. Diduga, pada danau ini banyak akan dijumpai jenis-jenis baru.
Hanya dua di dunia

Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di tengahnya.

Selain itu di pinggiran pantainya juga tumbuh hutan bakau, yang dihuni oleh banyak jenis kepiting, timun laut dan ular laut. Banyak sekali jenis-jenis hewan yang belum diidentifikasi di kawasan ini. Dr. Thomas Tomascik, seorang ahli kelautan berkebangsaan Kanada, mengatakan Pulau Kakaban merupakan surga kekayaan biologi yang ada di Indonesia. Misteri bagaimana hewan dan tumbuhan yang terisolasi dalam danau ini merupakan salah satu obyek yang sangat diminati oleh ilmuwan untuk diungkap. Karena itu laut ini memang pantas menjadi obyek konsevasi alam yang harusnya dilindungi dan dilestarikan.

Salah satu ungkapan yang menarik, bagaimana misalnya ada hewan-hewan laut yang sekarang tetap saja survive padahal kesadahan air di dalamnya sudah berubah total.

Pulau Kakaban dalam bahasa daerah adalah pulau yang "memeluk"'. Jadi Pulau Kakaban artinya "sebuah pulau yang memeluk danau", termasuk di dalamnya adalah flora dan faunanya yang penuh keunikan.
indonesia
Pada awalnya, masyarakat sungailiat menyebut pantai ini sebagai pantai Hakok, kmudian sebagai pantai Tenggiri. Pantai Parai merupakan pantai paling indah dideretan pantai timur Pulau Bangka. Sejak dulu ketika masih disebut Hakok, pantai ini merupakan kawasan yang paling digemari untuk dikunjunggi oleh masyarakat setempat. Bebatuan yang banyak terdapat di pantai ini, bagaikan sebuah dekorasi alam yang sangat indah. Pantai ini memiliki sebauh resort dengan hotel bintang 4 yakni parai beach resort. Merupakan satu-satunya kawasan tujuan wisata pantai bertarap internasional yang patut dibanggakan dipulau bangka. Hampir semua fasilitas tersedia, mulai dari akomodasi, restauran, bar and grill, café, kolam renang, bahkan sport and leisure.

Di ujung kiri pantai, terdapat sebuah gugusan bebatuan yang di tata dengan apik dan di namakan Rock Island. Pada malam hari, pengunjung dapat bersantai sambil menikmati hidangan lezat dan minuman bar, sambil mendengarkan deburan ombak yang menerpa bebatuan tanpa henti. Akses menuju ke sana melalui sebuah jembatan dengan penerangan lampu di sepanjang tepi kanan dan kirinya. Pengunjung dapat berjalan kaki menuju ke Rock Island sambil menikmati pemandangan laut dan riakan ombak.

The natural beauty of Parai Beach is seen above. No wonder that Pantai Parai has become one of the most popular tourist destinations in Bangka Island, even though Bangka has many other beautiful beaches along its coastal lines.

It takes only 50 minutes from Soekarno-Hatta Jakarta to Depati Amir Pangkalpinang, with more than six flights per day, including those of Garuda, Sriwijaya and Batavia Air. Taxi is available at airport, and rental car with driver included is also available at reasonable prices
Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.

Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo dan dilakukan pagi hari. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan (dari Probolinggo menyewa Panther Rp 150.000,- pp + supir. Jika kita datang dari arah Probolinggo maka sesampai di Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini, banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi 'guide' yang akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga

Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit, melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat.

Saat tiba di lokasi air terjun kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya. Di ujungnya, kita akan bertemu dengan sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter kira-kira 25 meter.

Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya.

Untuk anda penggemar fotografi, lokasi ini bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung.

Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.
Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya
pulau bintan
indonesia

Kawasan wisata alam Bukit Kelam

Kawasan Wisata Bukit Kelam yang berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai. Daya tarik objek wisata alam perbukitan khususnya kawasan wisata alam Bukit Kelam dapat dilihat dari kondisi perbukitan itu sendiri yang memiliki keindahan yang khas. Hutan wisata Bukit Kelam berada diantara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas dan termasuk didalam SdubDAS Melawi dimana keberadaan hutan wisata tersebut merupakan kawasan sumber air yang mengalir sebagai sungai yang dimanfaatkan penduduk setempat untuk keperluan air minum, MCK dan irigasi.

Berdasarkan pengamatan diketahui kualitas baik perairan sungai di hutan wisata didominasi oleh perbukitan dan hutan wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata alarn dan untuk lokasi terbang layang dan panjat tebing karena terletak pada ketinggian 50 - 900 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 15° - 40° serta kemiringan diatas 45°. Pohon yang tumbuh dikaki bukit umumnya berbatang tinggi, sedangkan dipuncaknya ditumbuhi semak semak. Pada dinding bukit jarang ditumbuhi tumbuhan karena terdiri dari batu terjal sehingga pepohonan yang yang tumbuh dan tertata rapi didalam jambangan.

Di Bukit ini juga terdapat tumbuh-tumbuhan langka seperti Kantong Semar Raksasa yang oleh masyarakat setempat dipergunakan sebagai wadah untuk menanak nasi, selain itu juga terdapat Anggrek Hitam. Saat ini kawasan Bu-kit Kelam sudah direnopasi dan kawasan ini dijadikan sebagai Pusat Perkemahan bagi pramuka. Untuk mencapai puncak Bukit Kelam saat ini sudah dibangun sebuah tangga dengan ketinggian ± 90 m yang terletak disebelah barat. Kawasan Bukit Kelam saat ini terus dikembangkan karena punya rentetan perbukitan lainnya seperti Bukit Luit dan Bukit Rentab. Selain itu juga kawasan ini sangat baik jika dibangun tempat peristirahatan yang nantinya dapat
dikembangkan menjadi desa wisata yang menarik dan unik.

Hal ini juga tidak terlepas dari keberadaan dua rumah panjang didekat lokasi perbukitan ini yaitu Rumah Panjang Ensaid Pendek dan Ensaid Panjang.

Bagi pengunjung yang suka bertualang menghadapi tantangan alam dan merindukan pemandangan alam yang asli maka Bukit Kelam adalah tempat yang cocok dalam memenuhi selera anda. Pendakian ke puncak bukit dapat ditempuh melalui dua cara :

1. mengunakan tangga
2. melalui Tebing Batu yang sangat terjal dan menantang.

Dari Puncak Bukit dapat terlihat pemandangan alam yang sangat indah seperti :

1. Hutan tropis dan berbagai jenis tanaman langk.
2. Dua aliran sungai yang mengapit Kota kabupaten
3. Tata Kota Sintang dan persawahan yang ada dibawahnya.

Yang kesemuanya merupakan pemandangan alam yang sangat menakjubkan dan panorama alam yang sangat nyaman, dapat dikunjungi melalui transportasi darat dengan jarak dari Kota 18 Km.

Cara menjangkau :

Nama objek : Bukit Kelam
Dijangkau dari : Ibu kota Kabupaten
Kendaraan : Kendaraan umum
Fasilitas : Jalan lingkar bukit, Tangga untuk mencapai bukit
Keterangan :
- dari ibukota Kabupaten : 19 Km
- dari jalan lingkar bukit : 10 Km
Kembali keatas

Bukit Kelam is believed to be the biggest free standing rock, or monolith, in Asia.

It lies in Sintang, West Borneo. Bukit Kelam is an excotic and unique nature sighseeing.
Goverment make Bukit Kelam as a reservation area since 6th June 1992.
A stone slab of a mountain rears out of the jungle near Sintang,
and the naked rock is the most conspicuous feature of the landscape, whether you arrive by river or plane.
Mount Kelam is a huge outcropping reaching 900 meters (3,000 ft) above thwe surrounding plain.
in the local language, Mount Kelam means "Dark Mountain"
Salah satu pantai indah itu adalah Pantai Natsepa yang terletak di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. Pantai ini sangat terkenal lantaran pasir putihnya yang selalu menggoda pengunjung untuk bermain dan bertahan lebih lama hanya untuk bersantai di atas hamparannya. Orang Ambon bilang, belum ke Ambon jika belum berenang di Natsepa. Artinya, jika Anda berkunjung ke Ambon, jangan sampai tidak menginjakkan kaki dan berendam di Pantai Natsepa.

Anda bisa membuktikan sendiri jika berkunjung ke Kota Ambon. Menjelang sore hari, jika sudah capai berenang atau menyusuri pantai, Anda bisa bersantai di sejumlah tenda kecil di pinggiran Pantai Natsepa. Anda bisa bersantai sambil menikmati makan pisang, ubi, atau singkong goreng yang diangkat langsung dari penggorengan, manisnya kelapa muda Natsepa, atau nikmatnya rujak Natsepa yang sangat terkenal dengan bumbu kacangnya.

Orang Ambon bilang, jangan pernah mengaku sudah menginjak Natsepa jika belum merasakan lezatnya rujak Natsepa. Cukup menyiapkan uang Rp 5.000, Anda sudah bisa menikmati lezatnya beragam buah-buahan asli dari Desa Suli yang dicampur dengan bumbu kacang yang benar-benar membangkitkan selera.

Jika malam menjelang, jangan dulu buru-buru pulang, karena jika Anda rela berjalan kaki sekitar 700 meter dari lokasi wisata—masih di sepanjang pantai, Anda akan menemukan lokasi penjualan ikan segar yang baru didatangkan para nelayan dari pencarian mereka sepanjang pagi hingga sore hari.

Jika cuaca bersahabat, harga ikan sangat murah. Seekor ikan cakalang alias tongkok sebesar tangan dihargai Rp 5.000 per ekor. Tapi, jika angin kencang dan cuaca tak bersahabat, harga ikan bisa menjadi dua kali lipat dari harga biasa. Setelah puas menikmati berbagai fasilitas dan keindahan Pantai Natsepa, percayalah, saat kaki melangkah untuk kembali pulang, hati pasti terasa berat jika mata kembali memandang ke pantai. Terlebih di malam terang bulan, pasir pantai akan terlihat bersinar dan sudah pasti akan terus menggoda hati Anda untuk kembali lagi ke Pantai Natsepa.

akses untuk mencapai pantai yang berpasir putih ini sangat mudah. Dari Terminal Besar di Kota Ambon, Anda bisa memilih angkutan penumpang jurusan Suli dengan ongkos Rp 5.000 sekali jalan. Dalam tempo sekitar setengah jam, Anda sudah tiba di lokasi Pantai Natsepa. Kendaraan umum ini mulai beroperasi dari pukul 05.00-07.00 WIT. Jika memakai kendaraan sendiri, hanya butuh waktu sekitar 20 menit dari Kota Ambon karena jaraknya hanya sekitar 18 km dari pusat kota.

Tiket masuk ke pantai pun hanya Rp 1.000 per orang. Jika Anda membawa kendaraan sendiri, kendaraan Anda hanya perlu membayar Rp 2.500 untuk sekali parkir. Dan jika Anda dengan sepeda motor, biaya masuk motor adalah Rp 1.500. Tiba di Pantai Natsepa di siang hari, Anda pasti tak akan tahan untuk langsung terjun ke pantainya yang bening dan berombak kecil, atau yang kerap disebut air meti atau air turun.
Pantai Ngurbloat atau lebih dikenal oleh penduduk kota Tual dengan Pantai Pasir Panjang merupakan pantai yang menakjubkan, terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil.

Pasir putihnya yang membentang sekitar 5 Km, ribuan pohon kelapa yang terhampar dipinggir pantai, air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang akan membuat anda betah berlama-lama ditempat ini. Kawasan ini masih sangat alami dan merupakan daerah wisata yang mudah di jangkau oleh penduduk di Pulau Kei ini.

Selain itu, warna pasir Pantai Ngurbloat ini putih cerah dan sangat lembut. Dalam kondisi mendung pun, pasir pantai tetap terlihat berkilau dan cukup menyilaukan mata. Pada saat kondisi panas terik, pasir pantai ini tidak ikut menjadi panas seperti pasir-pasir pantai pada umumnya. Kelembutan pasir yang ada di Pantai Ngurbloat diyakini masyarakat hanya dapat ditandingi oleh kelembutan tepung. Kondisi itulah yang membedakan Ngurbloat dengan pantai lainnya.
Bagi wisatawan yang membawa anak balita, jangan lupa membawa peralatan untuk bermain pasir. Butiran pasir pantai yang halus menjadikan kulit terasa nyaman saat bersentuhan dengannya.


Di kawasan itu juga orang bisa berenang. Lokasinya cukup aman dan luas karena Pantai Ngurbloat landai. Pulau–pulau kecil yang terletak berhadapan dengan pantai itu membuat ombak laut di pantai tersebut tidak terlalu besar dan arusnya pun tidak terlalu kuat.

Sejumlah kamar di beberapa penginapan di sekitar situ disediakan untuk wisatawan yang ingin bermalam di tepi pantai. Penginapan–penginapan tersebut umumnya berupa rumah panggung ala tropis yang terbuat dari kayu.
Pantai Ngurbloat yang terletak di pesisir barat Pulau Kei Kecil berjarak sekitar 20 kilometer dari Tual, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah itu dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan ataupun angkutan umum yang berpangkalan di Pasar Ohoijang, Langgur. Perjalanan dari Tual ke Pantai Ngurbloat ditempuh sekitar satu jam. Sepanjang perjalanan pemandangan yang banyak terlihat adalah hamparan semak belukar. Terdapat sejumlah perkampungan kecil yang letaknya terpencar–pencar di antara hamparan padang belukar.

Tanah di Pulau Kei Kecil yang berupa batu karang menyebabkan hanya tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh di sana. Jarang sekali ditemukan pohon–pohon besar dan rimbun.

Untuk ke Maluku Tenggara sendiri, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang ataupun kapal laut dari Ambon. Perjalanan dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, menuju Bandar Udara Dumatubun di Langgur ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat berbadan kecil. Hampir setiap hari terdapat penerbangan dari Ambon menuju Langgur dengan maskapai yang berbeda–beda.

Bagi yang gemar menggunakan angkutan laut, perjalanan dapat dilakukan dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, menuju Pelabuhan Tual. Perjalanan ini berlangsung sekitar 18 jam dengan menggunakan kapal penumpang milik PT Pelni. Waktu tempuh tersebut termasuk singgah sekitar dua jam di Pelabuhan Banda Naira. Namun, perjalanan laut ini biasanya hanya satu kali dalam satu minggu
Kehidupan di Desa

Petani Indonesia hidup di desa dan umumnya mengolah lahan tanah yang relatif sempit. Kehidupan petani menyatu dengan alam yang menjadi sumber penghasilannya, bahkan menjadi sumber kehidupannya. Kehidupan petani di desa sangatlah sederhana. Namun dari kehidupan petani tersebut terkandung nilai yang amat tinggi. Petani selalu menghargai dan merawat alam. Begitu juga suasana gotong royong selalu menonjol di masyarakat petani. Kerja keras pantang menyerah dalam mengolah tanah pertanian. Namun petani juga sabar menunggu hasil panen tiba. Banyak nilai-nilai kehidupan petani yang bisa dipelajari bagi siapa saja.

Selain nilai-nilai kehidupan desa, kearifan desa, kehidupan di alam pedesaan juga memiliki beberapa keunggulan. Alam desa masih bersih, bebas dari polusi, jauh dari hiruk pikuk keramaian, rumput dan pepohonan semua hijau tampak asri. Air jernih, udara segar, suasana tenang, adalah ciri khas desa yang tidak akan pernah dijumpai diperkotaan. Pemandangan alam desa tampak lebih indah lagi karena desa berada di daerah ketinggian. Desa-desa di kaki gunung Merapi, Merbabu (Sleman, Klaten, Boyolali) adalah contoh desa yang memiliki alam sangat indah.

Memanfaatkan Alam & lingkungan

Pertanian

Pemanfaatan alam desa untuk pertanian belumlah memberikan hasil yang maksimum bagi petani. Petani selalu berhadapan dengan serangan hama, dan bahkan selalu mendapatkan harga jual hasil pertanian yang tidak bagus.

Wisata

Alternatif lain untuk pemanfaatan alam desa adalah untuk obyek wisata. Alam desa sangat cocok untuk tempat wisata bagi orang kota. Selain alam yang indah, desa juga menarik untuk wisata budaya, yaitu budaya kehidupan petani. Sambil berwisata, pengunjung dapat belajar tentang kearifan desa.

Edukasi

Lahan pertanian serta petani, merupakan sarana praktikum dan tenaga instruktur yang sangat berpengalaman dibidang pertanian. Oleh karena itu desa bisa dijadikan sebagai laboratorium/tempat praktikum/tempat latihan bagi mereka yang memerlukan. Sekolahan, lembaga pendidikan, ataupun kelompok orang, dapat memanfaatkan desa sebagai tempat pelatihan pertanian (agrobisnis). Selain sebagai tempat pelatihan pertanian, desa juga bisa dijadikan tempat untuk pelatihan kehidupan sederhana. Pengunjung bisa diajak tinggal bersama beberapa hari di rumah penduduk (live in). Sudah ada beberapa sekolahan yang menyelenggarakan program live in. Para siswa benar-benar diajak belajar hidup di desa, bukan sekedar wisata. Kombinasi belajar sambil berwisata adalah hal yang sangat menarik

Strategi mengelola Desa wisata

Obyek Wisata Pasif & Aktif

Obyek wisata pantai (pantai Parangtritis, pantai Depok, Monjali, Museum, dsb) merupakan contoh obyek wisata pasif. Pada obyek wisata yang pasif, pengelola tidak perlu susah payah dalam mengelola asset obyek yang ada. Pengelola cukup menjaga pintu masuk dengan menarik tiket. Obyek wisata pasif, umumnya memiliki daya tampung yang cukup besar.

Desa wisata memiliki karakteristik yang berbeda dengan obyek wisata pantai maupun museum. Pengelola obyek wisata Desa Wisata harus aktif. Pengelolaan harus dilakukan secara aktif. Desa wisata tidak memiliki batas wilayah yang jelas. Oleh karena itu penerapan loket tiket masuk sangatlah tidak memungkinkan. Pengelola harus secara aktif menjemput calon pengunjung, dan memberi tiket/harga secara berkelompok.

Desa wisata hanya memiliki kapasitas daya tampung pengunjung yang sangat relatif kecil. Tanaman milik petani pasti akan mati jika ada pengunjung jumlahnya mencapai ribuan. Bahkan persawahan padi, jagung akan berubah tidak lagi menjadi sawah yang indah, jika didatangi ribuan pengunjung dalam waktu yang relatif bersamaan.

Pengunjung akan bisa menikmati keindahan desa dan bisa mempelajari kearifan desa jika jumlah pengunjung relatif sedikit. Karena pengunjung relatif sedikit, maka agar diperoleh keuntungan, pengelola harus berani menarik tiket yang tinggi. Dari segi pengelolaan, sudah barang tentu akan jauh lebih mudah mengelola pengunjung yang sedikit dibanding yang jumlahnya banyak. Lebih baik mengelola pengunjung yang sedikit jumlahnya dengan penghasilan yang tinggi, dibanding dengan jumlah pengunjung yang banyak akan tetapi hanya mendatangkan penghasilan yang relatif sedikit. Agar pengunjung tidak kecewa dengan harga tiket yang tinggi, pengelola harus memberikan layanan secara profesional. Pengelola harus memberikan layanan secara aktif. Pengunjung harus diajak mengeksplorasi lingkungan secara aktif agar mereka merasa puas dan tidak merasa jemu. Pengelola harus menyiapkan tenaga pemandu yang profesional.

Pangsa pasar

Sesuai dengan karakteristik dan kapasitas alam desa (desa wisata), maka yang akan merasa puas/ mendapat manfaat secara maksimal, hanyalah golongan tertentu saja. Oleh karena itu sasaran pemasaran objek desa wisata haruslah pada masyarakat yang akan mendapatkan manfaat maksimal tersebut yaitu: masyarakat perkotaan, masyarakat kelas atas, masyarakat ekonomi menengah ke atas.

Kelompok masyarakat yang bisa dijadikan sasaran pemasaran Desa Wisata adalah:

à Masyarakat kota

à Sekolah favorit

à Kelompok Golongan high class

Masyarakat Kota

Masyarakat kota (bisa keluarga, bisa kelompok) umumnya kesehariannya adalah hidup ditengah hiruk pikuk kota. Mereka adalah orang yang sibuk. Pemandangan/ suasana yang selalu ia temui adalah jalan raya yang padat, gedung-gedung yang kaku, pasar/super market yang penuh sesak. Masyarakat kota adalah masyarakat/orang yang memerlukan suasana baru yang berbeda sama sekali dengan kesehariannya, yaitu alam desa.

Sekolah Favorit

Sekolah Favorit/sekolah terkenal/sekolah unggulan, yang notabene muridnya adalah dari keluarga kaya, selalu membuat acara untuk melatih siswanya mengenal lingkungan alam. Sekolah tersebut tidak hanya mengajarkan dikelas, akan tetapi juga membawa siswanya ke alam. Mulai dari sekolah TK hingga SLTA, selalu membuat acara sejenis, agar siswanya mengenal alam. Siswa umumnya diberi penugasan oleh sekolah. Penugasan kepada siswa bisa bermacam-macam sesuai dengan tingkatan sekolahnya. Siswa SD umumnya diberi tugas untuk membuat laporan tertulis tentang kunjungannya. Bagi siswa SMP oleh sekolahnya diberi tugas agar membuat pelaporan serta dokumentasi terhadap aktivitas kunjungannya. Bagi siswa SLTA oleh sekolahnya diberi tugas membuat pelaporan atas proyek yang harus mereka kerjakan di Desa. Penugasan paling ringan adalah sekedar menceritakan kembali apa yang mereka alami, penugasan ini umunya untuk siswa TK.

Sekolah yang selalu mengadakan acara tersebut harus didekati, dan diperkenalkan dengan program yang dimiliki oleh Desa Wisata, agar mereka tertarik dan mau memanfaatkan fasilitas serta paket yang dimiliki Desa Wisata. Kedatangan siswa TK dan SD, umumnya diikuti pula oleh orang tua murid. Kedatangan orang tua murid dilokasi Desa Wisata tersebut harus dimanfaatkan sebagai upaya memperkenalkan Desa Wisata ke masyarakat. Orang tua murid bisa diberi paket gratis (atau paket murah) agar mereka dengan sukarela ikut memasarkan desa wisata. Bagi Desa Wisata (masyarakat sekitar) kedatangan orang tua murid merupakan pasar untuk jualan oleh-oleh khas Desa Wisata.

Selain melayani paket permintaan sekolah, Desa Wisata juga bisa membuat paket yang ditawarkan kepada sekolah kejuruan. Paket yang bisa ditawarkan adalah paket aktivitas praktikum pertanian pada siswa. Desa Wisata bisa menyediakan lahan pertanian serta tenaga ahli lapangan (petani sungguhan).

Kelompok high class

Kelompok high class (keluarga kaya, manajer, masyarakat kota) sering mencari aktivitas/lokasi yang unik. Misal untuk rapat secara santai, aktivitas mancing, bahkan untuk pelatihan (outbound training). Desa Wisata bisa menangani program/keinginan mereka ini
Papua dan Nusa Tenggara Timur adalah dua diantara sejuta pesona alam Indonesia Timur. Siapapun akan tertegun menyaksikan sebuah kemegahan dari alam yang terhampar alami di kedua daerah ini.
Papua and East Nusa Tenggara is two amongs million of beautiful nature of East Indonesia. You will find it breathtaking to see the wonder of nature in these two province.

di Nusa Tenggara Timur. Di Desa Kalamba yang berada di pelosok Sumba Timur, ada sebuah air terjun kecil. Yang menarik, selain air terjun yang terlihat di latardepan, ternyata di latarbelakang, di dalam bebatuan, juga terdapat air terjun mungil lain. Hal ini cukup mengejutkan. Sebab wilayah Sumba Timur adalah dataran yang relatif kering namun ternyata menyimpan potensi air bersih yang sangat baik di perut bumi.

In East Nusa Tenggara; Kalamba Village located in East Sumba, there is a small waterfall. Interestingly, inside the waterfall, you will find another waterfall. This facts is surprisingly a wonder as East Sumba is a place that is relatively dry but store potential clean water.

Air yang jatuh dari air terjun itu kemudian mengalir ke sebuah sungai. Dan pada musim kemarau, air di sungai ini sangat jernih dan bersih,kita dapat meminumnya berulang-ulang saat berenang di sungai tersebut tanpa mendapat masalah kesehatan.

The waterfall leads to a river. In dry season the water is very clear, many has drink from it. No medical related has been reported.

Di kawasan lain di Nusa Tenggara Timur, ada bukit-bukit yang terhampar di Desa Pulupanjang. Bukit-bukit ini sangat menantang dan membebaskan perasaan. Dan menurut penduduk setempat, jika musim hujan datang, seluruh hamparan bukit tersebut menghijau berkat rumput yang tumbuh dengan subur. Rasanya seperti ingin menari dan berlari bagai di film Sound of Music… (lihat juga Tana Humba di Timur Nusa Tenggara).
Pulau Derawan terletak di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Satuan morfologi Pulau Derawan adalah dataran pantai bertopografi datar. Pantai pasir memiliki kemiringan lereng sekitar 7° - 11° dengan lebar 13,5 - 20 meter.

Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), gurita (bluering octopus), nudibranchs, kuda laut (seahorses), belut pita (ribbon eels) dan ikan skorpion (scorpionfishes).

Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall" karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).

CARA MENCAPAI

Sangatlah mudah untuk mencapai pulau cantik ini. Anda bisa langsung terbang selama kurang lebih 3 jam menuju Balikpapan dengan menggunakan pesawat dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta atau Denpasar. Dari Balikpapan, Anda masih harus terbang menuju Tanjung Redeb selam satu jam dengan menaiki pesawat KAL Star, Deraya atau DAS. Selain itu, Tanjung Redeb juga bisa dicapai melalui laut, dengan menaiki kapal dari Samarinda atau Tarakan ke Tanjung Redeb dilanjutkan dengan menyewa motorboat.

TEMPAT MENGINAP

Sejak tahun 1993, Pulau Derawan dikelola oleh PT.Bhuni Manimbora Interbuana dengan menyediakan fasilitas-fasilitas seperti cottage, Peralatan menyelam, Speedboat dan restoran. Selain itu, terdapat pula penginapan yang dikelola oleh warga sekitar, seperti Danakan, Derawan Lestari III, Derawan Lestari I & II. Penginapan HAMS dan Yogie Mas menyediakan kamar dengan harga sekitar Rp.45.000 sampai Rp.100.000/malam.
Di sekitar Pulau Derawan terdapat banyak pilihan restoran dan kafe yang dapat Anda pilih sebagai tempat untuk bersantap.
Di sekitar Pulau Derawan, sebanyak 28 titik menyelam telah teridentifikasi. Untuk menjelajahi semua titik ini setidaknya dibutuhkan sekitar 10 hari dengan satu kali menyelam di masing-masing titik. Untuk pindah dari satu titik ke titik lainnya, Anda bisa menggunakan kapal.
Sementara itu, Anda bisa menjelajahi pulau dengan berjalan kaki. Di Pulau Derawan ini, banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan, terutama aktivitas yang berkaitan dengan wisata bahari, seperti :
Anda dapat melihat berbagai jenis Ikan seperti Hiu, Dugong atau Ikan duyung, arracuda, penyu hijau dan sebagainya,Berenang, Snorkeling, dan memancing, Berjalan di sepanjang pantai, Mengamati penyu hijau
AKARTA-MI: Mutumanikam Nusantara bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) kembali akan menggelar pameran perhiasan Indonesia di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) pada 10-13 Desember 2009.

Pameran yang mengangkat tema Jadikan Produk dalam Negeri Sebagai Tuan Rumah di Negeri Sendiri Agar Dapat Menciptakan Lapangan
Kerja, Memperkuat Pasar dan Memacu Tumbuh Kembang Kreativitas Anak Bangsa ini dibuka untuk umum dari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

"Dalam acara pembukaan akan dilakukan pengguntingan pita oleh Menbudpar Jero Wacik, Mendag Mari Elka Pangestu, Duta Besar Mexico dan para Mitra Mutumanikam Nusantara Indonesia, kemudian pada 11 Desember 2009 pukul 10.00 WIB Ibu Negara Hj.Ani Bambang Yudhoyono akan hadir untuk meninjau pameran," kata Ketua Perkumpulan Mutumanikam Nusantara Herawatie Wirayuda.

Dalam pameran Mutumanikam Nusantara 2009 akan ditampilkan koleksi perhiasan mutumanikam seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting, bros dan perhiasan lainnya. Satu andalan yang dipamerkan dalam acara itu adalah koleksi mutiara berkualitas tinggi yang dibuat para perajin Indonesia dengan disain yang sangat menarik.

Indonesia memiliki kekayaan melimpah ruah akan batu mulia serta mutiara yang lokasi budidayanya antara lain di Maluku
dan Lombok. Batu mulia dan mutiara yang telah menjadi produk perhiasan mutumanikam ini sudah diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Jenewa, Milan dan Zurich. Perhiasan mutumanikam berkualitas tinggi ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Indonesia.

Upaya untuk mengembangkan perhiasan mutumanikam Indonesia di pasar internasional terus dilakukan antara lain dengan aktif mengikuti pameran perhiasan internasional seperti di Baselworld, Basel, Swiss sebagai event pameran perhiasan terbesar dunia.

Dalam pameran Mutumanikam Nusantara 2009 juga digelar peragaan busana dan perhiasan bekerjasama dengan Stephanus Hamy, demo membuat perhiasan oleh perajin perhiasan dari Kota Gede, lomba design perhiasan, pegelaran tari tradisional dan hiburan musik dengan menampilkan sejumlah penyanyi antara lain Rini dan Gisel IDOL serta Vita dan Dewi KDI.

Mutumanikam Nusantara adalah sebuah yayasan nirlaba yang merupakan himpunan para pecinta dan perajin perhiasaan.
INDONESIA
A. Selayang Pandang
Pulau Samalona merupakan gugusan pulau karang yang berbentuk bundar dengan luas 2,34 hektar. Pulau kecil ini merupakan salah satu tujuan wisata bahari yang sangat istimewa dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasirnya yang putih dan airnya yang jernih menjadikan pulau ini cocok untuk berjemur. Selain itu, kawasan pulau ini sangat bagus untuk menyelam (diving), karena di sekelilingnya terdapat karang-karang laut yang dihuni beraneka ragam ikan tropis yang berwarna-warni, dan biota laut lainnya.
Waktu yang paling baik untuk berwisata di Pulau Samalona adalah pada bulan Februari sampai Oktober.dulunya pulau ini hanya di peruntukan kaum kaum elite saja.

B. Keistimewaan
Pulau ini menyimpan sejuta misteri tentang karamnya sejumlah kapal peninggalan Perang Dunia Ke-II. Ada sekitar 7 buah kapal yang karam di kawasan pulau ini, di antaranya: kapal Maru, kapal perang milik Jepang yang karam pada kedalaman sekitar 30 meter; kapal Lancaster Bomber yang juga karam pada kedalaman sekitar 30 meter; kapal selam pemburu (gunboat) milik Jepang; kapal kargo Hakko Maru buatan Belanda; serta kapal selam milik Jepang. Kapal-kapal yang karam tersebut telah berubah wujud menjadi karang dan menjadi “rumah” atau “tempat tinggal” bagi ratusan biota laut yang beraneka ragam bentuk, dan jenis serta warna yang sangat mengagumkan. Keindahan inilah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang berenang di antara bangkai-bangkai kapal karam tersebut.
Selain misteri dan keindahan taman lautnya, para wisatawan juga dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan terbenamnya matahari (sunset) pada satu posisi yang sama. Di pulau ini, wisatawan juga dapat menikmati kelezatan berbagai macam seafood segar yang dimasak dengan cara yang cukup unik, yaitu diletakkan di atas tempurung kelapa kemudian ditutupi dengan daun pohon yang tumbuh di sekitar pulau. Dengan cara demikian, aroma asap arang tempurung kelapa tersebut segera tercium dan dapat menggugah selera makan.

C. Lokasi
Pulau Samalona termasuk ke dalam wilayah Kota Makassar, tepatnya di Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

D. Akses
Pulau Samalona berjarak sekitar 6,8 km dari Kota Makassar, dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 - 30 menit dengan menggunakan speed boat berkapasitas maksimal 12 orang dengan biaya berkisar antara Rp. 250.000,00 sampai Rp. 350.000,00 pulang-pergi.

E. Akomodasi dan Fasilitas
Di lokasi ini tersedia penginapan sederhana berbentuk rumah pangggung yang dapat menampung sekitar 20 orang dengan tarif antara Rp. 150.000,00 hingga Rp. 250.000,00/rumah/malam. Selain itu, juga tersedia beberapa warung makan yang menyediakan aneka ragam seafood segar, dengan harga berkisar antara Rp.15.000,00 sampai Rp. 20.000,00/porsi.

ENGLISH
Samalona Island is one of a group island from 11 islands which has a 2,34 hectare round Shape Island. Located near Makasar city, known as Ujung Pandang the capital of South Sulawesi, there is a small resort. It is situated at about 6,8km from Makasar shore.
This island is much known as a snorkeling and diving site which is overlain by sparkling clear, warm tropical water. The coral are spread out surrounding islands built the great scenic of a marine park. Samalona has about 20m shallow reef Surrounding Island which makes this place as a favorite area for scuba divers and snorkelers. Sunrise and sunset are a great moment to be left when you you’re enjoying the holiday on this island.
There are two ideal diving locations surround this island, one in the east side of island and the others in north side of island. Nearly everything can be found at Samalona. Ray fish, giant sea turtles, sea snakes, napoleon fish and other small colorful fishes.
Near Samalona Island in 30m depth, there is a sunken bomber ship, Lancaster Bomber, which already turned to be a coral as a new habitat for a thousand small fishes. Samalona territorial waters are remains as a World War II Location.
Samalona is barely a degree above the equator and thus tropical. The "Rainy Season" from October to mid April, brings frequent rains, sometimes in storms lasting for several days, which make the air nice and cool but also reduce visibility or sometimes make rough waves. The "Dry Season" from May to October, when temperatures climb to 35° and visibility reaches a maximum.
Maros, Tribun - Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof Dr Ir Gusti Muhammad Hatta optimistis kawasan Karst Bantimurung yang membentang dari Kabupaten Maros hingga Pangkep masuk dalam Unesco Word Heritage.
Di Indonesia, ada tujuh taman wisata yang telah dikategorikan dalam Unesco Word Heritage. Kategori ini adalah status cagar budaya tertinggi di PBB.
Jika status ini dimiliki akan akan membuat sebuah cagar budaya menjadi bagian dari cagar budaya dunia yang mesti dilestarikan dan harus dijaga bahkan dalam kondisi perang sekalipun.
Tujuh cagar budaya yang ada di Indonesia yang telah masuk kategori itu, masing-masing, Hutan Hujan Tropis Sumatera, Taman Nasional Ujung Kulon, Sangiran, Candi Prambanan, Candi Borobudur,Taman Nasional Komodo, dan Taman Nasional Lorentz

World Heritage di Indonesia
- Hutan Hujan Tropis Sumatera
- Taman Nasional Ujung Kulon
- Sangiran
- Candi Prambanan
- Candi Borobudur
- Taman Nasional Komodo
- Taman Nasional Lorentz
- Karst Bantimurung-Pangkep (dalam pengusulan)

15 Menit dari Pusat Kota Maros
KAWASAN Karst Bantimurung Maros seluas sekitar 4.500 hektare bisa ditempuh 15 menit dari pusat kota Maros. Pada tahun 2000 lalu, pemerintah pusat telah menetapkan kawasan karst ini sebagai taman nasional yang berada di dalam tiga kawasan konservasi nasional yakni Kawasan Bantimurung, Bulusaraung, dan Karaengta.
Kawasan karst Maros juga kaya akan situs peradaban sejarah masa lampau. Tidak ketinggalan flora dan fauna langka yang dapat dijadikan objek penelitian bagi para peneliti dalam dan luar negeri.
Di antara flora yang langka adalah bunga rafflesia dan aneka anggrek hutan, sedangkan fauna yang langka dan dilindungi di antaranya monyet hitam (macaca maura) dan 125 jenis kupu-kupu dari sekitar 400 jenis yang pernah ada di kawasan karst tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian Bappeda dan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulsel, telah ditemukan 30 gua dari perkiraan 268 gua yang ada di dalam kawasan karst di dua kabupaten itu. Gua-gua tersebut rata-rata memiliki stalaktit dan stalakmit yang indah, serta sebagian dari gua yang ditemukan tersebut, ternyata menjadi habitat kelelawar.
Taman Wisata Alam Pulau Tikus adalah pulau karang kecil yang terletak disebelah barat kota Bengkulu. Pada masa dahulu sampai sekarang pulau ini merupakan tempat kapal-kapal berlabuh untuk berlindung dari hantaman badai ombak laut Samudra Indonesia.Pulau Tikus adalah salah satu pulau yang terdapat diwilayah propinsi Bengkulu dan letaknya paling dekat dengan ibu kota propinsi, bila dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya.

KONDISI FISIK Kawasan ini memiliki luas 300 Ha, dengan luas daratan 2 Ha dan sisanya perairan. Letak secara administrasi Pulau Tikus terletak ke dalam wilayah kecamatan Teluk Segara Kotamadya Bengkulu.
pulau tikus tidaklah terkenal namun potensi wisata alam bawah lautnya bak mutiara yang tersembunyi

Pulau tikus adalah pulau karang kecil di lepas pantai Kota Bengkulu. Pulau ini terletak 90 mil laut dari pesisir Kota Bengkulu ke arah Samudera Hindia. Pulau ini menjadi rumah berbagai macam ikan hias dan sebagai tempat singgah bagi kumpulan ikan yang sedang bermigrasi dari belahan bumi yang satu ke belahan bumi lainnya.

Pulau ini sangat menjanjikan sebagai tempat wisata perairan terutama memancing, diving, snorkling, dan berbagai macam wisata air lainnya. Kerlap-kerlip lampu Kota Bengkulu dalam pandangan ’seujung mata’ menambah eksotisme berwisata di pulau ini pada malam hari. Di akhir pekan banyak wisatawan mengunjungi pulau ini untuk ’camping’ melepas penat di pulau ini sambil berekreasi memancing dan menikmati keindahan terumbu karangnya.

Untuk mencapai lokasi Pulau Tikus hanya dapat dilakukan melalui laut dengan menggunakan perahu motor dari Bengkulu (Tapak Paderi) ke lokasi selama 1 sampai 2 jam.
indonesia

Konon cerita tersebut juga terdapat di kalangan masyarakat Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Karena menurut masyarakat setempat Air terjun Moramo ini merupakan tempat mandinya para bidadari yang turun dari kayangan.

Air terjun terletak di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa yang mempunyai luas 38.937 Ha. Tepatnya terletak di Kabupaten Konawe Timur atau sekitar 60 km dari kota Kendari, ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara. Keindahan berbalut suasana tenteram serta aliran semilir angin yang begitu sejuk merupakan anugerah alam yang amat menakjubkan bagi para wisatawan yang bekunjung. Di kawasan wisata air terjun ini juga terdapat potensi kekayaan batu alam berupa marmer. Diperkirakan, kandungan marmer tersebut secara keseluruhan berkisar 860 milyar meter kubik. Marmer di kawasan ini merupakan salah satu sumber cadangan marmer terbesar di dunia.

Tingkatan yang Unik

Beberapa air terjun di wilayah lain di Indonesia mempunyai kontur alam yang bertingkat, sehingga sering disebut air terjun bertingkat, semisal Air Terjun Beringkat di Propinsi Riau. Hampir serupa seperti air terjun bertingkat itu, Air Terjun Moramo memiliki tujuh tingkatan. Namun, Air Terjun Moramo ini memiliki keunikan yang khas daerah batuan kapur, yang merupakan tempat air mengalir dengan bebas. Dengan batuan kapur yang mengelilinginya para wisatawan tidak perlu takut untuk memanjatnya karena dinding-dindingnya tidak licin untuk dipanjat.

Di samping 7 tingkatan utama tersebut, terdapat juga 60 tingkatan kecil yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penampungan air (semacam kolam air). Dari sekian banyak kolam tersebut, ada satu yang sering dimanfaatkan untuk berenang. Airnya yang jernih, sejuk dan nyaman membuat para pengunjung obyek wisata ini terasa belum afdol berkunjung jika tidak masuk dan berenang di kolam tersebut.

Flora dan Fauna

Di kawasan objek wisata Air Terjun Moramo, juga terdapat aneka flora dan tak ketinggalan ragam fauna seperti beraneka burung, kupu-kupu yang berwarna-warni, dan berbagai satwa lainnya. Umumnya, para wisatawan datang ke tempat wisata ini merasa amat puas karena disuguhi tidak hanya pemandangan alam air terjun yang sangat elok dipandang mata, tapi juga sajian eksotisme pepohonan dan suara binatang hutan yang seakan menyambut gembira kedatangan mereka.

Lengkap sudah keindahan karya alam perkasa di obyek wisata Air Terjun Moramo. Panorama alam, suara air terjun, kicauan burung yang bersahutan, berpadu dengan tarian kupu-kupu beraneka warna terbang kian-kemari.

ENGLISH

Tuesday, March 10, 2009
MORAMO WATERFALL
moramo waterfall

No other in Indonesia is quite like the Moramo Waterfall. It is unique in traversing a 2 Km plateau, with 127 separate terraced plumes, with the top of the waterfall some 100 meters above is basin pool. The falls have seven main terraces, each with its own natural bathing pool.

This combination produces clean, fresh, cool air in the shade production tropical, jungle-forest setting, which surrounds the falls. This is the perfect habitat for Southeast Sulawesi's native animals and birds. Those who love nature at its purest will find this an ideal environment. Only 65 km east of Kendari, Moramo Waterfall is easily accessible by car or by boat, crossing Moramo Bay, with wide panoramic scenery of the sea.

Moramo is an interesting tourist destination. Everybody who has visited will admit to the beauty and uniqueness of this tourist resort. It is said that this is the only natural bathing place in the province of South East Sulawesi.

This bathing place becomes unique because it's shaped by the river stream, and is located on a slope of 40 to 75 degrees. At that inclination the flow of water has formed steps of little pools. Before shaping these stepped pools, millions of cubic metres of water flowed over the protruding stalactites. The protrudes widened, formed steps, flowers and threads of clear water.

The water flows along the slope of the Mount Moramo, but the stream is not wide, at the most 10 to 25 metres. And the water does not flow that fast, so swimmers need not to worry about being carried by the stream. On the contrary, the stream adds to swimming experience.

The waterfall is claimed as the most beautiful natural wonder in the region, unique for having at least 27 terraces of cascading water. All along the trails, growing ebony trees or "Kayu Hitam", teakwood, and huge hangain banyan trees or "beringin berjejer". From the top of the terraced waterfall, the water courses down for over a hundred metres and there is a large pool for swimming at the bottom.

To get to the waterfall, you need to take a taxi from your hotel to Pasar Baru terminal, then take a bus to Moramo . The distance is about 65 km away, to the Southeastern ward of Kendari town. Another option of visiting the waterfall is, by motorized boat from Kendari harbour to Lapuko harbour on a charter. The cruising will take 1.5 hours by 15 H.P machine. However, you still need a vvehicle to go up the waterfall.

While there's no hotel, or inn yet in this bathing area, for those who need a place to gather, a shed has been built, measuring 7 x 7 metres. This is used some times to shelter during rains, or to store tourists belongings, like clothing and supplies. Inside the shed, there are also changing rooms.
bali-sanur

Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan Kotamadya Dati II Denpasar. Pantai ini terletak di sebelah Timur dan Selatan desa Sanur, yang merupakan tepi Samudra Indonesia sebelah Selatan Pulau Bali. Tempat itu terkenal sejak dahulu kala, terutama ketika terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906 dimana Belanda mendaratkan tentaranya di sana. Dalam sejarah Bali Kuno pantai Sanur juga terkenal, dan masdih ada tugu batu tertulis yang merupakan Prasasti Raja Kasari Warmadewa yang berkeraton di Singhadwala tahun 917, dimana sekarang terdapat di Blanjong Bagian Selatan Pantai Sanur.

Di kalangan Pariwisata, pantai Sanur pertama kali diperkenalkan oleh pelukis Belgia bernama A.J.Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang menetap di sana sejak tahun 1937 dan mengadakan pameran lukisan karyanya sendiri. Daya tarik pantai Sanur sebelah Utaranya melingkar seperti setengah lingkaran dan bagian Selatannya berbelok dari Timur ke Barat, dimana gelombang air lautnya tak begitu besar dan bila airnya surut terlihatlah batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati air lautnya naik dan gelombangnya agak besar. Di sebelah Tenggara terlihatlah gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan di sebelah Timur kelihatan panorama pantai Selatan Pulau Bali dengan gunungnya.

Pemandangan pantai Sanur juga terlihat indah pada sore hari, karena keadaan air laut biasanya surut dan gelombangnya merupakan riak kecil. Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut terlihat dari Pantai Sanur sebelah Selatan. Panorama pantai Sanur sebelah Selatan lebih indah dilihat pada pagi hari. Tempat meninjau yang strategis adalah bagian Timur, di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar dan bertiup angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh karena penuh dengan pohon besar. Pantai Sanur baik untuk menikmati matahari terbit (Sun Rise)dan berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih.
Bali
Batu karang menjulang di tepi pantai Dreamland di kawasan Bali Pecatu Graha, Jimbaran, Bali.
Legian – bali
Parangtritis – D.I. yogyakarta
Parangtritis, tempat wisata merupakan bentuk pesisir pantai Samudera Hindia yang terletak sekitar 25 kilometer sebelah selatan Yogyakarta. Pantai yang cukup populer di Yogyakarta. Memiliki pesona alam yang dapat diambil dari berbagai lokasi dan sebagainya yang dilihat lebih bervariasi.
Batu Bolong Temple, Tanah Lot-Bali
Tau Pulau Sikuai nggak???kalo belum tau, nah ini infonya gw bagi ke kamu semua. tapi bagi yang dah tau, paling enggak bisa ngingetin lagi kenangan loe di sana. Mungkin gak banyak yang tau yach kalo Pulau Sikuai itu sangat indah, bahkan banyak yang berpendapat lebih indah dari Bali..mungkin karena pantainya masih virgin dan bersih..juga gak rame kayak di bali. Ramalan gue, kalau pemerintah setempat mengelola tempat wisata ini dengan serius, melakukan promo besar-besar…pasti bakal ‘meledak’ dan yang pastinya bakal menjadi pesaing Bali. Nah ngomong-ngomong tentang program Visit Indonesia Year 2008, agaknya gak ada salahnya kalo pemda setempat ‘menggeber’ promo pulau ini. Pulau Sikuai tuh bener2 nggak kalah bagus dari Bali, Kalo gak percaya lu liat aja foto2nya di bawah ini apa nggak keren tuh??

Eh hampir lupa..sori, mmm.. Pulau Sikuai itu terletak di Sumatera Barat. Caranya menuju ke sana gampang kok: JKT – Padang or dari Daerah masing2 ke Padang …… pokoknya ke kota Padang dulu.

Terus sampai dikota Padang, ada Speed Boat atau kapal yang akan mengantar anda ke Pulau SIKUAI…. nggak lama koq 1 jam-an sudah nyampe deehh…
GUNUNG API DI PULAU SUMATERA DAN SELAT SUNDA

Seulawah Agam, 1.726 m dml
Di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar

Letusan Terakhir : 1975

Tanggal 16 dan 21 Agustus terdengar suara gemuruh dan asap keluar dariG. Seulawah Agam.
Peuet Sague, 2.780 m dml
Di Kecamatan Meureudeu Selatan, Kabupaten Sigli
Letusan Terakhir : 1998
Awal tahun, laporan dari pilot pesawat Garuda yang melalui jalur Banda Aceh – Medan menyatakan bahwa telah terjadi letusan di G. Peut Sague dengan ketinggian asap mencapai ± 3 km, dengan warna asap hitam keabuan.
Sorik Marapi, 2.145 m
Di Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Napal, Kabupaten Tapanuli Selatan
Letusan Terakhir : 1970
Menurut catatan Dinas Vulkanologi, pada tahun ini terjadi letusan abu
Marapi 2.891,3 m dml
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam dan Kabupaten Batusangkar
Letusan Terakhir : 1927
Pada 5 Pebruari pukul 01.30 terdengar suara letusan pukul 7.20 letusan dengan asap berbentuk kembang kol. Abu sampai di Padang Panjang. Pada 6 dan 7 Pebruari terjadi letusan kecil di Kepundan Bungo. Pada 7 Pebruari hujan abu sampai di Padang Panjang. Pada 11 Pebruari pukul 22.00 turun hujan abu di Padang Panjang. Pada 11 Pebruari pukul 22.00 turun hujan abu di Padang Panjang.
Tandikat 2.438 m dml,
Di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam
Didalam sejarah hanya diketahui 2 kali letusan dengan periode 15 tahun, yaitu tahun 1889 dan tahun 1915
Kaba, 1.952 m dml
Di Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu
Letusan terakhir : 2000
Sejak awal Juni terjadi peningkatan kegiatan kegempan di Gunungapi Kaba, yang dipicu oleh gempa tektonik Bengkulu berkekuatan 7.8 skala Richter pada tanggal 4 Juni disertai gempa-gempa susulannya yang dapat dirasakan di kawasan Gunungapi Kaba
Sinabung, 2.460 m dpl
Di Termasuk wilayah Kab. Karo (Kabanjahe), Prop. Sumatera Utara.
Letusan terakhir:
Rajabasa, 1281 m dpl
Di Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung.
Letusan terakhir : Tidak diketahui
Patuha, 2.432 m.
Di Kec. Ciwidey, Kab. Bandung
Letusan terakhir :Sejak tahun 1600 hingga sekarang kegiatan G. Patuha hanya berupa kegiatan solfatara dan fumarola.
Lamongan, 1.671 m dml lumajang
Gunung Wilis adalah sebuah gunung non-aktif yang terletak di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung Wilis memiliki ketinggian 2552 meter, serta puncaknya berada di perbatasan antara enam kabupaten yaitu Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek. Obyek wisata Gunung Wilis yang paling banyak adalah air terjun, namun belum begitu dikembangkan hingga saat ini. Daerah perbukitan Gunung Wilis pernah dilalui oleh Jendral Sudirman sebelum melakukan serangan sebelas maret ke Yogyakarta.

Untuk mendaki ke Gunung Wilis dari arah timur, pendakian dapat dimulai melalui Kabupaten Kediri tepatnya Kecamatan Mojo. Jalan menuju ke puncak gunung Wilis sudah dibangun memadai melalui Mojo. Sementara itu dari arah selatan Gunung Wilis dapat didaki dari Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Apabila ingin mencapai Gunung Wilis dari arah utara, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Nganjuk, sementara dari arah barat, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Ponorogo atau Kabupaten Madiun.
Air terjun Laweyan, Sendang, Tulungagung
Air terjun Sedudo, Sawahan, Nganjuk
Air terjun Ironggolo, Mojo, Kediri
Air terjun Dolo, Mojo, Kediri
Hutan pegunungan Wilis pada sisi Kediri, tepatnya di daerah Dolo kecamatan Mojo. Hutan dengan banyak aliran air, berhawa digin dan tingkat kelembaban rendah
Gunung Muria
Situs Gua Pawon yang terletak di Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat
Gunung kapur yang aku nggak tau namanya ini terletak di Citatah
Gunung Malabar
Gunung Burangrang
Gunung Cikuray
Gunung Karang
Gunung Kembar I
Gunung Halau-halau

Gunung Halau-halau atau Gunung Besar adalah gunung yang terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu di Provinsi Kalimantan Selatan.
Gunung Lurus adalah gunung berapi kompleks berlokasi di Jawa Timur, Indonesia.

539 meter (1.768 kaki)
Taman Nasional Gunung Mulu

Taman Nasional Gunung Mulu di Kalimantan merupakan gua dengan luas dan sistem gua paling spektakuler di dunia.

Banyak dari gua-gua yang diterangi, dan pengunjung dapat mengagumi air terjun dengan ketinggian 600-kaki di dalam gua.
Setiap malam, lebih dari satu juta kelelawar keluar dari gua-gua seperti awan hitam pekat, menciptakan pemandangan yang mengagumkan.
G.Raya < 2.278 m >
G.Halau < 1.892 m >
SULAWESI

G.Lokon < 1.689 m >
G.Klabat < 2.022 m >
G.Mahawu < 1.324 m >
G.Bawakaraeng < 2.705 m >
G.Tambora < 2.850 m >
Gunung Awu
Gunung Mekongga
Gunung Latimojong
Gunung Agung
Gunung Sindara terlihat dari arah Puncak Sikunir, Dieng.
Gunung Inielika
Batur
Ende
Gunung Ranakah
Egon
Lewotobi
Iya
Kelimutu
Batok
Gunung Iliboleng
Gunung Kondo
Gunung Inerie NTT

Keindahan Gunung Inerie, Bajawa - Kabupaten Ngada

Gunung Inerie memiliki ketinggian 2.245 meter di atas permukaan laut. Bagian gunung yang berhutan lebat hanya terdapat di sebelah barat lereng gunung. Sedangkan hutan di lereng bagian selatan telah dikonversi menjadi daerah perkebunan. Sebagian besar hutan yang terdapat di dalam kawasan ini terletak pada ketinggian 1.000-1.500 meter dari permukaan laut.
Gunung Inerie pernah meletus pada tahun 1882 dan 1970. Gunung ini ramai didaki ketika musim kemarau, yakni antara bulan Juni hingga Agustus.
B. Keistimewaan
Dari atas puncak Gunung, para pendaki bisa dengan leluasa melihat pemandangan yang indah ke segala arah. Pemandangan Kota Bajawa di sebelah barat laut, dengan kabut tipis di atasnya, tampak seperti kota-kota kecil dan tua di Eropa. Sedangkan di bagian selatan tampak birunya laut Sawu, menempel rapat di kaki Gunung Inerie.
Di sisi selatan puncak Gunung Inerie terdapat sebuah batu besar yang diyakini sebagai penjelmaan dari sosok Jaramasi beserta kuda tunggangannya. Menurut legenda, Jaramasi adalah seorang satria penjaga Gunung Inerie. Kata, ”jara” berarti kuda dan ”Masi” adalah nama orang (laki-laki). Artinya ”kuda milik Masi”, yang merupakan seorang pahlawan di wilayah perkampungan kaki Gunung Inerie.

C. Lokasi
Gunung Inerie terletak di Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

D. Akses
Dari Kupang, ibukota Propinsi NTT, wisatawan dapat naik pesawat menuju Ende, sebuah kota di Pulau Flores. Setiba di sana, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Bajawa yang berjarak sekitar 61 kilometer. Kemudian wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan angkutan sewaan menuju desa wisata, Bena, yang terletak 15 km sebelah selatan Bajawa. Inilah desa terakhir sebelum menuju puncak Gunung Inerie.

E. Tiket Masuk
Setiap pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk.

F. Akomodasi
Di desa wisata Bena yang menjadi pintu gerbang menuju ke arah puncak Gunung Inerie, terdapat tempat penginapan seperti losmen dan warung makan.
Gunung Mutis NTT
kepulauan anambas
kepulauan anambas
kepulauan anambas
kepulauan anambas
teluk mande
teluk mande
WAKATOBI
WAKATOBI
WAKATOBI
indonesia
Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai Afrika-nya Jawa. Disini kamu bisa melihat miniatur Savanna Afrika dengan savana yang terbentang luas dan banyak satwa liar yang berkeliaran mirip di Afrika. Kamu bisa melihat sekelompok rusa dan banteng diantara rerumputan. Disini juga terdapat monyet dan berbagai jenis burung. Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro beserta hamparan savana dan rumput yang mengering berwarna keemasan menambah kesan bahwa daerah ini memang benar mirip Afrika.

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis

Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).
Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

tempat yang bisa di kunjungi
Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kimpoi antara bulan Oktober/November dan berkemah.
Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya.
Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.

pencapaian lokasi
Cara pencapaian lokasi: Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km, yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit (12 km) atau Situbondo-Batangan dengan jarak 60 km menggunakan mobil.
Uluwatu, Bali, Indonesia
Pantai Raja Ampat, Papua
RINJANI
RINJANI
RINJANI
Pantai Sengigi - lombok
Jika Anda pergi ke Kuta pulau Bali, Sanur, Legian, pulau Lombok Senggigi pun tidak kalah indah nya
Gunung Rinjani, Lombok Nusa Tenggara Barat
Pantai Depok
Mount Puncak Jaya / Carstenz Pyramid 4884 on the sea level
Mount Puncak Jaya / Carstenz Pyramid 4884 on the sea level
Mount Puncak Jaya / Carstenz Pyramid 4884 on the sea level
Puncak CARTENS
MANADO - BUNAKEN

Ingin melihat salah satu sunset terindah di dunia ? Pergilah ke Manado, sunsetnya luar biasa indah dilihat dari kota Manado. Bunaken dan Manado sudah terkenal akan wisata bahari dengan kekayaan coral yang begitu indah. Bagi mereka penikmat olahraga Scuba Diving, underwater pre wedding photography bisa menjadi salah satu ide unik yang akan mengundang decak kagum kerabat anda.
Komodo Island - Flores NTT

BANGKA - BELITUNG
Area ini sudah mulai populer digunakan oleh banyak calon pengantin untuk lokasi pra wedding outdoor. Aksesnya dari Jakarta pun cukup mudah dan murah. Pantai-pantai disana memiliki keunikan tersendiri dengan batu-batunya yang besar
Irian Jaya
Raja Ampat PAPUA INDONESIA
Irian Jaya
raja ampat ( irian jaya)
Irian Jaya
raja ampat ( irian jaya)
Irian Jaya
raja ampat ( irian jaya)
Irian Jaya
raja ampat ( irian jaya)
Pantai Kuta, Lombok, Indonesia
Irian Jaya
Irian Jaya
raja ampat ( irian jaya)
Irian Jaya
Papua
Irian Jaya
Papua

Dataran tinggi dingin dan pegunungan di Papua mengundang trekker untuk mengeksplorasi wilayah yang sebagian besar tak tersentuh. Kunjungi Dani honays atau pondok-pondok yang dibangun berdekatan dalam sebuah kompleks desa tradisional di Lembah Baliem. Kedua puncak tertinggi di pegunungan Jayawijaya adalah beberapa gunung di dunia capped terletak di khatulistiwa. Naik perahu di Danau Sentani di Jayapura dan menikmati beberapa memancing tenang.
Irian Jaya
Papua adalah sebuah pengalaman eksotis menawarkan beragam menyelam dan ikan dan spesies laut yang menakjubkan. Lihat kapal dan pesawat tempur Perang Dunia I di kuburan berair mereka di perairan dangkal Cendrawasih Bay dan di ujung barat pulau New Guinea. Raja Ampat memiliki berbagai situs menyelam; teluk dangkal, laguna saluran berbatasan dengan hutan hujan, pulau-pulau dan terumbu karang lepas pantai yang mengandung beberapa spesies hewan laut terkaya dan karang di dunia.
Taman burung di Bosnik di Biak Island menawarkan kesempatan untuk melihat burung cendrawasih dan spesies langka lainnya. Ada juga sebuah taman anggrek yang tumbuh sebanyak 72 jenis anggrek. Manokwari dan pegunungan Arfak terkenal sebagai habitat kupu-kupu langka dan serangga.
Irian Jaya
Jayapura, West of Papua, Indonesia
Irian Jaya
Ikan diperairan raja empat
Puncak Yamin 4.535 M.dpl
Puncak Idenberg 4.673 M.dpl
Puncak Mandala 4.650 M.dpl
Puncak Trikora 4.730 M.dpl
Puncak Jaya 4.860 M.dpl
Irian Jaya
Papua, Indonesia
Irian Jaya
Papua, Indonesia
Irian Jaya
Papua, Indonesia
Irian Jaya
Papua, Indonesia
Irian Jaya
Papua, Indonesia
Irian Jaya
Irian Jaya
Irian Jaya
Irian Jaya
Irian Jaya Barat
Irian Jaya Barat
Irian Jaya
Irian Jaya
Irian Jaya
Irian Jaya
Irian Jaya
WASUR
wasur national park
SENTANI LAKE VIEW FROM THE AIR
RIVERSTONE AT PURI ASRI
Merauke
Carstensz Pyramid rom Pass
air-terjun
raja_ampat
Hutan Merauke
kangguru
Kali maro
Merauke
National Park, Papua
Merauke
pelabuhan merauke
Sering kali kita nyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke, yang mungkin pada saat diciptakan lagu itu sang pengarang lupa kalau matahari selalu terbit lebih dulu di Merauke baru kemudian daerah lainnya mendapat bagian dan terakhir di Sabang, selain itu ada 2 tugu kembar yang dibangun di Indonesia, bentuknya sama persis cuma letaknya satu di Merauke dan lainnya di Sabang, sehingga dinamakan “TUGU KEMBARAN SABANG MERAUKE”
Tugu Kembaran Sabang Merauke yang terletak di Distrik Sota Kabupaten Merauke, berjarak 75 kilometer dari pusat kota Merauke dan berjarak 3 kilometer dari Tugu perbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG).Kedua Tugu ini merupakan daerah Wisata minat khusus, dan sering dikunjungi tamu-tamu Negara, karena dianggap kurang afdol kalau belum sampai di perbatasan RI-PNG atau ujungnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada saat akan masuk di Tugu Perbatasan RI-PNG, kita disambut oleh Gapura dengan kata-kata “GOODBYE AND SEE YOU AGAIN ANOTHER DAY” dan sebaliknya setelah kita kembali tertulis kata-kata “WELCOME TO REPUBLIK INDONESIA” yang menandakan kita telah kembali ke Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disekitar Tugu Perbatasan dapat ditemui pohon-pohon yang berukuran cukup besar dan terdapat juga Musamus (rumah semut yang terbuat dari tanah) yang berukuran cukup besar mencapai tinggi dua kali ukuran manusia dan terus berkembang karena didalamnya terdapat jutaan semut yang hidup dan terus berkembang biak dan membangun tanpa henti tanpa merusak daerah sekitarnya.
Kendaraan yang dapat digunakan pada umumnya adalah semua kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, mobil dan bis, karena jalan yang dilalui berupa jalan aspal yang bagus walau ada beberapa bagian jalan yang berlubang. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai daerah ini dengan kecepatan normal adalah 90 menit.Yang kurang disini adalah belum adanya Dinas Pariwisata yang mengelola dengan menarik retribusi, sehingga semua yang masuk gratis.
Bendera Indonesia
Indonesia
sabang merauke monument

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

11 komentar:

Lord Voldemort mengatakan...

Wah Memang Indang Negeri Kita iia ....

Hacker mengatakan...

wuuuiiiih lengkap nyeeee. Manteb deh sobat Misel. Terus lanjutkan berkarya di Indonesia tanah air tercinta ini. Moga indonesia makin maju. Good Info.

Difa Irawan mengatakan...

gileee.. panjang bener nih..
Indonesia emang TOP deh..
Nice share

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
wah jadi teringat sekolah dulu Indahnya indonesia dari sabanag sampai merauke,maaf telat

f.uf.u mengatakan...


sangat panjang... sehingga lengkap sekali deh..
padahal bisa untuk banyak postingan ni..

ditunggu kunjungan baliknya di
internet sehat

[ 4va + 4r ] A'ans_L 36e Nd ™ mengatakan...

garuda di dadaku..
Hhahaha..

panjg btuL isi nya :D

r10 mengatakan...

artikelnya sangat panjang dan banyak fotonya, alangkah baiknya bila dibagi-bagi menjadi beberapa bagian (lumayan buat nambah jumalah artikel)

btw untuk mngurangi berat blog mungkin bisa menggunakan image compressor tanpa mengurangi kualitas gambar itu sendiri

http://my-blogwalking.blogspot.com/2010/12/thesis-seo-blogspot-template.html

Slim mengatakan...

waduh kayak kereta api panjangannya.. hehehhe.. indonesia memang indah. harus di lestarikan sebelum di embat ma negeri orang

Ranis mengatakan...

Subhanallah.... Indonesia emang bener2 indah Kawan....

Ranis mengatakan...

Puanjaaangggg bget tah...
Tapi emang bner2 Indonesia itu Indah....
Subhanallah...

JELAJAh-acsu mengatakan...

Indonesia Surganya Dunia :)